Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
11 September 2025
A A
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, saya berpikir, kehidupan mahasiswa di Bangkalan Madura agaknya cukup berbeda dengan mahasiswa di daerah lain. Hal ini saya rasakan sendiri. Sebagai warga Bangkalan Madura yang berkuliah di Surabaya, saya selalu merasa atmosfernya sangat berbeda ketika nongkrong di kabupaten ini. Terutama, jika kalian berkecimpung di dunia organisasi.

Di kabupaten seribu ketua ini, mahasiswa diklasifikasi menjadi beberapa kasta. Mahasiswa yang berada di kasta tertentu memiliki keistimewaan tertentu pula. Ya, ini tidak masalah kalau kastanya ditentukan berdasarkan luas nggaknya pengetahuan seseorang. Lah ini, malah sebaliknya. Lebih mirip era feodal.

#1 Neng, Gus, dan Lora: mahasiswa paling istimewa

Kasta paling tinggi di lingkungan mahasiswa Bangkalan Madura adalah sosok Gus dan Lora, atau kalau perempuan disebut Neng. Mereka adalah mahasiswa yang kebetulan orang tuanya seorang kiai atau nyai. Lebih-lebih kalau mereka punya yayasan.

Apa keistimewaan dari kasta ini? Sebelum lanjut, saya tekankan saya hanya mendeskripsikan apa yang sedang terjadi di Bangkalan Madura. Tidak ada niat merendahkan siapa-siapa.

Ya, seorang neng, gus, dan lora sangat lancar jalannya dalam kehidupan mahasiswa, terutama dalam berorganisasi. Mau dapat kursi jabatan, tidak perlu minta. Sebelum diminta, pasti sudah ada yang menawarkan. Ya, apa sih yang nggak bagi seorang gus dan neng di Bangkalan Madura. Tidak profesional pun, akan dianggap biasa. Alasannya kadang, “Mungkin sibuk ngurus pondoknya”.

Tentu saja ini bukan salah orangnya, tapi salah struktur sosialnya.

#2 Penganut ormek garis keras

Kasta kedua adalah para mahasiswa yang bergerak di Organisasi Mahasiswa Eksternal atau disingkat ormek. Ormek itu akan menentukan nasib mahasiswa di Bangkalan Madura. Makanya kuliah di kabupaten ini akan terdengar aneh kalau nggak ikut ormek. Mereka yang masih suci dari ormek pasti sering mendapat teguran “Lho, kuliah kok nggak ikut ormek!”

Kenapa bisa begitu? Soalnya ormek adalah alat agar bisa naik tangga sosial di lingkungan mahasiswa Bangkalan Madura.

Baca Juga:

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

Ya, saya tidak main-main dengan pernyataan di atas. Mahasiswa yang kompeten, profesional, dan punya kemampuan tak jarang hanya akan dianggap remahan rempeyek jika tidak ber-ormek. Misalnya jika kalian ingin ikut seleksi organisasi, pastilah akan diinvestigasi dulu, apa ormeknya?

Jadi, jangan heran kalau mahasiswa yang nggak kompeten bisa punya jabatan, ya. Apa itu kompeten, yang penting mah ormek dulu.

ADVERTISEMENT

#3 Kasta para ketua organisasi

Di antara kumpulan mahasiswa ormek, di bawahnya ada kasta ketua-ketua. Mungkin kalau dalam kasta di India, golongan ketua ini disebut dengan kasta Kshatriya. Sebab, merekalah golongan yang mengkoordinasikan bagaimana situasi mahasiswa, membawa citra baik, mendoktrin maba, dan menjaga agar suara tetap condong ke ormek mereka.

Tapi tentu saja ini berdasarkan arahan petuah di atas, komplotan penganut ormek garis keras.

Dalam kehidupan mahasiswa di Bangkalan Madura, posisi ketua sangat dianggap sebagai pencapaian yang wah. Jadi tidak salah kalau kabupaten ini disebut sebagai kabupaten seribu ketua. Di mana saja dan kapan saja, tak jarang kita akan mendengar panggilan ketum saat nongkrong.

Ya, nggak masalah kalau jadi ketum karena memang ingin memperbaiki. Tapi kalau cuma takut ormeknya gengsi, jangan lah. Cuma merusak organisasi.

#4 Mahasiswa yang aktif organisasi kampus

Di bawah tiga kasta di atas ada kasta paling bawah yakni mereka yang aktif di organisasi internal kampus. Tapi agaknya, kurang pas jika saya gunakan diksi “aktif”, lebih tepat kalau saya katakan “pasif’. Alasannya, percuma jadi anggota organisasi tapi yang punya keputusan tetap jajaran alumni. Wkwkwk.

Kadang jenis mahasiswa ini sangat membanggakan posisinya sebagai anggota organisasi. Mereka sering pakai PDH, ke mana-mana pakai ID Card, dan tentu saja story WA-nya full event yang mereka adakan sendiri. Tapi sayang, kebanyakan mahasiswa yang seperti ini jauh dari masyarakat, cuma heboh di lingkungan universitas.

Jika kalian tidak percaya, coba tanya pada mereka, berapa angka kemiskinan di desanya, berapa anak tidak sekolah di kecamatannya, atau tanyakan bagaimana kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tempat tinggal mereka. Saya yakin, pasti lebih banyak dari mereka yang planga-plongo!

#5 Para mahasiswa abadi

Bonus! Kasta terakhir adalah para mahasiswa abadi yang tidak juga pergi. Tentu saja yang saya maksud abadi adalah mereka yang sibuk mengurus organisasi. Inilah kasta teratas di antara kasta lainnya yang sudah saya jelaskan.

ADVERTISEMENT

Siapa pun kalian, apa pun jabatan kalian, dan apa pun ormek kalian, tidak ada apa-apanya dibandingkan kasta mahasiswa satu ini. Semua keputusan harus atas restu mereka. Mitosnya, jika tidak dengan restu mereka, maka setiap keputusan akan membawa petaka. Anehnya, banyak yang percaya. Wqwqwq.

Ya sudah, itulah klasifikasi kasta mahasiswa di Bangkalan Madura. Untuk kalian yang tidak masuk kasta di atas, tidak perlu berkecil hati. Siapa tahu sebenarnya kalian punya potensi, cuma males aja ngejar-ngejar posisi! Ya, kayak saya salah satunya.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUG Organisasi Mahasiswa di Bangkalan Madura Tak Mungkin Melawan Oligarki, Mereka Sudah Sibuk Melawan Teman Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2025 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan madurakastamaduraMahasiswamahasiswa bangkalanorganisasi mahasiswaOrmek
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura Mojok.co

Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura

18 Februari 2024
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama

18 Agustus 2025
universitas mahasantuy

Alasan UM Dikenal Sebagai Universitas Mahasantuy

14 April 2020
3 Pengalaman Duka Saat Menjadi Anggota Ormawa UGM

3 Pengalaman Duka Saat Menjadi Anggota Ormawa UGM

10 Mei 2024
Saking Problematik dan Tak Punya Prestasi, Kini Ormek Memilih Caper Berorasi untuk Jual Diri pada Maba

Saking Problematik dan Tak Punya Prestasi, Kini Ormek Memilih Caper Berorasi untuk Jual Diri pada Maba

7 Agustus 2024
7 Toko Online untuk Belanja OOTD Jelang Kuliah Luring Terminal Mojok

7 Toko Online untuk Belanja OOTD Jelang Kuliah Luring

11 Juni 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.