Belajar Mengelola Keuangan dari Paman Gober

Artikel

Avatar

Siapa yang tidak kenal dengan Paman Gober? Bebek terkaya di dunia ini (gelar tak terbantahkan sebab bebek-bebek lain seperti milik tetangga saya cuma bisa nyari makan di empang) mengawali kariernya dari pemeran pembantu yang muncul pertama kali dalam kisah Christmas on Bear Mountain pada Desember 1947. Belakangan ia menjadi tokoh utama menggantikan Donal Bebek sang keponakan, bahkan memiliki majalah dengan namanya sendiri. Eh salah, maksud saya bebek yang mengawali kariernya dengan meninggalkan kampung halamannya di Skotlandia pada usia 13 tahun untuk mengadu nasib di Amerika.

Tentang berapa besar kekayaan dari bebek terkaya di dunia ini saya kurang tahu, biasanya Mas Gusti yang pintar ngitung kayak gituan. Yang jelas, Paman Gober selalu mengajak keponakan dan cucunya (Donal dan Kwak-Kwik-Kwek) berpetualang ke pelosok dunia. Bukan hanya satu dua kali, tapi hampir di setiap cerita. Ini bukti tak terbantahkan bahwa Paman Gober adalah bebek yang super duper kaya. Yah, meskipun ujung-ujungnya perjalanan itu tetap menjadi ekspansi bisnis Paman Gober yang memang sudah besar.

Setelah mengikuti beberapa seri majalah Paman Gober, saya memutuskan bahwa ia adalah salah satu tokoh yang dapat dijadikan panutan dalam mengelola keuangan. Tidak main-main, ia adalah bintang ekonomi sekelas Warren Buffett, Jeff Bezos, dan orang yang saat ini sering dikaitkan dengan teori konspirasi: Bill Gates. Tentunya Paman Gober adalah tetap yang terkaya di dunia bebek, tidak seperti ketiga nama yang baru saja saya sebutkan. Pemilik gaji 80 juta yang rumah tangganya berantakan hanya dalam dua bulan pasca dirumahkan harus belajar dari Gober tentang pengelolaan uang.

Apa saja yang bisa kita pelajari dari Paman Gober? Berikut adalah poin-poinnya:

Baca Juga:  Pledoi Mahasiswa Pengejar IPK Tinggi yang Nggak Mau Tunduk sama Quotes Bob Sadino

#1 Pekerja Keras

Ia adalah seorang pekerja keras, hal ini terbukti sejak ia bekerja sebagai penambang emas di Klondike. Ia bekerja lebih keras dari kebanyakan teman-teman seprofesinya, bahkan berani membuka tambang di tempat yang tidak dimasuki penambang lain karena angker. Di tempat inilah Gober menemukan bongkahan emas sebesar telur angsa yang menjadi modal kekayaannya di kemudian hari.

#2 Pelit Bijaksana dalam membelanjakan uangnya

Tidak seperti penambang emas lainnya di Klondike, Paman Gober tidak menggunakan uangnya untuk bersenang-senang di kota. Alih-alih berfoya-foya, ia menggunakan kekayaannya untuk memulai kerajaan bisnisnya. Hal ini terus-menerus dilakukannya dalam komik Paman Gober miliknya. Hampir seluruh petualangan yang dilakukannya bersama para keponakannya berakhir dengan ekspansi bisnis. Yah, walaupun ada satu-dua kisah yang berakhir buntung seperti ketika Donal disuruh membeli bekas taman ria dengan harga murah (dan malah diperbaiki oleh Donal menggunakan uang pamannya).

Jadi, kalau ada yang mengatakan ia pelit, perlu direvisi lagi ya. Gober itu tidak pelit, dia hanya penuh perhitungan.

#3 Bisa memutar modal (kapital) dengan volume dan kecepatan tinggi

Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang gudang uang Gober yang rusak terkena tornado. Ketika itu, Gober dan para keponakannya sedang merawat kebun sayur di luar Kota Bebek. Uang yang dikumpulkan Gober bertahun-tahun pun berhamburan ke seluruh penjuru kota.

Apakah Paman Gober panik melihat uangnya “dijarah” masyarakat? Tidak. Ia justru tetap tekun merawat kebun sayurnya.

Di akhir cerita, orang-orang kaya baru dari kota kehabisan makanan dan tidak bisa membeli apa pun sebab semua orang (sudah menjadi) kaya dan tidak ada yang bekerja. Gober bisa menjual sayurannya dengan harga tinggi. Bayangkan saja, sebutir semangka laku dijual seharga 100 dolar. Tidak perlu waktu lama bagi Paman Gober untuk mendapatkan kembali seluruh uangnya dengan cara yang etis.

Baca Juga:  Daripada Keseringan Sambat, Mending Praktekin Filsafat Stoa biar Tetap Waras dan Bahagia

#4 Bisa berbagi

Mungkin kalian tidak percaya dengan poin terakhir ini sebab Paman Gober sudah sangat dicitrakan sebagai bebek yang pelit. Dalam sebuah wejangannya, Gober bahkan pernah berkata, “Hemat pangkal kaya tapi pelit pangkal super kaya”. Kalimat yang seolah mendukung citranya sebagai bebek terpelit di dunia.

Kenyataannya tidaklah demikian. Meskipun tidak banyak disorot, Gober suka berbagi dengan caranya sendiri.

Pernah di sebuah ekspedisi ke Afrika, ia dan Donal berakhir di kolam yang membuat semuanya membatu. Ia bahkan sempat membatu dan baru selamat setelah Donal dan suku asli menyelamatkannya. Di akhir kisah, Gober meminta suku asli menambang pasir dan menjualnya padanya. Ketika Donal menanyakan bukankah lebih menguntungkan jika Gober membeli saja tempat tersebut dan melakukan penambangan sendiri, Gober hanya tersenyum dan Donal pun tahu bahwa pamannya tidak sepelit kelihatannya.

Nah dari keempat sifat tersebut, poin mana saja yang sudah kita miliki? Kalau sudah punya keempatnya, kemungkinan kita pun bisa menjadi salah satu bebek orang terkaya di dunia.

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Nobisuke, Ayah Nobita yang Hobi Mabuk dan tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
8


Komentar

Comments are closed.