Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

Siti Halwah oleh Siti Halwah
5 Mei 2026
A A
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya (upload.wikimedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya menyadari bahwa KTP Ibu saya rusak. Namun, karena sering mendengar desas-desus urusan dengan Dispendukcapil Bangkalan Madura itu ribet dan melelahkan, saya memutuskan untuk melakukan hal gila: melaminating KTP-nya dahulu agar nggak terkelupas.

Selain ribet, keputusan gila ini saya ambil karena dahulu keluarga kami pernah ditipu hingga jutaan rupiah terkait urusan macam ini. Saat itu, Ibu berniat membuat Kartu Keluarga (KK) baru serta akta kelahiran untuk saya dan kakak saya yang akan melanjutkan pendidikan SMP dan SMA. Lalu, datanglah tetangga saya mengajukan diri sebagai calo untuk membuat dua dokumen tadi. Jutaan rupiah pun melayang.

ADVERTISEMENT

Pengalaman itu membuat saya agak malas berurusan dengan tek-bengek administrasi di Dispendukcapil Bangkalan Madura. Saya cenderung menunda-nunda urusan administrasi, termasuk soal cetak ulang KTP milik Ibu. Saya menunggu hingga siap mental. 

Hingga akhirnya, urusan ini tidak bisa ditunda lagi. Awalnya, saya berniat membawa Ibu sebagai pemilik KTP untuk mencetak ulang di Mal Pelayanan Publik Bangkalan. Namun, karena sudah lansia, Ibu menolak. Saya kemudian mencari tahu apakah kegiatan cetak ulang KTP ini bisa diwakilkan seperti proses bikin KTP baru yang pernah saya lakukan dulu saat KTP saya hilang. Ternyata bisa, dia hanya memerlukan surat kuasa, seenggaknya begitu yang tertulis di Google.

Saat hari-H, saya memberanikan diri pergi ke lantai 3 Bangkalan Plaza tempat Mal Pelayanan Publik (MPP) berada. Saya masuk ke sana dengan pengetahuan nol dan perasaan waswas. Khawatir kena semprot petugas karena persyaratan yang saya bawa kurang, sedangkan rumah saya letaknya cukup jauh dari lokasi ini.

Akan tetapi, kekhawatiran saya ternyata sia-sia. Dugaan dan desas-desus yang saya dengar selama ini salah besar. Ternyata berurusan dengan Dispendukcapil Bangkalan Madura itu nggak semenakutkan seperti yang saya bayangkan.

Saat sampai, hanya perlu ambil nomor antrian sesuai dengan keperluan

Saat tiba di lantai 3, saya disambut oleh berbagai kursi sebagai tempat tunggu. Di luar ada, di dalam juga ada. Saya masuk ke dalam ruangan dan sepertinya wajah saya yang menyiratkan kebingungan diketahui oleh petugas. Dia bertanya keperluan saya dan mengarahkan saya pada mesin komputer pencetak nomor antrian.

Di sana, saya menyadari bahwa Dispendukcapil Bangkalan terlihat agak modern dari pada tiga tahun lalu saat saya ke sini mengurus cetak ulang KTP yang hilang. Dulu, nggak ada mesin cetak nomor antrian. Semuanya diserahkan secara manual ke petugas, saya mengisi formulir, lalu dianjurkan untuk kembali tiga hari lagi saat KTP saya sudah selesai dicetak.

Baca Juga:

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

Namun, sekarang, saya melihat ada berbagai pilihan di mesin cetak tersebut. Nggak hanya KTP saja, namun segala jenis dokumen kependudukan, seperti KTA, KK, hingga Akta. Di sana juga melayani tentang imigrasi, pajak, hingga layanan lain seperti BPJS, PDAM, dll. Pokoknya, semuanya lengkap dan ngumpul di satu titik itu.

Selain itu, setiap layanan juga berbeda petugasnya. Awalnya saya skeptis, karena disatukan di satu tempat, pasti pelayanannya lama karena terbatasnya petugas. Ternyata, setiap petugas hanya melayani satu bidang layanan. Jadinya nggak bikin antrian lama.

Urus cetak ulang KTP Bangkalan Madura hanya perlu membawa KTP yang rusak

Selesai mencetak ulang nomor antrian, saya menunggu dengan was-was. Pasalnya, saya agak malas membuat surat kuasa karena memerlukan materai Rp10.000. Jadi, saya hanya membawa KTP milik ibu saya yang rusak saja. Namun, menyadari saya hidup di Indonesia yang sering banget butuh fotokopi dokumen untuk segala urusan, saya kemudian memfotokopi KTP milik ibu saya, anggap saja sebagai pegangan kalau nanti diminta oleh petugasnya.

Ternyata, saya keliru. Petugas hanya membutuhkan KTP yang rusak saja sebagai persyaratan untuk cetak ulang KTP. Saya nggak dimintai apa pun lagi. Nggak perlu fotokopi KTP, nggak usah surat kuasa bermaterai, nggak perlu mengisi data dan formulir apa pun. Saya hanya menyerahkan KTP yang rusak, lalu menunggu petugasnya untuk mencetak ulang.

ADVERTISEMENT

Proses mencetaknya pun sebentar, nggak sampai sepuluh menit, nama ibu saya sebagai pemilik KTP sudah dipanggil. KTP milik ibu saya sudah kembali baru lagi. Mudah, cepat. dan nggak ribet.

Setelah urusan cetak ulang KTP selesai, saya langsung bersyukur. Meskipun kondisi Kabupaten Bangkalan yang dari dulu hanya gini-gini saja dan minim perubahan, seenggaknya untuk urusan dokumen, Dispendukcapil Bangkalan Madura berbenah semakin baik.

Jadi, buat warga Bangkalan Madura khususnya yang tinggal di desa dan ingin mengurus dokumen seperti KTP, KK, atau Akta, nggak usah takut lagi ya, apalagi sampai pakai calo. Tinggal datang langsung ke Mal Pelayanan Publik di Bangkalan Plaza. Gampang dan anti ribet, kok.

Penulis: Siti Halwah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduraKTPmaduramal pelayanan publikPerbarui KTP
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Nggak Semua Warga Kampung Arab Bondowoso Bisa Bahasa Arab, Jangan Berharap Ketinggian Mojok.co

Nggak Semua Warga Kampung Arab Bondowoso Bisa Bahasa Arab, Jangan Berharap Ketinggian

13 November 2023
3 Rencana Proyek Pembangunan di Madura yang Terdengar Brilian padahal Cuma Ide Ngasal!

3 Rencana Proyek Pembangunan di Madura yang Terdengar Brilian padahal Cuma Ide Ngasal!

19 Oktober 2025
PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

28 Mei 2026
Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi Mojok.co

Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi

10 November 2025
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

Krisis Rumput Pakan Sapi di Madura Itu Bukan Hal Sepele, Masak Nyari Rumput Aja Harus Melintasi Suramadu?

19 Juli 2023
Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Berkat untuk Dibawa Pulang Mojok.co

Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Nasi Berkat untuk Dibawa Pulang

31 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.