Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Blokir Gim Online Itu Solusi Bodoh yang Muncul dari Pemikiran Bodoh

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
29 Juni 2021
A A
blokir gim voucher game online mending rakit pc steam dark souls III genre game menebak kepribadian dota 2 steam esports fall guys mojok

steam dark souls III genre game menebak kepribadian dota 2 steam esports fall guys mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kemkominfo mempertimbangkan wacana untuk memblokir gim macam PUBG dan Free Fire. Wacana tersebut muncul setelah adanya permohonan dari Bupati Mukomuko, Sapuan, yang meminta agar gim tersebut diblokir karena bisa memberi dampak negatif anak. Wacana blokir gim ini tentu saja menyulut kontroversi. Banyak yang menolak, mengingat Indonesia adalah salah satu negara yang berprestasi di bidang gim online. Tapi, juga banyak yang mendukung, khususnya orang tua.

Orang tua yang bodoh, maksudnya.

Maaf-maaf saja, saya nggak tedeng aling-aling kalau udah perkara blokir gim ini. Kesopanan saya taruh di belakang, dan sudah saatnya orang tua yang protes perkara ini diam dan mendengarkan baik-baik.

Saya tahu, keluhan kalian paling utama adalah semenjak ada gim itu, diperparah pandemi yang mengharuskan pembelajaran daring, anak-anak jadi makin susah dilepaskan dari gawai. Kalian sudah mencoba melepaskan anak dari gawai, tapi gagal. Beberapa kasus, anak jadi tantrum.

Tapi, blokir gim ini jujur saja nggak bakal memberi efek signifikan. Masalah kalian tetap nggak selesai. Anak-anak tetap lengket dengan gawai, dan kalian tetap terjebak di masalah yang sama. Sedangkan orang-orang yang menggantungkan pemasukan dari gim harus menerima konsekuensi parah atas ketidakmampuan kalian mengatasi masalah.

Kalian ingin anak-anak kalian menjalani apa yang kalian jalani dulu ketika kecil. Bermain di sawah, memancing, menangkap kodok, atau kegiatan mengasyikkan yang ada di pikiran kalian. Kalian merasa bahwa ketika anak-anak menatap layar, itu adalah masalah serius.

Saya setuju perkara menatap layar saja adalah masalah serius. Tapi, kalian harus tahu bahwa zaman sudah tidak memihak Anda. Blokir gim, blokir aplikasi, hanya akan menyelesaikan masalah untuk sementara. Bakal ada hiburan lain yang muncul tiap satu hal diblokir.

Sebelum kalian mengerahkan semua otot di leher, meminta Kemkominfo blokir gim, kalian harus tahu juga bahwa kalian pun sebenarnya punya masalah yang sama. Dan itulah yang jadi masalah. Kenapa kalian nggak pengin anak memegang gawai lama-lama, kalau kalian pun melakukan hal yang sama?

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

Ayolah, nggak usah munafik. Saya tahu kalau kalian—yang mengaku generasi paling asyik—ini juga terjebak di dimensi yang sama dengan anak-anak. Bedanya, kalian mungkin terjebak di Instagram atau Facebook, sedangkan anak-anak terjebak di Miramar. Sebenarnya sama saja, orang tua dan anak-anak menemukan kesenangannya di gawai yang sama.

Kalau memang anak-anak kalian punya masalah yang serius dalam masalah kecanduan gawai, ya nggak langsung minta pemerintah untuk mencarikan solusi. Kalian bisa dan mau (bahkan bersemangat) bikin anak, tapi nggak mau cari solusi untuk masalah yang sebenarnya kalian buat sendiri. Bukankah itu munafik?

Kalau mau menghindari anak kecanduan, bikin aturan. Kalau anak ngeyel, hukum, terserah caranya, sebisa mungkin jangan pukul. Tegas ke anak, beri pengertian kalau sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Caranya gimana? Ya nggak tau, seni sekaligus risiko menjadi orang tua kan di situ. Sebelum bikin nggak mikir ya? Apa langsung buka celana doang?

Saya tahu bahwa nggak semua orang tua punya kemewahan untuk mengawasi dan menemani anak terus-terusan. Banyak yang bekerja, dan memberikan gawai ke anaknya agar masalah cepat selesai. Namun, segala aksi ada konsekuensi. Dan itulah yang harusnya dipikir dari awal, apakah risiko yang ada bisa diterima?

Maka dari itu, blokir gim sebagai solusi untuk anak agar tidak kecanduan gawai menurut saya adalah solusi bodoh yang dipikirkan oleh orang yang bodoh. Masalah tidak akan selesai. Blokir gim satu, muncul gim lain. Blokir gim itu lari dari masalah, bukan menyelesaikannya. Dan meminta pemerintah menuruti apa yang kalian inginkan sama saja menyerahkan tugas yang harusnya kalian lakukan. Enak banget apa-apa dibebanin ke pihak lain, nggak sekalian minta dibikinin rumah, dibayarin sekolah, sama cariin makan? 

Yang bisa dilakukan ya dampingi anak, beri pengertian, dan beri aturan tegas. Easier said than done, saya tahu, tapi ya memang itu yang harusnya dilakukan. Lagian siapa yang bilang mengurus anak itu mudah?

Perkara meminta blokir gim karena bisa memberi pengaruh negatif kepada anak… Begini. Bagaimana bisa orang tua bilang gim memberi pengaruh buruk kepada anak, sedangkan orang tuanya sendiri tidak hadir di masa tumbuh kembang anak, plus membaca berita hoax dan meyakininya?

Ngapain juga sih kalian minta blokir gim PUBG dan Free Fire soalnya memberi pengaruh buruk ke anak, anak-anak kayaknya nggak goblok-goblok banget deh meniru apa pun dari gim tersebut. Lagian, nggak usah main gim pun, pengaruh negatif itu menyebar dan berlipat ganda. Untuk sekarang sih, bentuknya kayak buzzer gitu.

Lagian, Bupati ngurusin ginian juga ngapain dah.

BACA JUGA Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Anak-Anakblokir gim onlinefree firekemkominfoOrang TuaPojok Tubir Terminalpubg
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

korban bully badut terawan bismillah cinta sinetron dialog jahat mojok

Jadi Percaya Diri seperti Pak Terawan

24 Juli 2021
Bagi Saya, Akulaku Adalah Platform E-Commerce yang Sangat Buruk Keamanannya terminal mojok.co

Bagi Saya, Akulaku Adalah Platform E-Commerce yang Sangat Buruk Keamanannya

11 Agustus 2021
Mas Leon Alvinda Putra, Nggak Masalah Jadi Artis Jalur Aktivis, Peluang Besar Jangan Disia-siakan! terminal mojok.co

Mas Leon Alvinda Putra, Nggak Masalah Jadi Artis Jalur Aktivis, Peluang Besar Jangan Disia-siakan!

1 Juli 2021
Dea Anugrah dan Betapa Melawan Influencer Itu Nggak Ada Gunanya terminal mojok

Dea Anugrah dan Betapa Melawan Influencer Itu Nggak Ada Gunanya

4 Juni 2021

Cantumkan Syarat Zodiak Tertentu dalam Info Lowongan Kerja: Serius atau Bercanda, sih?

19 Juni 2021

Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’, Analisis Sinetron tentang Remaja yang Jadi Istri Ketiga Om-om

2 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.