Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
1 April 2026
A A
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bus Sinar Mandiri Mulya mengajarkan saya betapa dekat manusia dengan kematian. 

Dalam hidup, kadang kita sadar bahwa kematian ternyata tidak sejauh yang kita bayangkan. Kesadaran itu pun hadir tidak dari rumah sakit, ruang ICU, atau kematian mendadak seseorang di media sosial, tapi datang ketika kita duduk di kursi bus tua yang melaju di jalur panjang, dua arah, dan tidak ramah seperti di Pantura.

Perasaan dekat dengan kematian itu saya rasakan ketika naik PO Sinar Mandiri Mulya dari Rembang menuju Semarang. Saya naik bus ini tanpa rencana. Saat itu yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya saya bisa tiba di Semarang sebelum tengah malam. Dan, ketika bus ini tiba, saya bersyukur dan tanpa pikir panjang langsung menaikinya. Meski saya tahu, dari tampak luar, bus ini seperti hewan penuh luka yang menghadapi kerasnya pantura. Body tampak tidak mulus, warna yang pudar dan berkarat, dengan suara rem yang mengganggu telinga.

Saat masuk ke dalam bus, firasat tidak enak mulai terasa. Aroma tengik dari gordennya menusuk hidung. Bus kemudian mulai melaju dengan suara mesin yang berat dan tidak stabil. Suspensinya seperti sudah begitu tua sehingga hentakan begitu terasa.

Baca juga Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita.

Jalan Pantura memperburuk kondisi

Bus Sinar Mandiri Mulya melaju di jalur pantura dengan penuh berani. Tentu kita semua tahu, pantura bukanlah sekadar jalur antara kota. Ia adalah jalur neraka, terlebih yang ada di sepanjang Jawa Tengah. Jalur dua arah membuat tiap kendaraan saling berebut salip. Ditambah kualitas jalannya seperti wajah yang penuh bopeng. Lubang, tambalan, dan penuh retakan.

Aspal dan cor-corannya seperti lapisan yang dipaksakan bertahan diantara gempuran truk, bus, dan cuaca yang terus berubah-ubah. Seluruhnya jadi pola yang harus dimaklumi. Ironis memang ketika mengingat jalur ini adalah jalur utama. Saya yang ada di dalam bus merasakan bagaimana tiap kilometernya adalah ujian kecil untuk tiba di tempat tujuan.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, semua kondisi itu harus dihadapi dengan fakta bahwa suspensi yang dimiliki bus sangat tidak memadai. Sebab yang seharusnya jadi peredam, justru hanya seperti pajangan yang sudah kehilangan fungsi. Saya yang duduk di sisi jendela, dan setiap kali bus menghantam jalan yang berlubang, tubuh pun bergoyang dan menggigil.

Baca Juga:

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

Sopir Bus Sinar Mandiri Mulya ugal-ugalan

Dan, selayaknya kebiasaan para sopir bus yang punya mental pembalap. Mereka dengan penuh keberanian, menyalip tanpa ragu meski di depan telah menghadang kendaraan lain yang sama-sama melaju kencang. Jalur pantura yang sempit itu, jadi rebutan, kadang oleh truk atau bus lain yang ada di depan. Supir ini, tanpa rasa takut tetap mengambil celah, yang menurut saya terlalu tipis untuk dipaksakan.

Saya masih ingat bagaimana bus mencoba menyalip sebuah truk panjang di depan. Sementara dari arah berlawanan, lampu truk lain sudah terlihat. Tapi,dengan penuh keberanian, supir tetap percaya diri menekan pedal gas dan menyalip, dan meliuk melewati truk yang ada di depannya. Dalam hitungan detik, jarak antara wajah saya dengan truk yang dari arah berlawanan itu terasa begitu dekat. Sangat dekat sehingga membuat saya berpikir bahwa kematian bisa jadi sedekat ini.

Anehnya, kepanikan itu seperti hanya saya yang merasakannya. Penumpang lain tetap tenang, mereka duduk tanpa ekspresi. Ada yang berwajah lelah, ada yang santai tetap tertidur pulas. Tidak ada yang berteriak dan protes. Seolah-olah itu hanya pengalaman receh yang wajar terjadi dan menjadi bagian dari perjalanan. Apakah saya yang terlalu lebay?

Baca juga Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat.

Bus untuk mereka yang bisa kompromi dengan banyak hal

Di sini saya menyadari, bahwa bus seperti ini hadir untuk mereka yang mau berkompromi dengan ketidaknyamanan, bahkan ketidakselamatan.

Sebab, dengan segala keterbatasan yang saya rasakan, PO Sinar Mandiri Mulya bisa jadi memang pilihan banyak orang. Terutama bagi mereka, perantau yang ingin pulang tanpa menghabiskan separuh gaji di tiket perjalanan. Setiap rupiah yang keluar benar-benar dihitung agar bisa dinikmati keluarga yang menunggu di rumah.

Berangkat dari pemandangan itu, pengalaman yang saya anggap menyeramkan boleh jadi adalah hal biasa bagi mereka. Sesuatu yang layak diterima, bukan karena nyaman, tapi karena itu pilihan yang paling realistis. Dan inilah yang membuatnya ironis.

Keselamatan yang harusnya jadi standar minimum, justru menjelma jadi kemewahan yang tidak semua orang bisa merasakannya dengan mudah. Keselamatan harus diraih dengan pengorbanan lebih bagi sebagian besar orang, khususnya mereka yang akrab dengan bus seperti Sinar Mandiri Mulya ini.

Pada akhirnya saya memang selamat sampai di Semarang. Tapi, saya turun dengan tubuh yang masih trauma dengan sisa guncangan dan pikiran yang tidak sepenuhnya damai. Terlepas dari itu, saya jadi mendapatkan dua pelajaran. Pertama soal betapa rapuhnya kita ketika di perjalanan dan betapa seringnya kita menormalisasi risiko karena keadaan.

Dan, boleh jadi, Bus Sinar Mandiri Mulya adalah gambaran bagaimana kita seringnya tidak benar-benar bisa memilih yang aman. Kita hanya bisa memilih yang mungkin.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: bus semarang-rembangbus sinar mandiri mulyarembangSemarangsinar mandiri mulya
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Semarang Kota Hantu (Unsplash.com)

Semarang Kota Hantu: Potensi Aura Mistis dan Sisi Misterius Kota Semarang

5 Agustus 2022
Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

27 November 2019
Berkendara dari Mranggen Demak ke Semarang di Siang Hari Penuh Cobaan, hanya Orang Kuat yang Sanggup Melakukan

Berkendara dari Mranggen Demak ke Semarang di Siang Hari Penuh Cobaan, hanya Orang Kuat yang Sanggup Melakukan

19 Juli 2024
Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat

23 Februari 2024
5 Jajanan Kaki Lima ala Warlok Semarang yang Bikin Betah Tinggal di Sana Mojok.co

5 Jajanan Kaki Lima ala Warlok Semarang yang Bikin Betah Tinggal di Sana

8 Oktober 2025
Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang Mojok.co

Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang

29 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.