Jogja terkenal akan kuliner gudegnya. Namun, Tidak semua orang bisa makan gudeg Jogja. Ada yang kurang suka karena rasanya terlalu manis. Nah, ada satu warung yang ramah dan cocok dengan lidah wisatawan. Warung itu bernama Gudeg Sagan.
Gudeg Sagan berawal dari tenda emperan depan toko elektronik
Warung gudeg Jogja ini berada di Jl. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes No. 53, Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta. Gudeg Sagan buka setiap hari, mulai dari pukul 08:00 pagi hingga 22:30 malam.
Jadi, kalian bisa sarapan, makan siang, maupun makan malam di sini. Meskipun berupa ruko bertingkat, Gudeg Sagan hanya menempati lantai pertama di ruko itu. Sementara lantai kedua dan ketiganya digunakan sebagai kos-kosan.
Gudeg Sagan bisa dibilang pemain lama di dunia gudeg Jogja. Warung ini pertama kali buka pada 2003. Sebelum menempati ruko sekarang, dulunya berjualan dengan tenda emperan di depan toko elektronik.
Seiring berjalannya waktu, mereka mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan. Pada 2011, Gudeg Sagan pindah dengan menempati lantai pertama di ruko itu hingga saat ini.
Bebas pilih nasi atau bubur
Di Gudeg Sagan, kalian bisa memilih dua varian; yaitu nasi atau bubur. Baik nasi maupun bubur sudah termasuk krecek.
Sedikit informasi, bagi yang suka bubur gudeg, sebaiknya datang pada siang hari. Sebab, varian bubur baru tersedia pukul 14:00 siang. Setelah itu, kalian tinggal memilih lauk apa saja untuk gudegnya.
Gudeg Sagan itu khas akan gudeg basah. Ada berbagai macam lauk di sana. Mulai dari lauk tempe, tahu, dada ayam, paha atas, ampela ati, dan lain-lain. Sedikit informasi, di Gudeg Sagan ada dua varian paha atas, yaitu K dan B. Paha atas K biasanya berukuran kecil, sedangkan paha atas B berupa paha atas berukuran besar dan ada ekornya.
Soal harga, bervariasi mulai dari Rp12:500 hingga Rp41:500. Bosan lauknya hanya satu saja? Tenang, kalian bisa tambah lauk lain.
Misalnya, kalau kreceknya kurang banyak, tinggal minta ekstra krecek. Atau kalau misalnya pesan nasi gudeg dada tapi ingin ampela ati tinggal rikues saja. Kalau dari pengalaman saya biasanya minta lauk tambahan ceker.
Gudeg Sagan juga menyediakan aneka kerupuk. Lalu, ada aneka es krim yang tersedia di sana. Tidak hanya itu juga, gudeg Jogja yang sudah tersohor ini juga menyediakan minuman Saparella. Jadi kalian tidak perlu kesulitan mencari Saparella di Yogyakarta.
Gudeg Jogja yang cocok di lidah wisatawan
Tekstur ayam kampung yang lembut menambah kelezatan gudeg Jogja satu ini. Adanya areh yang gurih membantu menyeimbangkan rasa manis. Meskipun manis, tapi rasa manisnya tidak begitu dominan sehingga cocok di lidah wisatawan.
Kehadiran krecek turut menambah kelezatan. Kreceknya agak pedas tapi pedasnya tidak begitu menusuk. Jadi, tidak perlu khawatir kepedasan saat mencoba krecek. Bila ditambah telur membuat Gudeg Sagan ini semakin nikmat. Telur yang digunakan berupa telur bebek. Adanya telur membuat sepiring nasi gudeg menjadi ramai.
Itulah pembahasan mengenai Gudeg Sagan, rekomen bagi wisatawan yang kurang suka dengan rasa manis gudeg Jogja. Kalau kalian sedang berada di Yogyakarta, sempatkanlah mampir.
Penulis: Ana Maria Dian Ayu Sekarsari
Editor: Yamadipati Seno
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















