Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Beda Prinsip Juga Masalah Berat Selain Beda Agama

Ayu Henidar Mulyara oleh Ayu Henidar Mulyara
14 Agustus 2019
A A
beda prinsip

beda prinsip

Share on FacebookShare on Twitter

Saya selalu kagum dengan pilihan teman-teman saya untuk menikah muda. Karena menurut saya memilih pasangan untuk menjadi pacar saja harus melewati pertimbangan yang cukup banyak. Apalagi memilih pasangan untuk seumur hidup. Entah ini memang saya yang terlalu pemilih atau sebenarnya memang jodoh mereka cepat datang saja ketimbang saya. Kalau memang jawabannya itu sih, hadeuh sedih juga nasib saya. Jangan-jangan jodoh saya masih di Eropa. hehe

Kalau memang karena jodoh mereka yang cepat datang, saya cukup iri. Memang hidup terkadang setidak adil itu ya. Saya juga pengen atuh duduk-duduk santai dirumah. Biar suami saja yang kerja. Karena makin kesini persaingan naik KRL tiap pagi semakin sengit. Benteng pertahanan yang dibangun untuk melawan ibu-ibu di gerbong perempuan, lama-lama mulai runtuh. Di titik ini kadang membuat saya berpikir, enak juga ya jadi Nia Ramadhani.

Tapi tentu itu bukan alasan yang tepat  untuk akhirnya memutuskan nikah muda, bagaimanapun juga sebagai anak muda, mau laki-laki atau perempuan kita tetap harus semangat. Masa depan Indonesia ada di tangan anak muda, ceunah.

Ya, walaupun tetap suka merenungkan nasib kapan jodoh saya datang. Saya jelas turut berbahagia kepada teman-teman saya yang tiba-tiba foto cincin tunangannya. Mereka sangat hebat karena bisa menemukan pasangan yang cocok dan memutuskan untuk bersama hingga akhir hayat.

Saya selalu penasaran dengan latar belakang calon suami atau istri teman saya yang biasanya akan menikah. Khususnya calon suami teman perempuan saya. Apakah calon mereka sudah punya pekerjaan tetap, sudah punya tabungan cukup. Setelah menikah mereka akan tinggal di mana. Bagaimana mereka bisa menyelesaikan permasalahan, apakah si calon orang yang pintar, pintar mengelola uang, sudah cukup matang dalam mengambil keputusan.

Bagaimana rencana mereka nanti membesarkan anak, atau bagaimana nanti pembagian penghasilan mereka untuk kehidupan sehari-sehari. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang selalu ada di pikiran saya ketika melihat pasangan yang memutuskan untuk menikah. Bagi saya, hal-hal seperti itu sangat penting untuk diketahui sebelum akhirnya bisa memutuskan menikah. Beberapa teman saya yang ingin menikah bahkan merasa tidak terlalu penting memikirkan hal yang rumit. Yang penting sudah sama-sama cocok dan sreg di kedua belah pihak. Dan saya pun selalu menghargai semua teman-teman saya terkait pandangan mereka terhadap hal itu. Jadi sekali lagi, saya turut berbahagia atas keberhasilan mereka menemukan pasangan hidup. Karena sebenarnya memilih pasangan sesulit itu.

Saya punya seorang teman yang sudah berpacaran selama 5 tahun. Mulai dari kuliah hingga akhirnya lulus dari universitas masing-masing. Si cewek sudah punya karir yang cukup baik, penghasilan bulanan yang menjanjikan. Sedangkan si cowok masih ingin menggapai keinginan-keinginannya yang lain. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan karena beda prinsip dan tujuan.

Ada juga teman saya yang sudah berpacaran cukup lama, namun harus mengakhiri hubungan karena si cewek yang selalu ngajak untuk nikah sedang si cowok belum mau karena masih ingin meniti karir. Kalau ditanya alasan putus, ya beda prinsip. Jadi sepertinya beda prinsip ini memang jadi alasan yang cukup berat kedua setelah beda agama. hehe

Baca Juga:

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Saya pernah berdiskusi dengan teman-teman saya terkait fenomena nikah muda ini. Mereka justru punya pandangan sebaliknya. Mereka malah berpikiran untuk tidak menikah dengan berbagai macam alasan, yang kalau dipikir-pikir masuk akal juga. Kebanyakan dari mereka mengatakan merasa tidak mau terikat oleh satu orang dalam hidupnya. Banyak juga yang bilang karena males harus mencocokkan tujuan kita dengan calon pasangan. Bagaimana kalau tidak cocok terkait pandangan tertentu, politik, aliran agama, belum ternyata nggak cocok dengan keluarga besar. Ada keluarga yang menuntut harus suku tertentu. Belum lagi kalau mereka harus punya anak. Siapa yang harus mengalah menutup karirnya. Saya rasa pertimbangan-pertimbangan itu yang sebenarnya tidak mudah loh memilih pasangan sehidup semati.

Itu juga pikiran saya yang sempat terlintas saat tidak kunjung menemukan orang yang tepat sampai sekarang. Antara memang sudah pasrah atau pesimis. hehe

Malesnya memulai hubungan baru dengan orang lain, setiap nggak cocok, ganti lagi. Belum lagi, kalau akhirnya sudah berhubungan lama tapi ternyata memang tujuan dan pandangan kita tidak bisa disatukan. Terkadang saya berpikir untuk menua bersama dengan kucing-kucing lucu saja dirumah.

Saya paham, bahwa sejatinya manusia tidak ada yang sempurna. Dan kita tidak bisa selalu menemukan segalanya cocok dari calon pasangan kita. Seperti pengertian cinta dari Aristoteles dan gurunya yang mengibaratkan cinta seperti bunga di taman. Ketika Aristoteles keluar dari taman, dia bilang pada gurunya kalau dia tidak berhasil membawa bunga yang dia inginkan. Ada, tapi dia lewati begitu saja dengan harapan didepan ada bunga yang lebih indah. Tapi ternyata dia hanya sreg sama bunga pertama. Dan ketika ingin kembali bunganya sudah tidak ada. Itulah cinta. Semakin mencari yang terbaik semakin kita sulit menemukannya.

Jadi daripada mencari yang terbaik dan sempurna menurut kita. Bagaimana kalau kita yang menciptakan kesempurnaan itu sendiri. Cailaah~ (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: Beda Agamabeda prinsiphubunganmenikahPacaranputus
Ayu Henidar Mulyara

Ayu Henidar Mulyara

ArtikelTerkait

Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara

28 Februari 2021
mantan pacar

Pacarku Dapat Pacar Baru di Lokasi KKN

10 Juni 2019
warisan balas budi kepada orang tua mojok

Kita Tidak Perlu Sok Dewasa di Depan Orang Tua

24 November 2020
jeda 4 cara komunikasi yang perlu dihindari agar ldr awet mojok.co

Mau LDR Awet? 4 Cara Komunikasi Ini Perlu Dihindari

18 Juli 2020
dunia perempuan

Mengungkap 5 Istilah-istilah Rumit dalam Dunia Perempuan dengan Pendekatan Dekonstruksi

29 Juli 2019
fall in love with people we can't have

Keluar dari Jebakan Fall in Love with People We Can’t Have Kayak Jo Yi Seo di Drakor “Itaewon Class”

3 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Angkringan Kamar Jenazah, Angkringan Aneh Ada di Kulon Progo (Wikimedia Commons)

Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah

22 Mei 2026
Saya Pernah Kesal karena Dosen Slow Respon WA, Sampai Akhirnya Jadi Dosen Mojok.co

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

22 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.