Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dibanding Tenaga Kesehatan, Emang Anggota DPR Udah Ngapain Kok Minta Diprioritasin?

Taufik oleh Taufik
24 Maret 2020
A A
Prestasi DPR Selain Mempersatukan Avatar Korea dan Avatar Anime terminal mojok.co

Prestasi DPR Selain Mempersatukan Avatar Korea dan Avatar Anime terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu pas ada demo besar-besaran di hampir semua wilayah di Indonesia, banyak yang mempertanyakan keberadaan para anggota DPR. Ada juga yang mempertanyakan kerjanya DPR tuh apa sih sampai-sampai rakyat harus turun sendiri untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Sebenarnya sih kita semua sudah tahu jawaban dari pertanyaan itu. Juga bisa menyimpulkan apa saja pekerjaan mereka. Kesimpulannya sama: kita tidak punya wakil rakyat. Atau, ya ada sih wakil rakyat, cuma pada budek kupingnya!

ADVERTISEMENT

Bukan bermaksud menyerang anggota DPR secara personal. Juga tidak bermaksud mengkritisi kinerja DPR dari yang hanya ditunjukan secara fisik saja. Tapi kok ya selama ini, mereka memang tidak banyak membuat perubahan khususnya terkait dengan kemaslahatan rakyat yang mereka wakilkan.

Lah pas ada virus corona saja mereka baru menunjukan batang hidungnya…

Itu pun, bukan sebagai penyambung keresahan masyarakat di tingkat daerah, provinsi, atau nasional. Mereka datang bukan untuk mengkritisi betapa lambannya pemerintah dalam menangani pandemi ini. Bukan juga untuk mengingatkan pemerintah supaya tidak menjadikan wabah ini sebagai lelucon belaka. Sebaliknya, mereka malah ikut ndagel dan berkolaborasi dengan pemerintah melakukan blunder-blunder (seperti saat mengesahkan RUU yang kontroversial) yang merugikan rakyat yang mereka wakili.

Lebih parahnya, mereka sama sekali tidak bersimpati dengan para tenaga medis yang menjadi martir untuk bisa menangani kekacauan akibat keterlambatan pemerintah merespon pandemi ini. Bukannya mendahulukan para tenaga medis untuk melakukan rapid test terhadap virus ini, para anggota dewan yang terhormat malah meminta untuk mereka lebih didahulukan untuk dicek kesehatannya. Sungguh blunder sekali nalar para anggota dewan ini. Eh, emang sejak awal mereka punya nalar, ya?

Dan anehnya, kita tidak kaget dengan kejadian seperti ini. Seakan-akan sudah terlatih dan nrimo ing pangdum kalau para wakil rakyat yang terhormat ini emang suka cari sensasi. Bahkan masih hangat di ingatan kita kalau beberapa waktu lalu ada anggota dewan yang menolak dites setelah mereka pulang berpergian dari luar negeri.

Para anggota DPR nih apa tidak melihat bagaimana gentingnya situasi akibat pandemi ini? Di Itali, negara maju yang fasilitas kesehatannya terbaik saja sampai kewalahan hingga harus membuat pilihan-pilihan untuk menyelamatkan warga yang mana dan mengikhlaskan warga yang lain karena mereka punya keterbatasan peralatan, obat, dan tenaga medis yang ada. Kalau apa yang terjadi sekarang adalah sebuah film bergenre perang, di sinilah saatnya kita merasa greget dan terharu.

Baca Juga:

Nggak Usah Ngiri dengan Tunjangan dan Kekayaan Anggota DPR, Lama-lama Bikin Gila

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

Saya tahu kalau para anggota DPR ini punya peran penting sebagai pembuat undang-undang. Tapi masalahnya, tenaga medis sekarang jauh lebih penting daripada sampeyan-sampeyan ini.

Mentang-mentang kalian punya privilese, mbok ya punya hati, lebih didahulukan para tenaga medis yang sekarang jadi garda terdepan dalam melawan pandemi ini. Mereka itu punya risiko yang lebih besar untuk terpapar virus daripada kalian sebagai Anggota DPR lho. Sekarang saja, sudah banyak tenaga medis yang berguguran. Dan ke depannya, bisa lebih banyak lagi karena mereka harus bekerja berdampingan dengan pasien yang sudah positiv virus corona ini.

Jujur saya greget sekali melihat berita soal anggota DPR yang minta dites terlebih dahulu ini. Ketika selama ini mereka tidak punya peran yang signifikan, mereka malah minta lebih diistimewakan.

Saya pikir hal seperti ini tidak bisa terus dibiarkan. Setidaknya kita harus bersuara untuk mendesak pemerintah agar rapid tes didahulukan kepada tenaga medis saja. Jangan sampai gara-gara kehabisan rapid test, tenaga kesehatan semakin berkurang, tapi stok anggota DPR tetap banyak. Padahal kita lebih butuh tenaga medis dibandingkan mereka yang suka bikin lelucon buat rakyat.

Pemerintah harus bikin skala prioritas. Kalau memang DPR ini masuk skala prioritas—dan lebih tinggi prioritasnya dibandingkan tenaga medis sebagai garda terdepan melawan pandemi ini, setidaknya kita harus dikasih tahu lah apa alasan yang membuat mereka lebih penting karena kami sebagai rakyat sama sekali tidak menemukan alasan tersebut. Bagi kami mereka lebih suka bikin sensasi daripada prestasi.

BACA JUGA Anggota DPR Periode Ini Sungguh Asoy, Banyak Nama Kontroversialnya! atau tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2021 oleh

Tags: anggota dprrapid test coronavirus coronawakil rakyat
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

naik krl

Berjibaku Naik KRL di Bawah Bayang-Bayang Virus Corona

13 Maret 2020
Lebih Sedih Ditolak Kampung Halaman Ketimbang Ditolak Gebetan

Lebih Sedih Ditolak Kampung Halaman Ketimbang Ditolak Gebetan

25 Maret 2020
rakyat kecil, kemiskinan, acara tv

Bodo Amat Soal Kebijakan, Rakyat Kecil Maunya Cuma Bisa Makan

7 April 2020
social distancing

Paradoks Social Distancing buat Pelaku UMKM yang Terpaksa Mecat Pekerjanya

26 Maret 2020
habib rizieq

Mempertimbangkan Ucapan Penceramah yang Bilang Pandemi Hilang Kalau Habib Rizieq Pulang

31 Maret 2020
anggota dpr

Menjadi Anggota DPR yang Terhormat adalah Jalan Ninjaku!

10 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.