Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Di Balik Akun Palsu dan Alasan Kenapa Ada Orang Suka Berpura-Pura Menjadi Orang Lain

Dita Juwita oleh Dita Juwita
24 Desember 2019
A A
pura-pura menjadi orang lain
Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa ya ada orang yang suka pura-pura menjadi orang lain di internet? Pura-pura jadi orang cantik bermodalkan foto orang lah, pura-pura jadi orang yang punya profesi bergengsi lah. Padahal ya aslinya jelas itu bukan dia?

Ternyata fenomena pura-pura jadi orang lain ini ada istilahnya. Namanya Catfishing. Agak mirip sama Roleplayer (yang emang kerjaannya pura-pura jadi orang lain) cuma kalau di RP, orang-orang udah tahu kalau itu bukan sosok aslinya, dan biasanya kalo RP itu pura-pura jadi orang yang emang nggak mungkin, contohnya artis korea.

Fenomena Catfishing biasanya terjadi di aplikasi kencan, dengan tujuan menipu korban untuk keuntungan dia sendiri—bisa dengan nyolong foto orang lain, pake nama palsu, dan jadi deh identitas palsu. Tapi nggak cuma buat nipu aja sih, ada juga orang yang melakukan Catfishing cuma untuk kesenangan pribadi aja.

Jadi, kenapa orang melakukan Catfishing? Kenapa sih nggak jadi diri sendiri aja di media sosial? Kenapa harus berpura-pura menjadi orang lain, pake foto orang lain, dan pura-pura melakukan aktivitas yang sama sekali nggak dia jalanin sekarang? Ternyata ada beberapa alasan.

Pertama, orang itu ingin tampil sebagai seseorang dengan versi yang lebih baik dari mereka sendiri. Bisa jadi memang itu keinginan terpendamnya. Misal yang nyolong foto orang cantik, ya karena mereka ingin mereka bisa secantik itu. Yang pura-pura jadi dokter, mungkin karena dia pengen jadi dokter, dst.

Kedua, orang itu melakukan Catfishing sebagai pelarian dari kehidupan nyata yang dia jalani sekarang, yang bisa jadi, dia nggak suka sama kehidupan yang sedang dia jalani sekarang, dibanding kehidupannya di dunia maya sebagai orang lain.

Orang itu mikir kalau dengan melakukan Catfishing, dia bisa dapet pengakuan yang dia harapkan di media sosial. Contoh: pujian cantik, pinter, baik, kaya, dan lain-lain. Padahal ya kehidupan asli mereka nggak bener-bener kayak gitu. Bisa jadi malah berbanding terbalik dengan yang mereka tampilkan di media sosial.

Orang yang melakukan Catfishing—dan melakukan pelarian dari realita yang dia jalani saat ini—biasanya punya kepercayaan diri yang rendah, dia nggak PD dengan dirinya yang sesungguhnya. Jadinya, dia ingin menarik perhatian orang lain untuk menaikan kepercayaan dirinya dengan cara berpura-pura menjadi orang lain tadi. Perasaan nggak PD dan insecure yang dimiliknya ini yang membuat dia mencari kenyamanan dengan menjadi orang lain.

Baca Juga:

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Karena merasa aman dengan berlindung dengan identitas palsu tadi, di sinilah dia dapet kebebasan untuk mengekspresikan apa pun yang selama ini dia tahan-tahan. Dan ini agak serem sih soalnya, mereka bisa ngapain aja dengan identitas palsu itu. Mau ngomong apa kek, julid kek, bikin give away kek, bikin orang naksir dia kek, sampe nipu orang juga bisa banget. Ada juga lho orang yang emang sengaja ngelakuin Catfishing  dengan tujuan ingin balas dendam ke orang lain, dan dia merasa aman dengan menggunakan identitas palsu ini.

Catfishing ini banyak juga dilakukan oleh seseorang yang merasa kesepian. Karena dengan berpura-pura menjadi orang lain, dia bisa mendapatkan perhatian yang nggak bisa dia dapetin di kehidupan nyata. Dan ini jadi penting banget buar orang yang emang attention seeker. Sebenernya kasihan sih ya, tapi cara mereka ini nggak bener.

Terakhir, seseorang melakukan Catfishing juga bisa jadi karena emang orangnya punya kesulitan untuk jujur alias emang suka bohong. Baik di kehidupan nyata, maupun di sosial media.

