Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas?

Fatimatuz Zahra oleh Fatimatuz Zahra
9 Mei 2020
A A
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu
Share on FacebookShare on Twitter

Biasanya kita akan mendengar banyak berita pencurian dan perampokan jelang berakhirnya bulan Ramadan. Hal ini seiring dengan naiknya harga bahan-bahan pokok di pasaran. Belum lagi anggapan bahwa berhari raya berarti berpesta dan berpakaian baru yang juga turut andil dalam memberikan tekanan bagi sebagian masyarakat. Walhasil, pilihan taktis dalam kondisi terhimpit seperti mencuri pun diambil. Meskipun konsekuensinya justru tidak bisa merayakan lebaran bersama keluarga.

Itu Ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Ramadan tahun ini, beda cerita. Kita bahkan sudah dapat kabar pencurian dan perampokan sebelum masuk bulan puasa, yang beberapa di antaranya tidak kita dapat dari media melainkan kesaksian tetangga atau sanak saudara kita yang menjadi korbannya. Kenapa bisa begitu, ya?

ADVERTISEMENT

Kalau berdasarkan analisa ngawur dari obrolan bersama beberapa teman, percepatan eskalasi (halah, tinggal bilang banyak maling aja ribet) kriminalitas ini dipicu oleh banyak faktor. Yang pertama yaitu datangnya pandemi yang mengubah banyak hal termasuk sumber pendapatan. Tak sedikit orang yang harus kehilangan mata pencaharian yang telah menghidupinya sepanjang hayat, sehingga jika harus mencari sumber penghidupan yang baru akan cukup kesulitan. Penyebab lainnya adalah banyaknya perusahaan yang perlu mengurangi jumlah karyawan untuk tetap mempertahankan eksistensinya di tengah turunnya omzet, sehingga jumlah tenaga profesional juga terpaksa menjadi pengangguran. Ditambah lagi, keputusan maha benar pemerintah untuk membebaskan para tahanan residivis yang sudah pasti akan kesulitan mencari pekerjaan di tengah pandemi.

Dalam kondisi tersebut, semua orang masih tetap perlu memenuhi kebutuhan pokok mereka seperti makan, minum, bayar kontrakan, dan lain-lain. Muncullah jalan pintas yang sebetulnya penuh risiko untuk diambil, yaitu melakukan tindakan kriminal. Seorang teman bahkan berkelakar bahwa mungkin memang mereka sudah sadar betul akan risiko dipenjara, lalu melakukannya dengan harapan bisa masuk penjara dan dapat jatah makan setiap hari tanpa harus pusing memikirkan cara mendapatkan uang.

Kalau menurut kriminolog UI, Reza Indragiri keterbatasan ruang gerak selama pandemi ini memicu frustasi yang kemudian dijadikan alasan oleh sebagian orang untuk melakukan kompensasi dengan jalan agresi, kekerasan, dan kejahatan. Inilah yang disebut sebagai teori frustasi agresi. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa tekanan dan himpitan kebutuhan berkorelasi positif dengan peningkatan kejahatan.

Sama halnya dengan di negara-negara Skandinavia yang berdasarkan data, mengalami peningkatan kriminalitas jelang natal. Negara kita yang mayoritas penduduknya muslim pun memiliki kemungkinan demikian di bulan Ramadan, ditambah dengan tekanan akibat datangnya pandemi.

Sebenarnya secara tata nilai, hal ini dapat ditekan dengan konsep puasa, zakat, dan sedekah. Puasa sebagai latihan pengendalian dan kontrol diri, zakat dan sedekah sebagai proses redistribusi harta dari pihak yang berkecukupan kepada pihak yang mengalami kesulitan. Akan tetapi, dalam praktiknya kita memerlukan data dan pemetaan yang valid untuk memastikan bahwa upaya redistribusi tersebut tepat sasaran. Sedangkan saat ini, adakah sumber data yang dapat kita jadikan acuan?

Nabi Yusuf pernah melakukan manajemen krisis yang luar biasa pada zamannya. Saat beliau berhasil menafsirkan mimpinya dan meyakini bahwa akan ada krisis dalam waktu 14 tahun. Beliau menyusun strategi yang merupakan gabungan dari strategi sosiologis dan teologis. Strategi sosiologis beliau lakukan dengan cara memberikan apresiasi kepada petani dalam bentuk subsidi pupuk dan benih, walhasil, panenan pun melimpah sehingga hasil panen dapat disimpan di lumbung. Strategi teologis, beliau tempuh dengan cara memanfaatkan aspek kredo dalam agama yang mengharuskan kita berzakat dan bersedekah, hal ini terus menerus digaungkan selama 14 tahun lamanya, sehingga pada saat terjadi krisis, kelangkaan pangan dapat ditekan.

Baca Juga:

2 Problem Mendesak di Surabaya yang Perlu Ditangani Eri Cahyadi ketika Terpilih Nanti

Begal Lampung, Satu-satunya Hal yang Terkenal dari Lampung dan Itu Memalukan

Bisakah kita melakukan strategi yang diterapkan oleh Nabi Yusuf? Strategi yang pertama mungkin sudah terlambat, maklum karena pimpinan kita bukan ahli ta’wil mimpi seperti Nabi Yusuf. Strategi yang kedua, justru saat inilah momentumnya, saat bulan Ramadan di mana banyak orang berlomba untuk berbuat kebaikan, maka hendaknya hal ini dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk melakukan redistribusi harta pada sasaran yang tepat. Mulai dari mana? Mulai dari memberikan data yang akurat dan transparan dan memberikan contoh redistribusi gaji para pimpinan terlebih dahulu. Masak iya rakyatnya digenjot buat sedekah dan bayar zakat, tapi gaji pimpinan tak berkurang sepeser pun untuk menanggulangi krisis?

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2020 oleh

Tags: kriminalitaspandemi coronaTerminal Ramadan
Fatimatuz Zahra

Fatimatuz Zahra

Sedang belajar tentang manusia dan cara menjadi manusia.

ArtikelTerkait

luhut

Menyerahkan Semua Urusan Pada Luhut Binsar Panjaitan

23 April 2020
Dampak Ekonomi Corona

Dampak Ekonomi Pandemi Corona yang Bisa Bikin Perekonomian Negara Hancur Lebur

15 Maret 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona

30 April 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya

22 Mei 2020
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan

8 April 2020
Pengalaman Saya Praktik Lapangan di Rumah Tahanan terminal mojok dipenjara kriminal rutan

Pengalaman Saya Praktik Lapangan di Rumah Tahanan

20 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.