Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Dosa Pemerintah Desa Dharma Camplong di Sampang Madura yang Bikin Warga Mengelus Dada

Aliful Muhlis oleh Aliful Muhlis
8 September 2025
A A
6 Dosa Pemerintah Desa Dharma Camplong di Sampang Madura yang Bikin Warga Mengelus Dada

6 Dosa Pemerintah Desa Dharma Camplong di Sampang Madura yang Bikin Warga Mengelus Dada (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang perantau, hampir setiap akhir pekan saya pulang ke rumah di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Harusnya, momen pulang kampung itu selalu menyenangkan karena bisa bertemu keluarga. Tapi jujur saja, belakangan rasa senang itu bercampur kesal. Kenapa? Karena kondisi desa saya rasanya begitu-begitu saja, tidak ada perubahan yang berarti.

Padahal tahun 2025 ini anggaran dana Desa Dharma Camplong sebesar Rp1,3 miliar. Angka yang tidak kecil. Tapi kenyataannya, pembangunan hampir tidak terlihat. Bahkan untuk jalan saja, sepertinya satu sentimeter pun belum ada yang diperbaiki.

Jalan desa yang rusak membuat perjalanan pulang jadi penderitaan tersendiri. Motor lebih cepat rusak, badan pegal-pegal karena harus melewati jalan yang penuh lubang. Kadang saya juga merasa malu saat mengajak teman ke rumah. Komentar yang sering saya dengar, “Kok jalan ke rumahmu parah banget, ya?” Alhasil mereka jadi ogah main lagi.

Ironisnya, masalah jalan hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah. Kalau mau jujur, ada setidaknya enam dosa besar pemerintah Desa Dharma Camplong Sampang Madura yang sampai hari ini membuat warga hanya bisa mengelus dada.

#1 Jalan rusak di Desa Dharma Camplong Sampang Madura tak kunjung diperbaiki

Jalan adalah nadi ekonomi desa. Petani, pedagang, anak sekolah, semua butuh akses yang baik. Tapi kondisi jalan di Desa Dharma Camplong jauh dari layak. Lubang di mana-mana, sebagian bahkan sudah seperti kubangan. Padahal dana desa bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Kalau jalan saja diabaikan, bagaimana mungkin desa bisa maju?

#2 Balai Desa Dharma Camplong mangkrak, jadi semak belukar

Desa Dharma Camplong di Sampang Madura punya balai desa. Tetapi ironisnya tak pernah difungsikan. Akhirnya bangunannya perlahan rusak, cat mengelupas, bahkan ditumbuhi tanaman liar.

Padahal menurut aturan Permendagri No. 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, aset desa harus dijaga, digunakan, dan dirawat untuk kepentingan pelayanan publik. Balai desa adalah pusat kegiatan warga—musyawarah, pelayanan administrasi, kegiatan sosial. Tapi kalau dibiarkan mangkrak, bukankah ini bentuk pemborosan dan pengabaian?

#3 Transparansi dana desa yang samar dan intimidatif

Papan informasi APBDes di Desa Dharma Camplong Sampang Madura jarang atau bahkan hampir tidak pernah ditempel di tempat-tempat yang bisa dibaca oleh masyarakat desa. Kalau transparansi saja masih samar begini bagaimana bisa realisasi di lapangan sesuai?

Baca Juga:

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

Lebih parah lagi, masyarakat yang kritis bertanya justru dianggap musuh. Ada yang bahkan mendapat intimidasi. Ini jelas melanggar semangat UU Desa No. 6 Tahun 2014, yang menekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Dana desa itu uang rakyat, bukan milik pribadi perangkat.

#4 Bantuan sosial di Desa Dharma Camplong tidak merata

Di Dharma Camplong, masih banyak warga miskin yang luput dari bantuan. Ironisnya, justru ada warga yang lebih mampu mendapat jatah.

Pola distribusi semacam ini menimbulkan kecemburuan sosial. Apalagi jika ada dugaan bantuan dipakai sebagai “alat politik” untuk mendekati kelompok tertentu. Padahal inti dari bantuan sosial adalah keadilan, bahwa yang lemah harus lebih dulu ditopang.

#5 Pungli dalam pelayanan publik

Mengurus KTP, surat tanah, atau dokumen lain sering tidak lepas dari praktik “uang pelicin”. Ada semacam tarif tidak resmi: bayar sekian, urusan cepat beres. Kalau tidak, proses bisa berlarut-larut. Seolah-olah Desa Dharma Camplong Sampang Madura ini menjalankan prinsip “siapa bayar, dia yang dilayani.” Padahal kepala desa dan perangkat seharusnya melayani rakyat, bukan membebani mereka.

#6 Gaya hidup kontras: rakyat susah, kepala desa mewah

Yang paling menusuk hati adalah gaya hidup kepala desa dan perangkatnya yang tampak semakin makmur. Ada yang membangun rumah baru, membeli mobil, atau membeli barang-barang mewah lain. Pertanyaan wajar muncul: dari mana semua itu? Apalagi kalau dibandingkan dengan gaji kepala desa.

Menurut aturan, gaji kepala desa adalah Rp2,4 juta per bulan (setara dengan 120% gaji PNS golongan II/a). Dengan gaji sebesar itu, mustahil rasanya bisa hidup mewah tanpa tambahan “pendapatan” lain.

Enam dosa ini bukan sekadar cerita bisik-bisik warung kopi, tapi realitas yang warga rasakan setiap hari. Dana desa Rp1,3 miliar seharusnya jadi berkah, tapi di tangan yang salah justru jadi sumber kekecewaan. Jalan rusak, balai desa mangkrak, transparansi minim, bantuan sosial tidak adil, pungli merajalela, sementara gaya hidup aparat desa semakin mentereng.

Sebagai warga, saya hanya bisa berharap ada perubahan nyata. Desa Dharma Camplong di Sampang Madura tidak butuh jargon, tidak butuh pencitraan. Yang dibutuhkan adalah pelayanan yang jujur, pembangunan yang nyata, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Kalau tidak, maka dana desa sebesar apa pun hanya akan jadi angka di atas kertas, sementara warga tetap hidup dalam keterbelakangan.

Penulis: Aliful Muhlis
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sampang dan Bangkalan Adalah Saudara Kembar, Sama-sama Paling Depan Ngurusin Agama tapi Rakyatnya Sendiri Diabaikan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2025 oleh

Tags: Dana DesaDesa Dharma Camplongkabupaten sampangmadurapemerintah desaPulau MadurasampangSampang Madura
Aliful Muhlis

Aliful Muhlis

Ketua Umum Madura Millenial Institut (MMI). Seorang pembelajar biasa yang suka politik, buku, dan traveling.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang Mojok.co gen z

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang

20 Mei 2025
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak

6 April 2023
Rumah Makan Bebek Sinjay Bangkalan Madura Overrated. Sebagai Warga Asli, Saya Malas Makan di Sana Mojok.co

Rumah Makan Bebek Sinjay Bangkalan Madura Overrated. Sebagai Warga Asli, Saya Malas Makan di Sana

27 Juni 2024
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

6 Juni 2022
Wisata Kolong Jembatan Suramadu, Potret Warga Surabaya yang Kurang Tempat Healing Mojok.co

Wisata Kolong Jembatan Suramadu, Bukti Warga Surabaya yang Kurang Tempat Healing

18 Desember 2023
Penjaga Warung Madura Membeberkan 5 Hal Sepele yang Menentukan Kesuksesan Warung Mojok.co

Penjaga Warung Madura Membeberkan 5 Hal Sepele yang Menentukan Kesuksesan Warung

26 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.