Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Dunia. Saya “Membalas” Kegagalan Itu Lewat Jalur SBMPTN dan Sukses Lulus Sebagai Mahasiswa Berprestasi

Sugiati oleh Sugiati
14 Juni 2024
A A
Kisah Saya Gagal SNMPTN, tapi Sukses via Jalur SBMPTN (Unsplash)

Kisah Saya Gagal SNMPTN, tapi Sukses via Jalur SBMPTN (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Gagal SNMPTN dan tidak masuk PTN bukan berarti duniamu hancur. Barangkali itu adalah kalimat yang hampir empat tahun lalu saya lontarkan kepada diri sendiri. Saat itu, salah satu kampus negeri di Surabaya menolak saya yang mendaftar lewat jalur SNMPTN. Perasaan hancur dan pesimis terhadap kemampuan diri langsung muncul. Meski kemudian saya berhasil via jalur SBMPTN.

Saya beruntung memiliki keluarga yang suportif dan selalu menguatkan. Berkali-kali, kakak menanyakan keadaan saya. Saya baik-baik saja secara fisik, tetapi perasaan tidak pernah bisa dibohongi. Saya hancur. Lebih-lebih karena ekspektasi keluarga, terutama orang tua yang ada di pundak saya.

Untuk sembuh dari rasa kecewa dan sakit akibat penolakan SNMPTN itu membutuhkan waktu yang singkat. Waktu dan kenyataan menghajar saya sampai babak belur. Berminggu-minggu saya mencoba berdamai dengan kenyataan dan diri sendiri.

Awalnya saya sampai tidak nafsu makan. Bermain bersama teman terasa menyebalkan. Saya tidak berhenti meratapi kegagalan. Hingga akhirnya, datang seseorang yang dengan berani menguatkan saya. Ya, meski sekarang pergi lagi. Tapi tidak apa, namanya juga kehidupan, datang dan pergi sesuatu yang wajar, kan?

Mencoba menerima kenyataan atas kegagalan SNMPTN

Saya mencoba menerima kenyataan bahwa saya harus mengubur mimpi-mimpi itu dan memulai semua dengan kembali berani. Meskipun, saya harus mengubur segala ekspektasi. Tapi ya sudah, semua sudah terjadi.

Saya masih ingat betul, saat seorang teman bertanya, apakah saya mau menggunakan kesempatan untuk mendaftar masuk PTN lagi dengan jalur SBMPTN? Jawaban saya saat itu masih abu-abu. Masih ada trauma mendalam akan warna merah pada dinding ponsel yang menunjukkan hasil SNMPTN.

Namun, saya tidak tahu, ada sebuah kekuatan yang menarik saya untuk berani mendaftar lagi. Saya ingat betul, waktu itu tengah bersepeda di seberang kecamatan bersama teman. Tiba-tiba hati saya tertambat pada pengumuman pendaftaran SBMPTN yang tengah menghitung detik-detik terakhirnya.

Saya merasakan betul, bagaimana sebuah kekuatan menarik saya untuk cepat-cepat mendaftar sebelum terlambat. Tanpa berpikir panjang, waktu tengah asyik bermain, saya memutuskan pulang lebih cepat. Saya langsung mengutarakan niat itu kepada ayah dan ibu.

Baca Juga:

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

Ayah menanyakan keyakinan saya lagi. “Benar, Nak, kamu siap mendaftar jalur SBMPTN?”. Ibu memberi banyak pertimbangan perihal kehidupan saya kelak di perantauan.

Namun, tekad saya sudah bulat. Saya mencoba meyakinkan ayah dan ibu. Akhirnya, semua sepakat dan saya melengkapi berkas-berkas pendaftaran SBMPTN dengan begitu antusias.

Pengumuman

Setelah mendaftarkan diri dengan begitu banyak pertimbangan, akhirnya nama saya ada di papan pengumuman. Hari itu, tanggal 14 Agustus 2020, jantung saya berdebar kencang.

