Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Yang Harus Dilakukan Pemerintah biar Nggak Ada Lagi Orang yang Ngeyel Keluar Rumah

Ananda Bintang oleh Ananda Bintang
25 Maret 2020
A A
ngeyel keluar rumah

Yang Harus Dilakukan Pemerintah biar Nggak Ada Lagi Masyarakat yang Ngeyel Keluar Rumah

Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah, kurang bisa dipatuhi oleh masyarakat Indonesia. Terlihat dalam beberapa video yang sempat viral, masih banyak orang-orang ngeyel keluar rumah, berkeliaran, dan berdalih “Mati itu di tangan Tuhan, takut kok ama corona.”

Heleeeh~ masalahnya kalau mati gara-gara korona, kematian orang yang tertular itu bisa nular juga looh, udah ngeyel merugikan orang lain pula.

Masih mending ada kepentingan mendesak, lah ini cuman nongkrong biasa yang tidak begitu jelas faedah dan manfaatnya, bahkan dari mereka malah bermain gawainya masing-masing, kalau begitu di rumah juga bisa toh?

Biar lebih efektif, sebaiknya pemerintah jangan hanya mengandalkan polisi untuk menertibkan kerumunan masyarakat yang bandel. Berikut beberapa tips agar masyarakat Indonesia nggak ngeyel keluar rumah dan tetap berada #DiRumahAja….

Melibatkan orang-orang terpercaya di masyarakat

Hal yang paling mudah dilakukan ialah tentu dengan memerintahkan para orang-orang terpercaya di suatu masyarakat, seperti ulama misalnya, atau jagoan di suatu kampung, intinya yang dapat dipercaya, untuk memberi tahu seberapa bahayanya virus korona ini. Kemarin saya sempat melihat postingan di Twitter tentang Aa Gym yang dengan gigihnya memberitahukan masyarakat sekitar untuk tidak keluar rumah, melalui speaker kecil yang biasa digunakan para pengamen untuk mendapatkan perhatian.

Hal ini terbukti ampuh, beberapa cuitan merespon positif usaha Ulama kawakan itu, bahkan beberapa masyarakat yang cukup dekat dengan beliau—masyarakat Gegerkalong Bandung—mengungkapkan bahwa kebanyakan masyarakat Gegerkalong sangat patuh dengan apa pun yang dikatakan Aa Gym, terlebih memang beliau mendirikan sebuah pondok pesantren di daerah Gegerkalong Bandung yang cukup terkenal dan diapresiasi orang sekitar. Maka dari itu, saatnya para jagoan kampung beraksi, untuk menasehati masyarakat agar tidak terlebih dahulu kongkow-kongkow~

Melibatkan ibu-ibu

Masyarakat kita adalah masyarakat tradisi lisan. Orang lebih percaya dari mulut ke mulut. Lantas siapa yang jago berbicara kalau bukan ibu-ibu? Lantas siapa yang manut-manut saja kalau disuruh emak-emak tanpa melawan mereka? Ya! Jawabannya adalah ibu rumah tangga. Pemerintah seharusnya memprioritaskan ibu-ibu untuk tes COVID terlebih dahulu ketimbang para anggota DPR, sebab sepertinya ibu-ibu lebih bisa mewakili kondisi rumah tangga mereka—himpunan rakyat terkecil—ketimbang DPR.

Ibu rumah tangga memang memiliki posisi khusus di dalam tatanan masyarakat kita. Selain menjadi penyumbang buah bibir—gossip–di masyarakat sekitar, kekuatan ibu rumah tangga melebihi berbagai kekuatan mana pun. Masih ingatkan dengan perilaku mereka yang menggunakan motor sesukanya, pake sen kiri belok ke kanan?

Baca Juga:

Pemerintah Bangkalan Madura Nggak Paham Prioritas, Memilih Sibuk Bikin Ikon Pendidikan daripada Perbaiki Kualitas Pendidikan

5 Cara Legal Boikot Pemerintah yang Ugal-ugalan

Selain itu pula, kecepatan informasi yang diterima ibu-ibu bisa melebihi kecepatan internet mana pun, dengan akurasi yang hampir sempurna. Yaa walaupun sering termakan hoax di whatsapp, setidaknya dari merekalah kepercayaan masyarakat dapat dibangun di tengah krisis kepercayaan kita terhadap pemerintah.

