Ada banyak kampus di Bangkalan Madura. Namun, pilihan prodinya tidak beragam. Dari ujung barat sampai timur, utara sampai selatan, semua seakan menyediakan prodi yang seragam. Sama semua, kalau nggak Ekonomi Syariah, Hukum Syari’ah, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah. Kondisi ini sempat bikin saya bingung ketika mau kuliah.
Setelah dipikir-pikir lagi, prodi yang seragam itu nggak cukup baik. Bukan saja bagi saya sebagai mahasiswa, tapi juga masa depan Bangkalan Madura. Bayangkan saja, kalau prodi yang seragam ini terus dipertahankan, beberapa tahun ke depan lulusan dengan keterampilan atau keilmuan yang sama akan membeludak. Dampaknya? Saya akan sulit dapat pekerjaan, Bangkalan Madura juga akan dipenuhi oleh pengangguran.
Setelah 5 tahun masa kebingungan memilih kampus berlalu, saya kira kampus-kampus di Bangkalan Madura sudah berubah jadi makin baik. Eh, ternyata malah makin parah!
Baca juga Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira.
Di Bangakalan Madura itu satu kampus buka prodi lalu yang lain mengikuti
Beberapa tahun ke belakang, kampus di Bangkalan Madura banyak sekali yang mulai bertransformasi. Mulai dari mengubah nama kampusnya, sekolah tinggi yang meningkat jadi institut, dan yang paling banyak yakni keberanian mereka untuk membuka prodi baru. Nah, awalnya, saya melihat ini sebagai kabar baik, namun makin kesini kok kaya terasa seperti sebaliknya.
Ya, agaknya perkembangan kampus di Bangkalan Madura dengan membuka prodi baru itu tidak cukup baik. Alasannya, niat mereka sepertinya hanya karena FOMO saja. Coba kalian renungkan, kampus ini buka S1 Manajemen Pendidikan Islam, kampus lainnya juga buka prodi tersebut. Lalu, yang akhir-akhir ini ramai, S1 Hukum Tata Negara (HTN) yang mulai menjamur di kampus-kampus swasta di Bangkalan.
Kalau dihitung, ada 3 kampus yang membuka prodi baru S1 HTN. Untuk ukuran Bangkalan yang penduduknya nggak seberapa, 3 prodi HTN itu sudah kebanyakan.
Pertanyaannya kemudian, lulusannya mau dikemanain semua, pak atau bu?
Baca halaman selanjutnya: Jangan fokus …













