Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

Muhamad Alif Pebiansyah oleh Muhamad Alif Pebiansyah
20 Mei 2026
A A
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak akan buka dengan statistik. Tidak juga dengan kalimat motivasi yang sudah ribuan kali kamu baca di caption Instagram. Saya mau mulai dengan satu pertanyaan yang, kalau dijawab jujur, bisa agak menyakitkan. Sudah berapa semester kamu kuliah Akuntansi, dan seberapa nyaman kamu kalau tiba-tiba diminta membaca satu halaman IFRS tanpa bantuan kamus terjemahan bahasa Inggris?

Kalau jawabannya tidak terlalu nyaman, atau bahkan terang-terangan tidak bisa, kamu tidak sendirian. Tapi bukan berarti itu bukan masalah. Justru sebaliknya. Di jurusan yang seluruh standar profesionalnya ditulis dalam bahasa Inggris, ketidakmampuan membaca bahasa itu dengan lancar bukan sekadar kekurangan kecil. Itu lubang besar yang semakin dalam semakin lama kamu biarkan terbuka.

ADVERTISEMENT

“Akuntansi kan angka”, argumen yang terdengar masuk akal tapi salah kaprah

Ini argumen paling tua dan paling malas di jurusan Akuntansi. Benar, angka tidak berbahasa. Tapi angka tidak pernah berdiri sendiri. Di belakang setiap jurnal, setiap neraca, setiap catatan atas laporan keuangan, ada teks panjang yang menjelaskan mengapa angka itu ada, bagaimana ia dihitung, dan atas dasar asumsi apa ia dibuat.

IFRS ditulis dalam bahasa Inggris. ISA, standar audit internasional yang kamu pakai kalau nanti bekerja di firma audit, ditulis dalam bahasa Inggris. Riset dari Deloitte, PwC, EY, KPMG tentang pembaruan regulasi, implikasi perpajakan lintas negara, atau tren pelaporan keberlanjutan, semuanya dalam bahasa Inggris. Bukan karena dunia tidak adil, tapi karena memang itulah bahasa kerja profesi ini di level internasional.

Mahasiswa yang tidak bisa mengakses sumber-sumber itu secara mandiri akan selalu bergantung pada interpretasi orang lain. Mereka tidak membaca IFRS, mereka membaca ringkasan IFRS buatan orang lain. Mereka tidak membaca jurnal aslinya, tapi abstrak yang sudah dikutip orang lain. Ini bukan belajar Akuntansi. Ini belajar bayangan Akuntansi.

Menunda sampai semester akhir itu bukan strategi, itu taruhan

Setiap semester ada versi yang sama dari kalimat ini: “nanti saja, sekarang masih banyak yang lebih penting.” Dan kalimat itu diucapkan lagi di semester berikutnya, lagi, lagi, sampai tiba-tiba sudah semester tujuh dan tinjauan pustaka skripsi harus mengacu pada minimal tiga jurnal internasional.

Bahasa tidak bekerja seperti mata kuliah yang bisa di-SKS-kan. Tidak ada sistem kebut semalam untuk kemampuan membaca akademik dalam bahasa asing. Yang dibutuhkan adalah eksposur, repetisi, dan waktu. Mahasiswa yang rutin membaca satu artikel berbahasa Inggris seminggu sejak semester dua akan berada di titik yang sangat berbeda dengan yang baru mulai di semester enam. Bukan karena yang satu lebih pintar, tapi karena salah satunya memberi otaknya waktu untuk memproses.

Yang lebih tidak menyenangkan lagi: beban di semester-semester akhir tidak pernah berkurang. Skripsi, magang, persiapan kerja, semua datang bersamaan. Justru di titik itulah kemampuan bahasa Inggris yang belum matang paling terasa menyiksa.

Baca Juga:

Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, “Hello” Jauh Lebih Penting daripada “Open Your Book”

Apa Urgensi Belajar Bahasa Portugis? Ketemu Bahasa Inggris Aja Masih Nangis!

Takut salah di depan orang lain

Tidak ada mahasiswa yang suka terdengar bodoh. Dan di kelas Akuntansi yang rata-rata isinya orang-orang analitis dan kritis, tampil kagok berbahasa Inggris rasanya seperti kekalahan kecil yang memalukan.

Maka banyak yang memilih diam. Tidak mencoba berbicara. Kalau terpaksa menulis dalam bahasa Inggris, pakai Google Translate dulu, poles sedikit, selesai. Tidak pernah benar-benar berlatih, karena berlatih artinya membuat kesalahan, dan membuat kesalahan artinya terlihat tidak kompeten.

Padahal logika ini terbalik. Kesalahan adalah satu-satunya cara bahasa masuk ke dalam sistem memori jangka panjang. Kamu tidak akan lupa cara menggunakan kata setelah kamu melakukan kesalahan dan menerima koreksi. Tapi kamu sangat mungkin lupa kata yang cuma kamu baca di kamus tanpa pernah mencoba memakainya. Orang-orang yang sekarang paling fasih berbahasa Inggris bukan orang yang tidak pernah salah. Mereka adalah orang yang pernah salah paling banyak dan tidak berhenti mencoba.

Rasa malu itu valid. Tapi membiarkannya menentukan seberapa jauh kamu berkembang, itu pilihan yang konsekuensinya nyata.

Bahasa Inggris sudah ada di dalam sistem Akuntansi, bukan di luar

Sebagian mahasiswa masih memisahkan bahasa Inggris dari dunia akademik Akuntansi: mereka hanya mengurusnya di kelas bahasa Inggris, lalu menganggapnya selesai Kenyataannya tidak sesederhana itu.

