Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

M. Khoirun Nazmi oleh M. Khoirun Nazmi
6 Juli 2026
A A
Ketika Americano Dianggap Maskulin Lebih dari Es Kopi Susu (Unsplash)

Ketika Americano Dianggap Maskulin Lebih dari Es Kopi Susu (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak laki-laki rela menikmati Americano padahal nggak tahan dengan “rasa pahit”. Hanya demi dipandang maskulin ketimbang kalau minum es kopi susu. Mengapa demikian?

Mengutip dari bursakopi.com, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang paling banyak memiliki coffee shop. Tercatat ada 416 ribu coffee shop yang tersebar di seluruh tanah air. Dan salah satu varian kopi yang wajib ada adalah Americano. 

Minuman ini mendapat banyak stigma. Katanya, Americano adalah lambang penikmat kopi sejati. Semakin pahit, semakin menjelaskan tingkatan penikmat kopi yang bukan abal-abal.

Saya, sebagai penikmat kopi yang masih abal-abal, belum terbiasa dengan rasa Americano. Namun, melihat teman-teman sebaya begitu menggemari kopi ini, saya merasa tertantang. Semua hanya demi menjaga marwah agar terlihat maskulin di tongkrongan. Memesan es kopi susu biasanya coba saya tinggalkan.

Minum Americano demi gengsi laki-laki

Jujur saja, hati saya menolak untuk memesannya. Namun, karena sudah termakan gengsi, tetap saja mulut ini memesan: “Americano satu shot, Mas.”

Saya ini penggemar berat es kopi susu. Selain namanya yang lebih nusantara, ketimbang Americano yang kebarat-baratan, rasanya lebih pas di lidah saya. Perpaduan antara kopi yang pahit dengan creamer susu manis menciptakan rasa yang cocok untuk penikmat kopi level awam.

Masalahnya adalah, tidak semua es kopi susu di coffee shop itu pas di lidah saya. Atau, banyak dari mereka memakaikan istilah yang asing bagi penikmat es kopi susu. Sudah begitu, teman-teman saya pindah ke Americano. 

Semua hanya demi gengsi mencoba yang kekinian. Atau, sok-sokan mau sehat dengan hanya minum Americano.

Baca Juga:

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

Usaha mencari enaknya Americano

Begitu Americano tersaji di depan mata, lagi-lagi lidah ini menolak. Namun, melihat teman-teman bisa menikmati setiap teguknya, sembari melupakan permasalahan hidup, saya semakin tertantang. Saya menyeruput perlahan, berharap suatu saat akan muncul pencerahan.

Namun, alih-alih menemukan nikmatnya “ngopi”, yang saya dapat justru lambung mulai kembung. Gejala masuk angin yang datang lebih cepat daripada kenikmatan kopinya.

Semakin sering saya nongkrong di coffee shop, semakin saya sadar bahwa memilih kopi ternyata tidak sesederhana memilih minuman. Ada semacam hierarki tidak tertulis yang diam-diam bekerja di meja tongkrongan. 

Mereka yang memesan manual brew atau Americano seolah naik satu tingkat menjadi manusia yang lebih matang, tenang menghadapi hidup, dan mungkin lebih memahami ekonomi global. Sementara yang memesan es kopi susu sering ditempatkan sebagai penikmat kopi jalur aman: ingin ngopi, tetapi belum siap menderita.

Lebih kasihan lagi lelaki pecinta matcha yang kerap dikritik dengan sebutan “minuman rumput”. Sudah warnanya terang, bukan varian kopi pula. Di mana letak maskulinitasnya?.

Duka orang yang suka es kopi susu

Sejak kapan preferensi menjadi ukuran maskulinitas? Tidak ada hubungan ilmiah antara kemampuan menahan pahitnya Americano dengan kemampuan mengganti galon, memperbaiki genteng bocor, atau bertanggung jawab atas masa depan keluarga. 

