Penulis: Fatimatuz Zahra

Mahasiswi tingkat akhir Fakultas Filsafat UGM.

Featured

Menyoal Kritik Sujiwo Tejo terhadap Para Menteri Laki-Laki

Fatimatuz Zahra

Dalam pernyataan ini justru sebenarnya Mbah Sujiwo Tejo sedang menampakkan ketidaktegasan beliau, seolah ragu pada kritiknya yang pertama.

Artikel

Apakah Mahasiswa STAN Kenal Jargon “Hidup Mahasiswa Indonesia”?

Fatimatuz Zahra

Apakah kita sempat berfikir sedang apa, dan di mana (keberpihakan) mahasiswa Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) seperti STAN, STIS, dan kawan-kawannya?

Artikel

Surat Untuk KPAI : Selamat Karena Telah Berhasil Mengubur Mimpi Anak Bangsa

Fatimatuz Zahra

Bapak Ibu KPAI yang terhormat, jangan pernah lupa dengan amanah yang harus bapak ibu laksanakan menurut UU nomor 23 tahun 2002.

Artikel

Asal Usul Gelar Haji dan Kebiasaan Penisbatannya

Fatimatuz Zahra

Sewaktu-waktu terjadi pemberontakan maka pemerintah belanda tinggal menarik orang-orang yang bergelar Haji dan Hajjah tersebut untuk dimintai keterangan.

Artikel

Lagu Bagimu Negeri: Musyrik?

Fatimatuz Zahra

Ada beragam pilihan lain untuk tidak memperlawankan Tuhan dan non-Tuhan. Misalnya memaknai lagu Bagimu Negeri sebagai ajakan untuk cinta kepada negara.

Artikel

Dakwah di Diskotik: Apakah Indonesia Kekurangan Masjid?

Fatimatuz Zahra

Ada asumsi bahwa memindahkan tempat dakwah dari masjid ke diskotik atau klub malam ialah salah satu penurunan harga diri seorang pendakwah.

Artikel

Ngobrolin Feminisme di Tengah Gelombang Penolakannya

Fatimatuz Zahra

Dunia mengenal istilah feminisme sejak kurang lebih 3 abad silam, spirit ini mulai digaungkan pasca pecahnya Revolusi Prancis.

Artikel

Surat Terbuka Untuk Takmir Masjid Jelang Berakhirnya Bulan Ramadan

Fatimatuz Zahra

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para takmir masjid yang telah berkomitmen untuk menjada kebersihan tempat serta fasilitas ibadah.

Artikel

Mengapa Perlu Memperkenalkan Kesetaraan Gender pada Anak?

Fatimatuz Zahra

Memperkenalkan kesetaraan gender sejak dini tidak hanya menumbuhkan rasa percaya diri, tetapi juga kemampuan untuk berbagi peran dengan pasangannya kelak.

Artikel

Anti-Natalitas : Sebuah Gaya Pikir Kontras Untuk Mengembalikan Kualitas

Fatimatuz Zahra

Anti-natalitas merupakan posisi penolakan terhadap kelahiran yang cenderung sembarangan, berpotensi menghasilkan pribadi yang tersiksa dan mudhorot lainnya.