Melibatkan pasukan angsa

Para penggemar Laskar Pelangi pasti tidak asing dengan adegan Lintang yang selalu dihadang buaya besar ketika hendak berangkat ke sekolah? Hal tersebut sering mengganggunya, bahkan ia sempat tidak sekolah karena buaya besar tersebut menghalangi jalan utama ia pergi ke sekolah. Sayangnya, di Jawa, buaya besar tersebut sangatlah langka, dan sungguhlah aneh juga bahaya jika buaya dibiarkan nangkring di pinggir jalan.

Maka, tak ada yang lebih menakutkan lagi dibanding angsa yang siap menyosor kita. Hewan ini bisa menjadi andalan untuk membuat orang malas keluar rumah. Saya pribadi kadang lebih memilih menggunakan jalan lain untuk pulang dibanding harus bertemu dengan hewan berpatuk jingga ini. Kalau Putin konon katanya melepaskan harimau di jalan raya (ini sebenarnya hoax sih), pak Jokowi mestinya bisa mengeluarkan ribuan pasukan angsa yang siap menyosor masyarakat yang berkeliaran di luar rumah.

Pakai pocong keliling

Yang terakhir dan yang paling utama: keluarkan senjata pocong keliling. Masih ingat dengan mitos ini ketika kalian masih kecil? Saya sih pernah, dan gara-gara ini saya jadi parno keluar rumah. Sebagian masyarakat kita memang masih takut dan percaya pada hal-hal mistis ketimbang virus yang sudah benar-benar terbukti secara ilmiah dan sedang terjadi.

Pocong keliling adalah salah satu hantu yang pernah mewabah di beberapa kampung di Indonesia—tepatnya, lagi-lagi Jawa. Hantu tersebut begitu ditakuti masyarakat, karena termasuk “hantu baru” yang mengunjungi setiap rumah dan oleh karena itu masyarakat jadi lebih waspada dan nggak akan lagi ngeyel keluar rumah.

Ada yang sempat mengusut bahwa pocong keliling hanyalah modus kriminal baru, tapi yang jelas masyarakat lebih takut pocongnya ketimbang kriminalitas di balik bungkus kain putih itu.  Mungkin, jika virus Korona adalah jenis mahkluk ghaib yang baru, kita akan lebih takut keluar rumah, hehehe~

Empat tips di atas sepertinya bisa lebih efektif ketimbang para polisi yang gencar-gencar melakukan razia pada kerumunan. Alih-alih pada pulang ke rumah, orang-orang yang dirazia polisi justru akan merasa bangga dan keren, bahkan bisa masuk akun instagram progresif dengan caption A.C.A.B. Yaa, semoga virus ini bisa lekas menghilang dari Indonesia—dan juga di dunia—agar setidaknya kebodohan-kebodohan orang Indonesia tidak terlalu banyak diekspos media luar hihihihi~

BACA JUGA Yang Bisa Kamu Lakukan biar Nggak Bosan Setengah Mati di Rumah atau tulisan Ananda Bintang lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: pandemi coronapemerintahsocial distancingvirus corona
Ananda Bintang

Ananda Bintang

ArtikelTerkait

Kenapa Gen Z dan Milenial Tak Beli Rumah? Karena Memang Tak Bisa. Gaji Nggak Naik-naik, tapi Harga Properti Selalu Naik, Gimana Bisa Beli? KPR rumah

Kenapa sih Kalian Selalu Nyinyirin KPR Rumah? Kenapa Nggak Fokus Menuntut Pemerintah untuk Menjaga Harga Rumah agar Tidak Makin Gila?

27 Maret 2024
virus corona masker sampah kesehatan bekas pakai operasi masker mojok.co

Bagi Saya, Operasi Masker Itu Sangat Tidak Efektif

7 Oktober 2020
Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus Mojok,co

Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus

29 Mei 2024
Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi? (Pixabay.com)

Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi?

1 November 2022
Pemerintah Bangkalan Madura Nggak Paham Prioritas, Memilih Sibuk Bikin Ikon Pendidikan daripada Perbaiki Kualitas Pendidikan secara Menyeluruh Mojok.co

Pemerintah Bangkalan Madura Nggak Paham Prioritas, Memilih Sibuk Bikin Ikon Pendidikan daripada Perbaiki Kualitas Pendidikan

13 Juni 2025
Lebih Sedih Ditolak Kampung Halaman Ketimbang Ditolak Gebetan

Lebih Sedih Ditolak Kampung Halaman Ketimbang Ditolak Gebetan

25 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.