Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
12 Mei 2026
A A
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah biaya kuliah yang kian mencekik, mahasiswa dengan kondisi ekonomi tanggung adalah yang paling menderita. Kelompok mahasiswa ini biasanya kurang miskin untuk bisa mendaftar beasiswa bidikmisi. Sementara, tidak cukup kaya untuk bisa foya-foya. Jangankan foya-foya, bisa menjalani hari dengan nyaman tanpa memikirkan uang saja sudah syukur.  

Di tengah dilema ini, kehadiran Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) adalah penyelamat. Sebagai salah satu mahasiswa yang pernah menerimanya, saya akui PPA begitu membantu. 

Baca juga Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah.

#1 Pelarian dari standar kemiskinan yang kaku

Jujur saja, seleksi bantuan pendidikan di negeri ini sering kali menuntut narasi kemiskinan yang sangat dramatis. Harus punya foto rumah yang kalau dilihat bikin orang ingin langsung kirim donasi, atau slip gaji orang tua yang jumlahnya bikin kasir minimarket mengelus dada. Anak PNS golongan rendah atau anak buruh yang rumahnya kebetulan sudah ditembok, sudah pasti dianggap anak orang kaya.

PPA muncul tanpa menuntut untuk mendramatisasi keadaan ekonomi keluarga. Tidak peduli apakah atap rumah bocor atau lantai rumah masih tanah. PPA hanya peduli pada satu hal yang bisa dikontrol sepenuhnya yaitu kualitas otak di dalam kelas.

Ini adalah bentuk keadilan paling hakiki bagi mereka yang selama ini didiskriminasi oleh sistem. Sistem yang seleksi kemiskinan sering kali kaku dan menutup mata pada realita mahasiswa kelas menengah. Mahasiswa yang tak jarang megap-megap juga bayar UKT. 

#2 Beasiswa PPA selalu memberi harapan di awal semester

Berbeda dengan Bidikmisi yang kontraknya sudah diteken sejak masih di semester satu, PPA adalah kompetisi yang selalu terbuka setiap tahun. Ini adalah kabar baik. Khususnya bagi para mahasiswa yang semester awalnya hancur lebur karena terlalu sibuk ikut organisasi atau sekadar kaget dengan kerasnya dunia perkuliahan, tapi kemudian berusaha tobat di semester tengah.

Selama kita bisa membuktikan bahwa IPK mampu merangkak naik dan stabil di angka yang membanggakan, kursi penerima PPA selalu tersedia untuk diperebutkan secara sportif. Tanpa perlu drama birokrasi yang menguras air mata, kita bisa membuktikan bahwa prestasi bisa datang kapan saja bagi mereka yang mau berusaha.

Baca Juga:

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

Baca juga Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang.

#3 Beasiswa PPA dana segar tanpa beban moral

Menjadi penerima bantuan sosial itu ada beban mentalnya. Ada semacam stigma tak tertulis bahwa penerima bantuan harus selalu terlihat prihatin. Pakai sepatu agak bermerek sedikit atau sesekali makan enak di mal, langsung ada risiko dicibir sebagai pengkhianat uang rakyat. Seolah-olah, menjadi mahasiswa yang dibantu negara berarti dilarang memiliki selera atau sedikit hiburan.

Di sinilah letak keistimewaan PPA. Karena dasarnya adalah prestasi akademik, uang yang turun ke rekening itu rasanya seperti bonus atas kerja kerasmu selama ini.

Bebas, mau dipakai untuk beli buku referensi asli, upgrade perangkat pendukung kuliah agar skripsi lancar, atau sekadar traktir orang tua makan sebagai perayaan atas nilai yang bagus. Tidak akan ada beban moral yang akan menghakimi.

PPA adalah simbol harga diri bagi mahasiswa kelas menengah yang ingin membuktikan bahwa otak yang encer adalah aset finansial yang nyata.

Pada akhirnya, Beasiswa PPA adalah bentuk pengakuan paling jujur di dunia akademik. Menjadi jembatan bagi mereka yang terjepit di antara megahnya bantuan untuk si miskin dan elitnya beasiswa untuk si kaya.

PPA mengajarkan bahwa selama transkrip nilai masih bagus, harapan untuk tidak jadi beban orang tua itu selalu ada. Karena pada akhirnya, kerja keras memang layak dihargai dengan rupiah yang nyata.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Dilema Penerima Beasiswa yang Susah Untuk Kritis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2026 oleh

Tags: beasiswabeasiswa PPAbidikmisiMahasiswaPPA
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
Enaknya Kuliah di Politeknik, Mahasiswa Universitas Nggak Akan Pernah Merasakannya

Enaknya Kuliah di Politeknik, Mahasiswa Universitas Nggak Akan Pernah Merasakannya

16 Oktober 2025
Kerja Kelompok: Harusnya Berbagi, Realitasnya Solo Carry

Kerja Kelompok: Harusnya Berbagi, Realitasnya Solo Carry

14 September 2022
Dilema Jadi Anak ASN Tata Usaha: Mau Cari Beasiswa kok Statusnya Anak ASN, tapi Nggak Dapet Beasiswa ya Susah Juga Bayar Kuliahnya

Dilema Jadi Anak ASN Tata Usaha: Mau Cari Beasiswa kok Statusnya Anak ASN, tapi Nggak Dapet Beasiswa ya Susah Juga Bayar Kuliahnya

2 Oktober 2023
dosen asik

Nggak Semua Dosen Bikin Istigfar, Ada Juga kok yang Asik

19 Juni 2020
beasiswa bidikmisi

Nggak Semua Penerima Beasiswa Bidikmisi Itu Tukang Hedon dan Foya-Foya

2 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.