Penulis: Fatimatuz Zahra

Artikel

Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran

Fatimatuz Zahra

Ketupat di desa saya tidak digunakan sebagai hidangan hari pertama lebaran seperti yang ada di iklan televisi, melainkan pada hari ketujuh lebaran.

Artikel

Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya

Fatimatuz Zahra

Sejak saat itu, desa saya jadi sepi dan tidak ada lagi suara anak-anak yang berkeliling mengumandangkan takbir untuk menyambut hari raya.

Artikel

Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh!

Fatimatuz Zahra

Saking spesialnya pakai baju baru ini, kita bahkan tidak sungkan bertanya ke anak-anak kecil, “Dibelikan baju baru berapa?”

Artikel

Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan”

Fatimatuz Zahra

Seperti judulnya, Para Pencari Tuhan tetaplah usaha pencarian seorang hamba terhadap keteguhan imannya sendiri. Sekalipun konflik pada masing-masing jilid berbeda.

Artikel

Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi

Fatimatuz Zahra

Bukan seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik tahun ini justru dapat berarti bahwa insting kita untuk bertahan hidup masih berfungsi.

Artikel

Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni

Fatimatuz Zahra

Bapak Ace Hasan menyebutkan bahwa pendapatan para pemuka agama (Islam) bisa dikatakan sudah tidak dapat diharapkan saat pandemi seperti ini.

Artikel

Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois

Fatimatuz Zahra

Bagaimana kita mampu mempertanggungjawabkan gelar sebagai khalifah fil ard dengan segala keangkuhan dan sikap egois kita?

Artikel

Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas

Fatimatuz Zahra

Apa pun yang nyentil identitas kolektif sebagai mayoritas, maka itu adalah tindakan yang patut digolongkan sebagai perbuatan kriminal.

Artikel

Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa?

Fatimatuz Zahra

“Sehat, Le, alhamdulillah. Ya sing sabar, Ramadan tahun ini memang beda, Le. Kita diajarkan untuk memaknai ritual dengan cara yang baru.”

Artikel

Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan?

Fatimatuz Zahra

Berdasarkan pengamatan kasar dan obrolan ngawur saya, setidaknya mengerucutnya saf tarawih itu bisa dianalisis berdasarkan dua golongan yaitu kota dan desa.