Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Ending My Liberation Notes: Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan

Rizal Nurhadiansyah oleh Rizal Nurhadiansyah
30 Mei 2022
A A
Ending My Liberation Notes Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan Terminal Mojok

Ending My Liberation Notes Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea My Liberation Notes telah berakhir semalam. Rasa lega dalam diri para karakter terpancar di layar, dan itu yang mereka cari selama ini: kelegaan. Namun, apakah penonton juga lega dengan open ending seperti semalam? Belum tentu.

Dari pengamatan saya di Twitter, sebagian penonton drama ini sebetulnya menginginkan lebih. Misalnya, Mi Jeong dan Mr. Gu menghelat pernikahan, Yeom Chang Hee mendapatkan semua keinginannya, dll. Tentu, happy ending bisa menyenangkan banyak penonton, terutama para shippers Mi Jeong dan Mr. Gu. Pertama, menurut saya, mereka mampu memecahkan masalah mereka di akhir atau setidaknya tahu apa akar dari masalah mereka. Kedua, jika ending-nya dibuat dramatis, itu akan jomplang dengan 98% isi drama ini. My Liberation Notes adalah realistic fiction, jadi ending semalam sudah sangat tepat—tidak terlalu dramatis dan melegakan. 

Satu poin yang sangat penting dari kesimpulan My Liberation Notes adalah kebebasan memang layak diperjuangkan dan disebarkan. Kita tahu apa yang akan dilalui ketika berusaha membebaskan diri kita dari masalah-masalah. Rasanya berat dan kadang depresif. Namun, itu memang harga yang harus kita bayar untuk mendapatkan kebebasan.

Seperti Mi Jeong, kita semua butuh teman seperjuangan. Misalnya, Mi Jeong memberikan ide Klub Pembebasan pada Park Sang Min dan Cho Tae Hun. Atau, pada episode 16 semalam, anggota Klub Pembebasan berkumpul kembali dan Park Sang Min membicarakan soal publikasi “buku pembebasan” yang selama ini mereka tulis—dengan nama asli mereka disamarkan. Hal itu diharapkan akan mendorong orang lain untuk membebaskan diri dari apa pun yang merepresi mereka, baik yang ada di dalam atau di luar diri mereka. 

Selain poin di atas, ada hal yang mengejutkan. Pada saat mereka berkumpul, Cho Tae Hun merasa belum terbebaskan, tapi dia tahu apa akar dari permasalahannya. Kemudian, Mi Jeong mengatakan bahwa itu bukan masalah, yang terpenting dari upaya pembebasan mereka adalah menemukan apa yang sebenarnya mengurung mereka, sehingga mereka bisa mencari jalan yang benar untuk keluar. Artinya, upaya kita terhadap apa pun tidak akan pernah sia-sia. Upaya kita selama ini mungkin belum berhasil mengantarkan kita ke tempat tujuan, mungkin kita tersesat beberapa saat, tapi ketika kita sudah berada di jalan, setidaknya ada peta yang akan mengembalikan kita ke jalan yang benar. 

Lalu, apa yang terjadi pada para karakter di My Liberation Notes?

Yeom Chang Hee

Perubahan terbesar dalam diri Chang Hee adalah ketika dia menjadi semakin bijak dalam memandang hidup. Dia selalu ingin menjadi orang kaya selama ini. Namun, di akhir, apakah dia menjadi orang kaya? Tidak. Secara materi, tidak. Namun, dia menjadi “kaya” sebagai manusia.

Ini terlihat dari bagaimana Chang Hee memilih untuk meninggalkan rapat penting yang bisa mengubah hidupnya, membuatnya menjadi orang kaya. Dia justru lari ke rumah sakit karena kondisi Hyeok Su yang semakin parah. Dia tahu betul apa yang dia lakukan.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Menjelang akhir episode 16, kita diperlihatkan Chang Hee yang salah masuk kelas. Harusnya dia masuk ke ruangan untuk belajar tentang lukisan dan Sastra Korea, tapi dia justru berada di ruangan tempat belajar menjadi direktur pemakaman. Memang, kita tidak tahu apakah nantinya Chang Hee akan menjadi direktur pemakaman atau tidak—karena dramanya sudah berakhir—tapi kita tahu Chang Hee percaya kepada dirinya pada momen itu. Dia yakin langkahnya tidak salah.

Sementara itu, hubungan Chang Hee dengan Hyeon A pun baik seperti biasanya. Hyeon A juga kini telah menemukan dirinya kembali yang sempat hilang. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada Hyeon A dan apa yang akan dia lakukan untuk masa depannya, tapi kita tahu Hyeon A selalu kuat.