Terus kita harus gimana? Apa ada cara untuk mencegah informasi kita dicolong oleh pelaku Catfish, atau cara agar kita nggak jadi korban Catfish? Atau mungkin, cara agar kita ga menjadi pelaku Catfish itu sendiri? Aku punya beberapa solusi.

Pertama, agar informasi kita ga dicolong pelaku Catfish, upayakan agar kita nggak terlalu banyak menceritakan informasi pribadi diri kita. Iya tahu ini susah. Apalagi kalau kita orangnya suka banget update. Tapi jangan terlalu detail sampe update segala macem. pilah dan pilih update-an kita

Kedua, agar kita nggak jadi korban Catfish, sebaiknya kalau mau kenal seseorang lewat online, cari tahu sebanyak mungkin tentang dia. Google fotonya, google namanya, cari tau sebanyak mungkin buat mengantisipasi penipuan. Jangan langsung percaya sama orang lain di internet.

Terakhir, agar kita nggak jadi pelaku Catfish, coba sadari kalau semua orang punya kekurangan dan kelebihan. Terima diri kita apa adanya, sayangi diri apa adanya. Sadari bahwa kita nggak perlu jadi orang lain buat diterima dan diperhatiin orang lain. Upgrade kemampuan kamu biar kamu makin PD.

Jadilah diri kita sendiri, dan coba bertanggungjawablah dengan semua yang kita lakuin atas nama diri kita sendiri. Apa pun itu, sebaik apa pun pujian yang diterima dari orang lain, selama itu bukan atas nama kita, ya itu cuma kesenangan palsu semata. Itu buat orang lain, bukan kita

Iya tahu, semuanya emang nggak semudah itu. mau kita upload sesedikit apa pun, masih ada kemungkinan data kita dicuri orang lain. mau kita seteliti apapun ngecek akun orang di internet, masih ada kemungkinan kita ditipu. Dan emang nggak semudah itu jadi diri sendiri yang percaya diri 🙁 Tapi kalau nggak dicoba, kita nggak akan pernah tahu. Kalau kita nggak usaha, maka nggak ada perubahan apa pun yang terjadi.

Terus, kalau kita udah jadi pelaku Catfish, dan mau berubah, apa yang harus dilakukan? Pergi ke psikolog. Jujurlah ke psikolog, jangan lupa jujur ke diri sendiri.

Kenapa harus ke psikolog? Emang nggak bisa self treatment gitu? Karena biasanya perilaku Catfish itu addicted dan untuk menaikkan kepercayaan diri, keluar dari rasa insecure, berdamai dengan rasa penolakan yang pernah dialami, dan penyebab lainnya itu ga bisa kamu hadapi sendirian. Kamu butuh bantuan

Oh iya ada film yang bahas fenomena ini, judulnya Catfish (2010) coba tonton deh, filmnya bagus banget. dia mendokumentasi orang yang pura-pura jadi orang lain dan itu diangkat dari kisah nyata.

BACA JUGA Mengarang Cerita Hidup Bohongan Saat Diajak Ngobrol Orang Tak Dikenal atau tulisan Dita Juwita lainnya. Follow Twitter Dita Juwita.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2019 oleh

Tags: catfishingfake akunPsikologipura-pura menjadi orang lain
Dita Juwita

Dita Juwita

guru BK || curhat: http://counseling.ruangbk.com || narahubung: http://kontak.ruangbk.com

ArtikelTerkait

rasanya kuliah di jurusan psikologi enak susah berat mojok.co

Kuliah di Jurusan Psikologi Itu Enaknya Nggak Ketulungan

6 September 2020
bystander effect menolong orang kecelakaan mojok

Bystander Effect, Alasan Seseorang Enggan Menolong Orang Lain di Keramaian

12 Juli 2021
3 Penderitaan Mahasiswa Jurusan Psikologi yang Jarang Diungkapkan

3 Penderitaan Mahasiswa Jurusan Psikologi yang Jarang Diungkapkan

14 Mei 2024
takut akan ketinggian

Takut Akan Ketinggian itu Mengganggu Aktivitas

3 Oktober 2019
pernikahan

Jangan Nunggu Dirujuk, Datanglah ke Psikolog Sebelum Pesta Pernikahan Berlangsung

4 Oktober 2019
6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi (Unsplash)

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.