Tag: Terminal Ramadan

Artikel

Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran

Fatimatuz Zahra

Ketupat di desa saya tidak digunakan sebagai hidangan hari pertama lebaran seperti yang ada di iklan televisi, melainkan pada hari ketujuh lebaran.

Artikel

Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga

Avatar

Silaturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara dan yang terpenting tujuan untuk tetap saling terhubung satu sama lain  dapat terus terlaksana.

Artikel

Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater

Avatar

Menjelang hari raya Idul Fitri, sekitar satu minggu sebelum Ramadan usai, di daerah saya ada tradisi yang dinamakan weweh atau ater-ater.

Artikel

Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya

Fatimatuz Zahra

Sejak saat itu, desa saya jadi sepi dan tidak ada lagi suara anak-anak yang berkeliling mengumandangkan takbir untuk menyambut hari raya.

Artikel

Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran

Avatar

Makna dari sungkeman adalah ritual penyadaran diri. Anak-anak muda diajak dan diingatkan kembali tentang bagaimana seharusnya memperlakukan orang tua,

Artikel

Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang

Avatar

Kerja bakti bersih-bersih dan menata ulang rumah adalah kegiatan yang saya dan keluarga lakukan ketika menjelang lebaran.

Artikel

Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh!

Fatimatuz Zahra

Saking spesialnya pakai baju baru ini, kita bahkan tidak sungkan bertanya ke anak-anak kecil, “Dibelikan baju baru berapa?”

Artikel

Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti

Avatar

Egoisnya manusia, kita menganggap diri kita saja yang butuh dan pantas kembali ke fitrah di hari fitri.

Artikel

Terima Kasih kepada Tim Pencari Hilal!

Avatar

Penampakan hilal bulan baru memang sangat tipis. Memang terkadang bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi kemungkinan sangat sedikit sekali.

Artikel

Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan”

Fatimatuz Zahra

Seperti judulnya, Para Pencari Tuhan tetaplah usaha pencarian seorang hamba terhadap keteguhan imannya sendiri. Sekalipun konflik pada masing-masing jilid berbeda.