Yeom Mi Jeong & Mr. Gu

Yeom Mi Jeong mampu menyelesaikan masalah dengan mantannya yang tidak tahu diri itu. Masalahnya memang tidak 100% selesai, tapi begitulah kehidupan. Selalu ada sisa dari masalah-masalah yang kita hadapi. Namun, yang terpenting bagi Mi Jeong adalah dia bisa tersenyum dengan benar, bukan senyum yang dia paksakan. Mi Jeong akhirnya merasakan apa itu kebahagiaan berkat dirinya yang sudah bebas.

Di sisi lain, Mr. Gu juga mulai berdamai dengan dirinya. Dia tidak lagi menyiksa diri dengan menjadi pencandu alkohol. Selama ini, menurut saya, alkohol adalah analogi untuk iblis dalam diri Mr. Gu. Kini, dia mampu mengatasi itu, setidaknya dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk keluar dari belenggu itu. Tidak mudah, tapi dia berusaha. Hubungannya dengan Mi Jeong pun berjalan dengan baik.

Yeom Gi Jeong & Cho Tae Hun

Meskipun hubungannya masih terasa kaku, tapi jelas Yeom Gi Jeong tidak akan menyerah untuk itu. Terlepas dari kenyataan bahwa dia mungkin juga kaku dan memiliki kekurangan tertentu, dia masih sangat peduli pada Tae Hun dengan membeli roti bahkan dalam keadaan mabuk setiap tiga hari. Gi Jeong bilang dia mencintainya. Itu menandakan dia akan terus memperbaiki hubungan mereka dan tidak pernah melepaskannya. Kita memang tidak diperlihatkan lebih banyak apakah Gi Jeong mampu menghadapi Tae Hun dan keluarganya, tapi yang jelas Gi Jeong bukan orang yang akan menyerah.

Mr. Yeom & Istri

Mr. Yeom mengakui kepada anak-anaknya bahwa dia tidak sekuat mereka, dan bahkan memberi tahu Chang Hee bahwa jika dia ingin hidup sendiri maka itu juga tidak masalah. Ini pertama kalinya penonton mendengar sosok Mr. Yeom terbuka tentang perasaannya yang sebenarnya, mengingat sebagian besar waktu dia pendiam dan reflektif. Mr. Yeom juga kini diurus oleh istri barunya setelah sang istri meninggal, dan anak-anak tidak masalah dengan hal itu. Kita melihat kelegaan pada diri Mr. Yeom yang sebelumnya dia adalah orang yang selalu memendam perasaan dan pikirannya. 

Drama My Liberation Notes semalam ditutup dengan realistis. Ada banyak sekali nilai yang tidak langsung kita mengerti dari kesimpulannya, tapi inti dari semuanya adalah tiap karakter mendapatkan kelegaan. Mereka seolah menghirup udara yang baru. Ada banyak hal yang menandai fase baru dalam hidup mereka: pindah ke kota, memotong rambut, berhenti minum, hingga mengambil keputusan yang tidak biasa diambil.

Kalau boleh memberi nilai berupa angka untuk My Liberation Notes, saya pribadi akan memberi nilai 10 dari 10 alias sempurna. Nilai sempurna untuk ketidaksempurnaan drama ini. Tidak semua hal akan berakhir semau kita, tapi akan selalu ada jalan untuk memperbaikinya. 

Nah, kamu sendiri sebagai penonton sudah merasa lega belum?

Penulis: Rizal Nurhadiansyah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Drama Korea Terbaru yang Akan Tayang di Bulan Juni 2022.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2022 oleh

Tags: drama koreaendingMy Liberation Notes
Rizal Nurhadiansyah

Rizal Nurhadiansyah

Pemerhati sinema yang menganggap hidup adalah film dengan naskah yang belum selesai. Aktif menulis cerpen dan puisi. Menggunakan media sosial untuk studi banding karakter manusia.

ArtikelTerkait

drama korea terbaru MOJOK.CO

Drama Korea Terbaru yang Tayang di Bulan Juli 2020

10 Juli 2020
Mengenal Taejong, Raja Ketiga Dinasti Joseon yang Muncul dalam Drakor 'Joseon Exorcist' terminal mojok

Drakor ‘Joseon Exorcist’ Diputus Penayangannya Lantaran Menuai Kontroversi, Siapa Sosok Raja Taejong Sebenarnya?

26 Maret 2021
4 Persamaan Pasangan Baek-Hong dalam Drama Korea Queen of Tears dan When The Phone Rings yang Jarang Disadari Penonton

4 Persamaan Pasangan Baek-Hong dalam Drama Korea Queen of Tears dan When The Phone Rings yang Jarang Disadari Penonton

19 Desember 2024
rekomendasi drama korea mojok oh my baby episode 1 sinopsis dan komentar mojok.co oh my baby episode 2 oh my baby episode 3 oh my baby episode 4 episode 5

Oh My Baby Episode 4: Sinopsis dan Komentar

31 Mei 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married

6 Mei 2020
10 Drama Korea Melodrama Terbaik Sepanjang Masa Terminal Mojok

10 Drama Korea Melodrama Terbaik Sepanjang Masa

11 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.