Nggak Semua Dosen Bikin Istigfar, Ada Juga kok yang Asik – Terminal Mojok

Nggak Semua Dosen Bikin Istigfar, Ada Juga kok yang Asik

Featured

Avatar

Selama kuliah kita pasti menjumpai berbagai macam karakter dosen. Ada yang killer, cerewet, disiplin ketat, good looking bahkan karismatik dan cocok dijadikan teladan. Tapi pada tulisan saya ini saya tidak mau kita ghibah mengenai karakter-karakter dosen yang terkenal bikin istighfar hhe hhe. Ampun deh saya takut durhaka.

Dosen tidak selamanya dikenal dengan sifatnya nyebelin. Ada juga kok dosen yang jago ngelawak dan supel banget dengan mahasiswanya. Ya, meskipun masih agak langka jumlahnya kalau dibandingkan dosen yang anu hhe hhe. Tapi ya wajar sih, kalau lebih banyak dosen kocaknya, kamu harus curiga, jangan-jangan kamu bukan kuliah di Perguruan Tinggi, tapi di perguruan komedi hhe hhe.

Saya kali ini ingin mengajak kalian semua ngomongin dosen yang asik dan ngangenin. Kelakuannya yang ada-ada aja bikin mahasiswa semangat mengikuti perkuliahannya—tapi kalo soal ngerjain tugas mah nggak semangat. Biasanya dosen yang asik ini punya tiga karakter yang bikin mereka deket banget sama mahasiswa.

Ngomongnya selo banget, bisa diajak misuh kayak temen tongkrongan

Dosen yang asik biasanya nggak terlalu mementingkan sopan santun di dalam pergaulan antara dosen dan mahasiswa. Mereka ngobrol dengan selo, dan sesekali mengeluarkan pisuhan sebagai bentuk keakraban yang membuat mahasiswa tidak merasa berjarak dengan dosen. Pokoknya udah kayak temen tongkrongan aja lah.

Btw misuh di sini bukan berarti marah-marah loh yah. Kalo kamu kuliah di Surabaya, misuh khususnya ngomong jancuk adalah hal yang lumrah dalam pergaulan. Jancuk sendiri bisa mewakili banyak ekspresi. Orang seneng aja ngomong jancuk kok.

Dosen saya biasanya habis ngomong jancuk suka bilang, “Ya sepurane lho rek, lambeku ancene sering ceplas-ceplos ngene”. (Maaf kalau mulut saya ceplas ceplos begini). Dia malah punya arti khusus soal jancuk ini. Katanya Jancuk itu baik karena singkatan Jancuk adalah: Jadilah anak cerdas ulet dan kreatif.

Baca Juga:  Siapa Kita kok Ngatur-Ngatur Tuhan?

Dosen yang selo kayak gini juga enak kalau diajak diskusi. Biasanya mereka menerima kritikan secara terbuka, nggak baperan, dan nggak ujug-ujug ngasih nilai buruk hhe hhe.

Mendukung mahasiswanya demo kebijakan kampus

Ketika kebanyakan dosen pada umumnya menyuruh mahasiswa untuk nurut-nurut saja sama kebijakan kampus, rajin belajar biar cepat lulus, dan nggak kebanyakan demo atau melakukan hal yang mereka anggap tidak terlalu berguna, dosen yang asik biasanya nyuruh mahasiswa melakukan hal yang sebaliknya.

Aslinya sih nggak memandang umur, tapi biasanya dosen muda yang selama mahasiswa punya jejak aktivis yang suka mendukung mahasiswa melakukan hal yang “tidak-tidak” ini.

Di kampus saya ada juga dosen sepuh yang meskipun sudah sepuh tapi jiwa perlawanannya sangat tingi. Dia pernah misuhi mahasiswa yang dia anggap terlalu manja. Kuliahnya selalu diselingi bahasan-bahasan soal isu yang harus dikritisi oleh mahasiswa saat ini. Dia juga suka merekomendasikan kajian-kajian yang berhubungan dengan kebijakan kampus. Kalau emang ada kebijakan yang salah, dia bakal mendukung kebijakan itu didemo oleh para mahasiswanya. Asik gila kan ya???

Kalo jadi pembimbing skripsi lebih rajin dari mahasiswanya

Kalau biasanya dosen yang jadi pembimbing skripsi suka nyebelin: susah dihubungi lah, kalo mau konsul lama lah, permintaannya susah-susah lah, ngasih revisi seabregan lah. Dosen yang asik biasanya nggak kayak gitu.

Mereka biasanya nggak terlalu membawa ruwet urusan skripsi dan mendorong mahasiswanya untuk cepat lulus biar nggak memperkaya universitas aja ha ha ha.

Mereka biasanya yang duluan mencari mahasiswa untuk segera bimbingan, mengingatkan untuk mengerjakan skripsi, memotivasi, dan yang paling parah sih sampe bantuin nyariin tema dan referensi.

Tapi dosen kayak gini tuh nggak bisa dianggap enteng ya, kalau kita kelihatan nggak niat, ya kita bakal dikick juga dari daftar bimbingannya dia. Jadi ya tetep nggak bisa santai-santai dan leha-leha juga.

Baca Juga:  8 Alasan Membenci Mahasiswa Ambis. Makanya Jangan Saklek!

Waktu saya KKN, dosen saya masih sempat-sempatnya mengingatkan saya lewat pesan Whatsapp “Ulia, kalau tidak niat skripsi sama saya lebih baik ganti pembimbing saja”.

Saya yang sedang KKN, sontak mengambil berkas-berkas skripsi saya yang sengaja saya bawa. Saya potret hard copy skripsi saya dan mengirimkannya dengan tulisan “Lho pak jangan, ini saya KKN sambil mengerjakan skripsi kok pak”. Tidak lupa dengan “hehehe” dan emoticon menangis.

Sebagai mahasiswa bimbingannya, bisa dibilang saya termasuk mahasiswa yang mbeler alias pemalas. Ketika saya menghilang selama satu bulan dan muncul tiba-tiba di ruang dosen, beliau menyambut saya dengan ucapan syukur “Alhamdulillah, mari mati ta kamu ul”. Saya hanya senyam-senyum sambil membawa ajimat saya yaitu draft yang sudah direvisi.

Tuh kan nggak asik gimana, saya menghilang sebulan tapi nggak dimarahi, malah disambut dengan ucapan syukur dan tangan terbuka karena saya tidak melupakan skripsi saya. Ah, I love you full Pak!

BACA JUGA Tips Berdamai Sama Dosbing Resek biar Skripsi tetep Bisa Lancar Jaya dan tulisan Mas Uliatul Hikmah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
7


Komentar

Comments are closed.