Sesekali saya mengalihkan perhatian kepada kesibukan-kesibukan lain. Saat itu, saya berjualan aksesori hape. Saya juga sengaja menerima COD dengan harapan agar lupa waktu saat pengumuman. Semua karena saya nggak mau lagi merasa sakit hati dan kecewa karena dulu gagal via SNMPTN. 

Sesampainya di rumah, waktu menunjukan pukul 15:00 WIB. Mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, saya harus membuka pengumuman itu. Saya membuka dengan begitu gemetar, menyaksikan huruf demi huruf di keyboard. Temari itu sedikit-sedikit mulai mengambil start untuk memulai mengetik nomor peserta ujian.

Dan akhirnya….

“Selamat Anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN tahun 2020.”

Perasaan campur aduk, senang, bingung, dan takut datang bersamaan. Saya masih ingat betul, saat itu saya dan keluarga bersujud syukur, menyaksikan layar hijau, tidak lagi merah.

Waktu perkuliahan hingga menjadi mahasiswa berprestasi

Setelah diterima, tentu saya harus mengurus pendaftaran ulang sebagai mahasiswa baru. Syukur, saya nggak perlu memikirkan biaya karena mendapatkan beasiswa KIP Kuliah. Setelah banyak lika-liku dan banyak berkas-berkas yang saya harus lengkapi, akhirnya pendaftaran selesai.

Usai sudah. Saya sah menjadi mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura via jalur SBMPTN. Mahasiswa angkatan 2020 yang katanya angkatan Corona itu. Tentu saja ini menjadi momen menggembirakan.

Layaknya mahasiswa pada umumnya, saya dengan semestinya. Namun, bedanya perkuliahan saat itu harus saya jalani secara online. Saya selalu menaati aturan kelas, mematuhi setiap tugas yang diberikan dosen dan menjalankan perkuliahan dengan sebaik mungkin.

Saya percaya, bahwa tidak akan ada hasil yang menghianati usaha. Perjuangan dan kegagalan SNMPTN yang menghantui berbuah manis ketika memberanikan diri mendaftar via SBMPTN. Pada 2023 lalu, saya menjuarai kompetisi mahasiswa berprestasi dan mendapatkan juara 1 tingkat universitas. 

Sidang skripsi

Hingga akhirnya pada 2024, tepatnya 8 Mei, saya selesai melaksanakan sidang skripsi setelah menjalani perkuliahan 8 semester. Saya bersyukur dengan berkali-kali mengucapkan syukur.

Tulisan ini saya buat beriringan dengan pengumuman SNBT 2024. Tulisan ini berisi cerita perjuangan saya, dari ditolak, menjadi mahasiswa berprestasi hingga selesai kuliah tepat pada waktunya. 

Buat kamu yang hari ini sedang menghadapi pahit dan getirnya penolakan, hei, mimpimu belum terkubur. Duniamu tidak hancur. Raih kesempatan-kesempatan lain. Masih banyak!

Penulis: Sugiati

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Panduan Memilih Kampus Swasta yang Tepat buat Kamu yang Nggak Lolos UTBK SBMPTN

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2026 oleh

Tags: kampus negeri surabayamadurapengumuman SNMPTNSNMPTNSNMPTN 2024Surabayauniversitas trunojoyo madura
Sugiati

Sugiati

Mahasiswa Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Pencipta puluhan karya yang berhasil terbit di website dan menerbitkan dua buku solonya, serta beberapa buku antologi.

ArtikelTerkait

Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang

Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang

20 Oktober 2024
Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Berkat untuk Dibawa Pulang Mojok.co

Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Nasi Berkat untuk Dibawa Pulang

31 Oktober 2023
4 Calon Mahasiswa yang Cocok Lanjut Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

4 Calon Mahasiswa yang Cocok Lanjut Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

2 Juni 2024
Nasib Anak SNMPTN yang Dibilang Keberuntungan Semata

Nasib Anak SNMPTN yang Dibilang Keberuntungan Semata

12 November 2019
4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang Mojok.co gen z

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang

20 Mei 2025
5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah Terminal Mojok

5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah

13 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.