Di banyak kampus, skor TOEFL atau TOEIC sudah menjadi prasyarat konkret: untuk mengikuti program magang tertentu, mendaftar beasiswa, mengambil kelas pertukaran, bahkan mengajukan proposal penelitian di beberapa program studi. Bukan sekadar syarat wisuda yang bisa diurus mepet. Ini syarat yang aktif memengaruhi akses kamu ke kesempatan selama kuliah.

Lebih jauh dari itu, bagaimana kamu menggali literatur internasional sangat menentukan kualitas skripsi. Membaca abstrak tidak cukup. Kamu perlu memahami metodologi penelitian, membedah kerangka teoretis, dan mensintesis argumen dari berbagai sumber ke dalam tulisanmu sendiri. Kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan tidak akan mampu menyelesaikan proses itu

Dan setelah lulus, rekrutmen di firma Akuntansi besar hampir semuanya menyertakan komponen bahasa Inggris dalam seleksi. Bukan sekadar tes tertulis, tapi wawancara, presentasi, dan simulasi kasus yang menuntut kemampuan berkomunikasi secara profesional. Ini bukan ancaman. Alumni-alumni yang ada mengalami ini semua, secara nyata.

BACA JUGA: 7 Dosa Mahasiswa Jurusan Akuntansi yang Sering Disembunyikan

Kalau satu kelas santai, kamu tidak harus ikut

Ada fenomena yang sangat umum di jurusan Akuntansi: ketika mayoritas kelas memutuskan bahwa sesuatu tidak terlalu penting, individu yang berpikir sebaliknya sering merasa canggung. Kalau terlalu serius dianggap sok. Terlalu ambisius dianggap tidak santai. Maka banyak yang akhirnya menyesuaikan diri dengan arus, bukan karena mereka yakin itu benar, tapi karena lebih mudah.

Lima tahun ke depan, kelas itu akan tersebar. Masing-masing menghadapi rekrutmen, wawancara, dan tuntutan profesional sendiri-sendiri. Tidak ada lagi arus untuk diikuti. Dan di titik itulah, pilihan-pilihan kecil selama kuliah, termasuk pilihan tentang bahasa Inggris, akan menunjukkan dampaknya.

Tidak perlu mendeklarasikan diri sebagai yang paling rajin di kelas. Tidak perlu dramatis. Cukup memulainya dari hal yang paling mudah dijangkau. Seperti, gantilah bahasa di software yang kamu pakai sehari-hari, ikuti satu akun berbahasa Inggris yang membahas isu Akuntansi atau keuangan. Atau, cobalah baca satu artikel jurnal per minggu meskipun masih lambat. Tidak ada yang revolusioner dari langkah-langkah itu. Namun, jika kita menjalankannya secara konsisten selama satu tahun, hasilnya akan jauh berbeda daripada tidak melakukan apa pun

Pada akhirnya, ini bukan soal bahasa

Masalah sebenarnya bukan bahasa Inggris itu sendiri. Masalahnya adalah pola pikir yang memisahkan bahasa dari keahlian inti, yang menganggap bahasa sebagai pelengkap dan bukan infrastruktur. Pola pikir itu yang membuat banyak mahasiswa Akuntansi berbakat tiba di titik yang harusnya bisa mereka capai lebih jauh, tapi terhenti karena tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa kerja profesinya sendiri.

Akuntansi di level yang serius tidak beroperasi dalam bahasa Indonesia saja. Standarnya internasional, referensinya internasional, dan makin banyak klien serta kolaborasinya juga internasional. Kemampuan bahasa Inggris bukan nilai tambah di atas kompetensi teknis. Ia adalah bagian dari kompetensi teknis itu sendiri.

Tidak ada waktu yang lebih baik untuk mulai dari sekarang. Bukan karena kalimat itu terdengar bagus, tapi karena setiap semester yang lewat tanpa progres adalah biaya yang nyata, bahkan kalau kamu tidak langsung merasakannya.

Penulis: Muhamad Alif Pebiansyah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Akuntansi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2026 oleh

Tags: akuntansiBahasa Inggrisbelajar bahasa inggrisIFRSmahasiswa akuntansi
Muhamad Alif Pebiansyah

Muhamad Alif Pebiansyah

Mahasiswa Universitas Pamulang yang percaya bahwa menulis adalah cara sederhana untuk menyampaikan keresahan dan pengalaman.

ArtikelTerkait

100 Kata Pengganti Very dalam Bahasa Inggris yang Bisa Kamu Gunakan Terminal Mojok

100 Kata Pengganti ‘Very’ dalam Bahasa Inggris yang Bisa Kamu Gunakan biar Makin Jago

30 Agustus 2022
7 Dosa Mahasiswa Jurusan Akuntansi yang Sering Disembunyikan

7 Dosa Mahasiswa Jurusan Akuntansi yang Sering Disembunyikan

29 September 2025
Anak UIN Nggak Punya Masa Depan Cerah! Kamu Mau Jadi Apa! (Unsplash)

Stigma Busuk Menyebutkan kalau Anak UIN Nggak Akan Maju dan Punya Masa Depan Cerah, Apalagi Kuliah Pendidikan

5 Mei 2025
4 Jenis Orang yang Selalu Ada di Situs Speaking English MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Selalu Ada di Situs Speaking English

27 Juli 2020
Ngopi dalam Bahasa Inggris Pakai 'Having' atau 'Drinking', ya?Terminal Mojok

Ngopi dalam Bahasa Inggris Pakai ‘Having’ atau ‘Drinking’, ya?

7 Januari 2021
SpeakPal dan Fondi, Aplikasi Brilian untuk Belajar Speaking Bahasa Inggris

SpeakPal dan Fondi, Aplikasi Brilian untuk Belajar Speaking Bahasa Inggris

5 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.