Saya mulai curiga. Jangan-jangan, sebagian besar lelaki yang duduk sambil menyeruput Americano dengan wajah penuh kontemplasi itu sebenarnya bernasib sama seperti saya. Lidah ingin es kopi susu, tetapi ego terlalu keras untuk mengakuinya. 

Mereka menelan pahit bukan karena suka. Melainkan karena takut kehilangan wibawa di hadapan teman yang sudah hafal istilah roasting, acidity, dan origin biji kopi.

Pada akhirnya saya sadar. Mungkin kedewasaan lelaki di tongkrongan kopi bukan diukur dari seberapa pahit kopi yang sanggup mereka habiskan, melainkan seberapa jujur terhadap selera sendiri. 

Sebab tidak ada sertifikat penikmat kopi sejati setelah menghabiskan segelas Americano. Tidak ada pula penghargaan khusus bagi lelaki yang berhasil menahan muka tetap tenang meski lidah dan lambung sudah ingin menyerah.

Kalau memang sukanya es kopi susu, ya pesan saja. Kalau sukanya matcha, ya pesan saja tanpa perlu takut mendapat cap peminum minuman rumput. 

Toh tujuan datang ke coffee shop seharusnya untuk menikmati waktu dan minuman. Bukan mengikuti ujian maskulinitas yang bahkan tidak pernah diumumkan panitianya.

Penulis: M. Khoirun Nazmi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Alasan Americano Adalah Pilihan Tepat untuk Orang yang Baru Pertama Kali ke Coffee Shop

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2026 oleh

Tags: americanoCoffee Shopes kopi susuKopikopi susu
M. Khoirun Nazmi

M. Khoirun Nazmi

Mahasiswa semester 4 jurusan Ilmu Hadis di UIN SUKA Yogyakarta. Tertarik pada diskusi seputar budaya, sejarah, dan keagamaan. Awam di dunia penulisan, namun sangat excited. Futsal dan sepak bola adalah teman, sedangkan sate kacang dan mie ayam adalah sahabat sejati.

ArtikelTerkait

Jangan Hakimi Mereka yang Minum Kopi Pakai Gula, pada Hakikatnya Gula Adalah Hak Segala Bangsa

Jangan Hakimi Mereka yang Minum Kopi Pakai Gula, pada Hakikatnya Gula Adalah Hak Segala Bangsa

11 November 2023
Kopi Jago: Kopi Berkelas yang Nggak Jaksel Amat

Kopi Jago: Kopi Berkelas yang Nggak Jaksel Amat

19 Februari 2024
Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

4 Oktober 2024
Mempertanyakan Alasan Santri Suka Ngerokok dan Ngopi Terminal mojok

Mempertanyakan Alasan Santri Suka Ngerokok dan Ngopi

29 Januari 2021
5 Rekomendasi Kopi Decaf yang Rasanya Istimewa Terminal Mojok

5 Rekomendasi Kopi Decaf yang Rasanya Istimewa

1 Juli 2022
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

Mengenal Istilah Slow Bar dan Fast Bar pada Kedai Kopi

19 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture Shock Naik Kapal Batu Layar dari Lombok ke Surabaya: Penumpang Cekcok dengan Brimob dan Keributan Lainnya

Lombok jadi surga pariwisata, tapi bikin warganya cuma jadi penonton dari luar pagar kemewahan

23 Juli 2026
Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral Terminal

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral

23 Juli 2026
Yamaha Fazzio, motor matic paling ciamik untuk dimodifikasi. Mau gaya proper matic, japanese cargo, retro, hingga racing, semuanya jadi keren

Yamaha Fazzio, motor matic paling ciamik untuk dimodifikasi. Mau gaya proper matic, japanese cargo, retro, hingga racing, semuanya jadi keren

24 Juli 2026
3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina

Macetnya Kota Batu kini bikin jengkel, semua gara-gara tata kota yang berantakan!

25 Juli 2026
4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta Mojok

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

24 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.