Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat 

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
3 Juni 2025
A A
Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat Mojok.co

Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat (https://unnes.ac.id/)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah terlalu banyak cerita, atau mungkin lebih tepat disebut sambatan, fasilitas kampus atau sekolah semakin keren setelah seseorang jadi alumni. Cerita semacam itu juga menimpa saya. Saya merasa fasilitas Universitas Negeri Semarang atau UNNES semakin lengkap setelah saya lulus pada 2018 lalu. 

Sedikit kilas balik, saat saya menempuh S1 jurusan Ilmu Politik di UNNES, lingkungan kampus masih sepi dan jauh dari kesan keramaian. Asal tahu saja, walau berada di Kota Semarang, lokasi UNNES memang agak terpencil. Saat malam hari, suasana sekitar kampus begitu gelap karena minimnya penerangan jalan. Suasananya kian mencekam karena cerita horor tentang dosen gaib yang beredar di kalangan mahasiswa. 

Akan tetapi, kondisi tersebut akan sulit kalian temukan di UNNES versi sekarang ini. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, pihak universitas mulai melakukan banyak pembenahan. Berikut ini beberapa perbaikan yang dilakukan kampus yang membuat saya menyesal telah lulus cepat. Lebih tepatnya, saya menyesal tidak jadi mahasiswa Unnes di generasi ini. 

#1 Tersedia lampu penerangan yang cukup di setiap fakultas

Dulu, melintasi area kampus saat malam hari terasa seperti sedang berada di adegan film horor. Terutama di jalur yang menghubungkan Fakultas Ekonomi hingga Fakultas Keolahragaan. Pencahayaan saat itu sangat minim—remang-remang, bahkan nyaris gelap. Mahasiswa yang mengikuti kelas sore atau aktif dalam kegiatan organisasi malam hari harus ekstra hati-hati. Risiko tersandung, tersesat, atau bahkan mengalami kejadian mistis menjadi kekhawatiran yang cukup nyata. Kurangnya penerangan memang menjadi persoalan yang cukup klasik di UNNES pada masa itu.

Kini, situasinya sudah jauh lebih baik. Deretan lampu jalan telah dipasang secara merata dan menyala dengan terang, menerangi setiap sudut jalur antar fakultas. Area yang dulunya gelap dan menimbulkan rasa waswas kini terasa jauh lebih aman dan nyaman untuk dilalui, bahkan pada malam hari. Berkat fasilitas lampu penerangan jalan ini, tentu membuat aktivitas mahasiswa di luar jam kuliah bisa berjalan lebih lancar tanpa kekhawatiran berlebihan soal keselamatan.

#2 Terdapat bangku di sepanjang trotoar, UNNES menjadi ruang nyaman untuk berkumpul

Trotoar di UNNES kini bukan sekadar jalur untuk berjalan kaki saja. Sepanjang jalan yang menghubungkan antar fakultas telah dipasang bangku-bangku yang tertata rapi, memberikan tempat istirahat yang nyaman bagi mahasiswa. Mereka yang lelah berkeliling kampus atau menunggu jam kuliah berikutnya bisa duduk santai tanpa harus jongkok di tangga atau duduk di rerumputan yang kurang nyaman.

Bahkan, hampir setiap malam bangku-bangku tersebut selalu dipenuhi mahasiswa yang ingin bersantai, berdiskusi, atau sekadar melepas penat setelah aktivitas sehari-hari. Tak jarang pula, warga sekitar memanfaatkan ruang ini sebagai tempat berkumpul yang nyaman.

Padahal, dulu suasana kampus yang sepi dan minim fasilitas ini sering kali menimbulkan kesan suram dan kurang ramah. Namun, beda cerita dengan saat ini, bangku-bangku di sepanjang trotoar dan lingkungan yang lebih terbuka menghapus kesan mencekam. Tempat duduk ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas praktis, tetapi juga menjadi titik kumpul yang mempererat interaksi sosial antar mahasiswa. Berkat perubahan ini, mahasiswa punya pilihan lain untuk nongkrong di kampus selain warung burjo terdekat.

Baca Juga:

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

#3 Jembatan penyebrangan dari FBS ke fakultas lain

Selanjutnya ada terobosan infrastruktur yang sangat layak diapresiasi yaitu pembangunan jembatan penyeberangan yang menghubungkan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dengan kawasan kampus timur, meliputi Fakultas Ekonomi (FE), FISIP, FIPP, FIK, dan FH. Sebelum jembatan ini dibangun, mahasiswa UNNES harus menyeberang jalan raya yang padat dan ramai sehingga memakan waktu lebih lama dan menjadi kendala terutama saat jadwal kuliah yang mepet.

Dengan adanya jembatan ini, mobilitas antar fakultas berangsur-angsur menjadi jauh lebih mudah dan aman. Mahasiswa bisa menyeberang tanpa harus berhadapan langsung dengan lalu lintas kendaraan di area kampus, sehingga perpindahan antar fakultas menjadi lebih efisien. Namun, sayangnya jembatan tersebut tidak dibuka pada malam hari, sehingga mahasiswa yang beraktivitas setelah matahari terbenam mau tidak mau harus menyebrang di bawah jembatan.

