Oh My Baby Episode 4: Sinopsis dan Komentar

Artikel

Avatar

Oh My Baby episode 4 dibuka dengan Jang Ha-ri yang rupanya masih tak kapok mencari pendonor sperma untuknya. Setelah mendapatkan masalah pada beberapa waktu lalu, kini ia mulai membidik orang-orang terdekatnya yang potensial.

Ide ini terlintas setelah melihat Han Yi-sang, Yoon Jae-young, dan Choi Kang-euddeum dalam satu frame saat akan pemotretan untuk keperluan majalahnya. Niat ini pun tercium oleh Jae-young karena Ha-ri menatap ketiganya dengan intens. Ia sempat memperingatkan rekan-rekannya untuk berhati-hati dengan tatapan Ha-ri.

Benar saja, setelah pemotretan selesai, Ha-ri langsung menyusul ketiganya yang akan pulang. Ia kemudian menawarkan makan siang bersama kepada ketiga lelaki tersebut. Tindak tanduk Ha-ri benar-benar membuat ketiganya khawatir dan mencoba mengelak ajakan tersebut. Wanita memang selalu benar dan tak terkalahkan. Ketiganya terpaksa menurut dengan Ha-ri karena berbagai alasan yang mereka lontarkan, dimentahkan wanita tersebut.

Ha-ri memang definisi perempuan gigih untuk mendapatkan sesuatu. Meski akhirnya malah bikin malu dan kocak sepanjang episode. Oh ya, tiga pria ini juga dibuat takut dengan sikap Ha-ri yang berani itu.

Nah, di Oh My Baby episode 4 ini, Ha-ri benar-benar membawa mereka untuk makan siang di sebuah kafe. Ia pun mulai menyeleksi satu per satu laki-laki. Mulai dari keturunan keluarganya sampai kondisi tubuh ketiganya.

Namun, seperti yang sudah-sudah, Ha-ri tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru. Ia meminta tiga laki-laki itu berteman dengannya.

Ha-ri menyeleksi satu per satu “temannya” saat bekerja atau kebetulan sedang beraktivitas dengan ketiga laki-laki itu. Ia bahkan membayangkan tiga laki-laki kandidatnya versi mini, atau anak Ha-ri kelak kalau mereka mempunyai keturunan. Benar-benar lucu sih ini. Imajinasi si Ha-ri luar biasa.

Baca Juga:  Dari Drama Korea ke Dunia Nyata: Betapa Sensitifnya Kita Terhadap Pelakor

Ibu Ha-ri pun masih kepikiran dengan sikap anaknya ini. Ha-ri yang tak ingin menikah namun menginginkan anak membuatnya pusing bukan kepalang. Ia juga mendesak Jae-young supaya mau menikahi putrinya, meski di atas kontrak. Namun, terang saja Jae-young selalu menolak karena menganggap Ha-ri sebagai adiknya sendiri.

Lee Ok-ran, ibunda Ha-ri memikirkan supaya anaknya bisa memiliki keturunan dengan cara yang benar. Setelah mendapatkan penolakan dari Jae-young, ibundanya mulai menyeleksi satu per satu anak dari rekan-rekannya. Ia menelepon temannya untuk menanyakan putra-putra mereka.

Bahkan, ibunda Ha-ri juga mencari kandidat CS bank, guru les musik, hingga laki-laki random di jalan. Tapi “hilal” tak terlihat juga. Tidak ada calon mantu yang sesuai karena kebanyakan sudah menikah atau punya anak.

Kabar baiknya, setelah Yi-sang mati-matian menolak Ha-ri, di episode ini ia semakin menunjukkan ketertarikannya. Hubungan mereka memang lucu-lucu menggemaskan sih. Apalagi sikap Yi-sang seperti cemburu dengan Jae-young. Ya meski belum terang-terangan sih.

Tapi Yi-sang cukup perhatian dengan Ha-ri, sampai menasehatinya tentang pernikahan hanya untuk mendapatkan bayi. Sikap Ha-ri bagaimana? Ya dia cuek lah dengan komentar si Yi-sang ini. Soalnya nggak sesuai dengan visinya.

Yi-sang memang dasarnya tidak ingin menikah setelah patah hati beberapa tahun lalu. Ia juga tak menyukai bayi. Meski keluarga juga mendesaknya supaya bisa move on dan menikah.

Meski begitu, permasalahan donor sperma yang sempat mendera Ha-ri berbuntut panjang. Ia digosipkan oleh rekan kerjanya karena hal tersebut. Ya pantas saja, permasalahan ini kan tidak lazim. Seorang perempuan yang belum menikah menginginkan pendonor sperma. Terus tertangkap basah polisi karena perilaku ini ilegal. Belum lagi yang parah karena ia juga masuk dalam pemberitaan.

Baca Juga:  Rekomendasi Podcast Seru yang Bisa Didengar di Sela-sela Kesibukan

Hal ini juga membuat Ha-ri harus dipanggil pimpinan medianya. Ia bakal menghadapi sidang pendisiplinan karena kasus donor sperma ini. Ha-ri mendapat protes dari komunitas ibu-ibu yang tidak suka dengan caranya mendapatkan anak. Apalagi yang merugikan majalahnya, Ha-ri sempat membawa profesi sebagai wartawan, untuk menutupi kedok donor sperma ilegal tersebut.

Berbagai masalah ini membuat Ha-ri kembali berpikir terkait keputusannya untuk memiliki anak tanpa menikah. Ia disadarkan dengan pernyataan ibu-ibu soal susahnya mengasuh bayi tanpa ayah yang jelas. Ha-ri juga memikirkan soal kenangan bersama ibunya saat kecil. Ibu yang mengurus anaknya sendiri dan bersusah payah memberikan yang terbaik untuknya tanpa didampingi seorang ayah.

Ha-ri memang agaknya gegabah dengan visi mendapatkan anak. Apalagi tujuannya supaya bahagia, setelah melihat wajah semringah sang ibu saat memiliki anak. Padahal membesarkan anak tak semudah itu. Kebahagiaan tak melulu soal keturunan, meski itu bisa jadi salah satu pemicu kebahagiaan masa sekarang.

Terlepas dari itu semua, benarkah Ha-ri menyerah dengan adanya masalah yang bertubi-tubi? Atau ini hanya kesadaran sementara Jang Na-ra sebelum menjalankan lagi visinya dengan memikirkan cara lain?

BACA semua sinopsis drama Korea Oh My Baby di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.