Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
10 Juli 2026
A A
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu pertanyaan yang sudah lama mengganjal di kepala saya dari kondisi lingkungan sekitar rumah saya, yakni di Madura. Jika diperhatikan, sebetulnya tidak sedikit orang-orang yang masuk kategori keluarga kaya, atau setidaknya mampulah. Meskipun rumahnya sederhana, mereka kadang punya tabungan besar yang tidak disangka-sangka. Entah dari jumlah sapinya yang sampai puluhan ekor atau hasil panennya yang selalu melimpah.

Tapi meski demikian, sebagai masyarakat yang dikenal religius, orang yang sudah melaksanakan haji atau umroh di Madura sebetulnya masih bisa dihitung jari. Kan ini paradoks ya. Punya banyak uang, beragama Islam, tapi belum haji/umroh.

Nah, setelah saya telusuri dan diskusi dengan orang tua saya, ternyata katanya sekaya-kayanya orang Madura, uangnya belum tentu cukup untuk mempersiapkan ibadah haji. Katanya, iya sih untuk berangkatnya bisa, tapi selamatannya gimana. Apalagi oleh-olehnya, bisa dua kali lipat dari biaya aslinya.

Orang tak dikenal bisa datang demi dapat oleh-oleh

Sudah biasa di Madura, orang yang baru pulang dari Makkah, rumahnya akan kedatangan banyak orang untuk bertamu. Nah, ketika bertamu, tentu tak sopan rasanya jika kita tidak menghidangkan apa-apa. Ketika tamunya akan pulang pun akan dianggap tidak baik jika tidak diberikan buah tangan. Akhirnya, wajiblah kita menghabiskan puluhan juta cuma buat beli buah tangan itu.

Puluhan juta yang saya sebut itu bisa lebih dari dua kali lipat biaya asli hajinya. Sebab, tamunya bukan saja tetangga-tetangga sebelah rumah. Mereka bisa datang dari desa sebelah. Orang yang tak kita kenal pun sering kali ikut menyelinap dalam rombongan orang-orang. Jadi, kita tak ada waktu, dan sebetulnya memang tidak perlu, memilah-milah buah tangan untuk para tamu.

Nah, hal ini terjadi karena informasi kepulangan haji di desa itu tersebarnya mudah sekali. Belum lagi, kadang yang bertamu dalam satu rumah bukan perwakilan, tapi semuanya ikut datang.

Rela mengutang beras demi dapat buah tangan

Sebetulnya, budaya bertamu ke orang yang baru pulang haji di Madura hanya ingin pahala saja. Kita ikut bahagia dan berharap dapat berkah supaya takdir segera memberangkatkan kita juga. Tapi, makin kesini niat itu makin bergeser, yakni hanya untuk mendapat buah tangan dari si tuan rumah saja.

Hal ini dapat dilihat dari warga desa yang kadang sebenarnya juga pilah-pilih buat berkunjung. Kalau sudah terdengar gosip bahwa oleh-olehnya tidak seberapa, mereka kurang peduli untuk datang. Sedangkan kalau buah tangan yang didapat terbilang mewah, semua terburu-buru takut tidak kebagian. Bahkan kalau mereka kebetulan tidak punya beras untuk dibawa ke sana, mereka siap berutang demi mendapat oleh-olehnya. Haduh, parah!

Baca Juga:

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

Makanya, kalau ada yang mengajak bertamu ke orang yang baru pulang ngaji, pasti yang ditanyakan pertama kali yakni, akan dikasih apa tamunya. Atau sebaliknya, yang ngajak biasanya langsung memberitahu oleh-olehnya saat mengajak tetangganya.

Harus bisa berangkat haji sembunyi-sembunyi di Madura

Nah, problem di atas akhirnya membuat banyak orang Madura tidak berani untuk berangkat haji. Misal pun kita suatu saat mendapat haji atau umroh gratis, menerimanya adalah pilihan yang sangat sulit. Sebab, kita juga perlu memikirkan gimana caranya mendapatkan oleh-oleh yang tidak sedikit.

Tapi ya, itu sebetulnya tak berlaku ke semua orang Madura kok. Anak-anak muda, gen Z seperti saya misalnya, kadang tetap menyusun rencana berangkat umroh tanpa diketahui masyarakat desa, yakni dengan sembunyi-sembunyi. Lagian, itu kan yang memang ideal, kita umroh hanya niat cari pahala, jadi memang tak perlu ngasih tahu ke tetangga. Tapi ya kadang, orang tua tetap bilang, ya mosok nggak selametan, nanti nggak selamet!

Demikianlah derita orang kaya di Madura yang kayanya nggak kaya-kaya banget. Hehehe. Pengin naik haji, tapi tak berani gara-gara ekspektasi oleh-oleh dari tetangga. Ya, maka dari itu, bagi saya budaya seperti itu agaknya memang perlu kita hapus. Sebab bikin impian banyak orang untuk berhaji pupus. Kita perlu membangun budaya baru, yakni berangkat haji atau umroh tanpa ada tetangga yang tahu!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2026 oleh

Tags: biaya hajibudaya haji di madurahajimadura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Bangkalan Madura Nggak Cocok Dijadikan Destinasi Wisata: Sebuah Peringatan sebelum Kalian Kecewa surabaya

Bangkalan Madura Nggak Cocok Dijadikan Destinasi Wisata: Sebuah Peringatan sebelum Kalian Kecewa

31 Desember 2023
Repotnya Warga Kecamatan Pasongsongan Sumenep ketika Belanja Online, Perlu "Pindah" Kecamatan Dulu Mojok.co

Repotnya Warga Pasongsongan Sumenep ketika Belanja Online, Perlu “Pindah” Kecamatan Dulu

12 Januari 2024
Bertahun-tahun Hidup di Sumenep Madura Bikin Saya Nggak Sadar kalau 3 Kebiasaan Ini Aneh di Mata Orang Jember Mojok.co

Bertahun-tahun Hidup di Sumenep Madura Bikin Saya Nggak Sadar kalau 3 Kebiasaan Ini Ternyata Aneh di Mata Orang Jember

20 Juni 2024
Bangkalan Madura Gudangnya Masalah Pendidikan, Anak-anak Terancam Nggak Bisa Lanjut SMA  Mojok.co

Bangkalan Madura Gudangnya Masalah Pendidikan, Anak-anak Terancam Nggak Bisa Lanjut SMA 

9 Februari 2024
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

14 Mei 2025
Bangkalan Madura Semakin Jauh dari Kata Sejahtera (Unsplash)

Satu Tahun yang Lalu Saya Meramal Bangkalan Madura Tidak Akan Berkembang, dan Sekarang Ramalan Itu Terbukti

13 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain Mojok.co

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

9 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Kenapa banyak pemilik motor Honda trauma servis di AHASS? (Unsplash)

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

10 Juli 2026
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.