#4 UNNES kini punya shuttle run, mahasiswa bisa lebih menghemat tenaga sebelum melakukan aktivitas kampus

Unnes juga menyediakan layanan shuttle run yang sangat membantu mahasiswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari di kampus. Shuttle beroperasi mulai pagi hingga sore hari dengan jadwal yang cukup sering, sehingga mahasiswa tidak perlu menunggu lama untuk berpindah lokasi. Armada yang memadai membuat perpindahan antar fakultas maupun fasilitas kampus yang cukup luas jadi lebih mudah dan nyaman.

Adanya layanan shuttle run menjadi solusi yang sangat membantu, apalagi jika dibandingkan dengan pengalaman saya dulu saat masih kuliah. Saat itu, berjalan kaki dari satu fakultas ke fakultas lain sering kali membuat badan basah oleh keringat sebelum kegiatan kampus benar-benar dimulai.

Kini, dengan adanya shuttle, mahasiswa dapat menghemat tenaga dan waktu secara lebih baik. Perjalanan antar lokasi di kampus juga menjadi lebih efisien, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalani perkuliahan maupun mengikuti berbagai aktivitas organisasi tanpa harus kelelahan berlebih.

#5 Gedung parkir bertingkat bermunculan di beberapa fakultas UNNES

Dahulu, mencari tempat parkir di lingkungan kampus UNNES seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Lahan parkir yang terbatas membuat persaingan untuk mendapatkan spot yang strategis dan aman untuk parkir menjadi sangat ketat. Bagi banyak mahasiswa, mendapatkan tempat parkir terasa seperti sebuah keberuntungan, apalagi saat jam-jam sibuk perkuliahan. Kondisi ini tentunya menimbulkan rasa kurang nyaman, terutama bagi mereka yang harus datang pagi-pagi demi mendapatkan posisi parkir yang layak.

Ketatnya persaingan ini tak jarang malah memicu ketegangan antar mahasiswa dari fakultas yang berbeda. Bahkan, situasi tersebut kerap menjadi bahan sindiran dan perdebatan di media sosial, di mana mahasiswa merasa bahwa tempat parkir mereka diambil alih oleh rekan dari fakultas lain. Sehingga kehadiran fasilitas gedung parkir bertingkat tiga di beberapa fakultas tersebut seharusnya mampu meredakan konflik sekaligus memberikan solusi yang lebih efisien dan nyaman bagi seluruh staf dan mahasiswa.

Itulah beberapa pembaruan fasilitas yang menghiasi kampus UNNES setelah saya lulus. Fasilitas-fasilitas yang dulu hanya bisa dibayangkan, kini benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Kampus yang dulu terasa sepi dan jauh dari kata “nyaman” kini telah menjelma menjadi ruang belajar yang lebih ramah, modern, dan layak untuk dijadikan tempat tumbuh—bukan hanya secara akademik, tapi juga sosial dan personal. Jujur saja sebagai alumni ada perasaan bangga dan sedikit iri hati pada mahasiswa UNNES sekarang. 

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Keunikan UIN Jogja, Mahasiswanya seperti Nggak Kuliah di Kampus Islam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2025 oleh

Tags: kampus semarangMahasiswaSemarangUNNES
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

5 Cara Jitu Menghasilkan Cuan yang Saya Lakukan Saat Jadi Mahasiswa, Bisa Bayar Kuliah dan Tabungan Menikah

5 Cara Jitu Menghasilkan Cuan yang Saya Lakukan Saat Jadi Mahasiswa, Bisa Bayar Kuliah dan Tabungan Menikah

23 Agustus 2024
Agar Gelar S.Pd Tidak Lagi Jadi Sarjana Penuh Derita

Agar Gelar S.Pd. Tidak Lagi Jadi Sarjana Penuh Derita

13 April 2020
HMJ UIN Walisongo Semarang Itu Organisasi Overrated yang Keberadaannya Nggak Penting-penting Amat

HMJ UIN Walisongo Semarang Itu Organisasi Overrated yang Keberadaannya Nggak Penting-penting Amat

29 Februari 2024
tipe mahasiswa kelas sore mojok

4 Tipe Mahasiswa Unik yang Bisa Ditemukan di Kelas Sore

8 November 2020
4 Kisah di Drakor At a Distance, Spring is Green yang Merepresentasikan Susahnya Kehidupan Mahasiswa terminal mojok

4 Kisah di Drakor At a Distance, Spring is Green yang Merepresentasikan Susahnya Kehidupan Mahasiswa

25 Juli 2021
Disrupsi Angkringan dan Kafe Matinya Tempat Nongkrong di Area Salatiga (Unsplash)

Disrupsi Angkringan dan Kafe: Matinya Tempat Nongkrong di Area Salatiga

13 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.