Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Cerita Hantu Adalah Kearifan Lokal yang Harus Dipertahankan

Dani Alifian oleh Dani Alifian
13 Agustus 2019
A A
cerita hantu

cerita hantu

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak milenial saya suka gusar ketika mendapat justifikasi seolah tidak peduli dengan budaya dan kearifan lokal, saya tidak terima dengan pendapat tersebut. Iya, saya masih tergolong anak milenial meski suka dipanggil bapak sama mbak mbak penjaga Indomaret—faktor muka paling berpengaruh.

Padahal saya juga masih suka dengan beberapa budaya lokal dan kearifan lokal, cerita hantu misalnya. Loh iya cerita tentang hantu masih bisa termasuk dalam kategori budaya lokal. Setiap daerah di Indonesia memiliki versinya sendiri tentang cerita hantu, mulai dari yang serem sampai yang tidak masuk akal.

Agar saya dinggap tidak apatis juga peduli pada budaya lokal. Cerita hantu bisa menjadi solusinya, ada beberapa catatan mengapa cerita hantu. Karena saya tidak hobi menari, bernyanyi, menulis, atau membaca. Saya hanya hobi mendengar salah satunya mendengar cerita hantu dari beberapa daerah dengan versi seremnya masing-masing.

Dilansir dari laman situs Kompas sosok lelembut alias makhluk halus yang dimiliki Indonesia sebenarnya cukup banyak. Sedangkan menurut situs Juru Kunci, ada 40 jenis hantu dari berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah 40 itu yang terdeteksi yang belum tentu masih banyak. Jadi tugas kita para milenial untuk mencari tahu lebih banyak sekaligus melestarikan cerita hantu ini. Nanti juga bakal berguna pada industri film pembuat hantu agar memiliki banyak varian gaya cerita sehingga tidak semonoton sekarang dan kelak anak cucu masih bisa ditakut-takuti cerita hantu agar cepat tidur siang.

Sedikit akan saya sebutkan beberapa hantu terkenal dari daerah di Indonesia. Akar Mimang dari Jawa, Banyu dari Samarinda, Jerangkong dari Jawa, Orang Pote dari Bawean, Palasik dari Minangkabau, Begu Ganjang dari Sumatra Utara, Kuyang dari Kalimantan, Banaspati dari Jawa, serta Peri dan Lampor dari Jawa, Orang Madura dan Banyuwangi Genderuwo. Di Jawa ada Pocong, Jawa Barat ada Kuyang, dan masih banyak lainnya. Seru juga nampaknya dijadikan lirik lagu dangdut—seratus lebih jenis hantu, itulah Indonesia jos jos.

Selain hantu yang saya sebut diatas, barangkali masih banyak hantu hantu lainnya yang saya tidak ketahui. Mohon maklum karena saya bukan anak indigo yang bisa mendatangkan hantu lalu mengajaknya bercanda di warung kopi. Tapi seandainya pun saya anak indigo hal hal yang saya tanyakan pasti tidak jauh jauh dari analisis ini—dan bukan bertanya siapa nama “mbah”.

Bahkan hantu juga memiliki negaranya masing masing, di Jepang, Cina, Amerika. Dan hantu tersebut tidak berlaku di Indonesia. Jelaslah—bayangkan saja jika pocong tiba-tiba jadi vampir, betapa sulitnya ia menghisap darah manusia. Jangankan ngejar untuk menghisap darah, jalan sendiri saja sudah susah.

Beberapa paruh waktu lalu ada juga cerita bis hantu—yang sebenarnya cerita ini sudah pernah saya dengan ketika SD dulu—dan sekarang kembali ramai dengan perubahan alur dan ketidakmasukakalan penjelasannya.

Baca Juga:

Cerita Horor Blok M Buatan Kawan Saya Bikin Saya Yakin Semua Urban Legend Adalah Karangan

Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lainnya Mana?

Jika berbicara budaya dan kearifan lokal dunia makhluk halus. Bis berhantu ini bukan dari golongan hantu daerah, tetapi lingkup nasional. Karena hantu daerah sulit bepergian dengan bis—genderuwo, tidak muat masuk pintu, pocong sulit naik, kuntilanak masih belum bisa move on dari anaknya.

Cerita hantu, beragam jenis varian cerita, bentuk, dan tingkat keseremannya merupakan sebuah budaya lokal yang merangkap bisa menjadi budaya nasional dan mesti dipertahankan—utamanya bagi anak milenial. Jangan sampai beredarnya film Annabelle menjadi stigma dekonstruksi perubahan hantu.

Jika Annabelle itu hantu Indonesia, pastinya film Annabelle tidak laku dipasaran. Annabelle akan kalah bersaing dengan hantu-hantu legendaris lainnya—genderuwo, wewe gombel, kuyang, pocong, kuntilanak. Karena film Annabella menurut saya tidak ada serem seremnya jika dibanding film hantu Indonesia –yang kian lama tidak jelas arah pembahasannya.

Apa seremnya coba, hanya sebuah boneka dengan mata melotot kemudian bisa membunuh manusia. Berbeda dengan genderuwo, lihat badannya dari jauh saja akan bergidik. Apalagi kuntilanak belatung pada punggungnya dijamin membuat anda pingsan di tempat.

Cerita hantu juga sebagai representasi dari kepercayaan yang dianut masyarakat Indonesia umumnya. Kepercayaan setelah ada kehidupan lain selain kehidupan kita. Mungkin di dunia makhluk halus saat ini juga memasuki era milenial, ada kuyang main gawai misalnya.

Cerita cerita hantu ini sebenarnya juga mengilhami film hantu garapan sutradara Indonesia. Meski tidak semua tetapi hantu indonesia saya rasa memiliki sisi keseruan tersendiri yang unik dan berbeda dari film luar negeri.

Sebagai anak millenial, ayo kita bersama sama membudayakan cerita hantu sebagai kearifan lokal. Bentuk melestarikan kepercayaan nenek moyang yang nanti bisa mengilhami industri perfilman. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: cerita hantucerita seramKearifan LokalUrban Legend
Dani Alifian

Dani Alifian

ArtikelTerkait

tarling

Tarling Cirebonan dan Konsep Marketing Mix yang Terkandung Di Dalamnya

19 Agustus 2019
4 Alasan Jarang Ada Cerita Hantu di Kampus UIN yang Viral

4 Alasan Jarang Ada Cerita Hantu di Kampus UIN yang Viral

4 Agustus 2022
lamalera

Lamalera dan Rindu yang Tak Kunjung Selesai

14 Juli 2019
lingsir wengi

Lagu Lingsir Wengi dan Kaitannya Terhadap Kemunculan Kuntilanak di Penginapan

19 September 2019
gendurenan

Gendurenan: Tradisi Thanksgiving Ala Desa Temulawak

11 September 2019
es teh

Tak Ada Es Teh di Batam?

6 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.