Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
8 Mei 2026
A A
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sabtu lalu, ada insiden tabrak lari yang melibatkan pengendara mobil Pajero dan tukang buah yang sudah lansia. Kejadiannya, di Jalan Raya Kalimalang, Jaktim. Mendengar berita tersebut, saya prihatin. Tapi, saya nggak begitu terkejut. Soalnya, saya merasakan betul bagaimana susahnya menyeberang di daerah sana.

Sangat disayangkan, padahal pembangunan infrastruktur jalan di sana sudah sangat pesat. Penampakannya saja sudah sangat jauh berbeda dari satu dekade lalu. Bahkan demi pelebaran jalan, beberapa tempat sampai kena gusur, termasuk SD saya dulu.

Tapi mirisnya, dari dulu sampai saat ini, masih nggak tersedia fasilitas yang mumpuni buat para pejalan kaki dan penyeberang. Sedangkan, kecepatan pengendara di jalan tersebut, hampir selalu tinggi. Bawaannya kalau lewat sana, was-was terus. Bahkan, untuk sesama pengendara sekalipun.

BACA JUGA: Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas

Dari zaman Tol Becakayu mangkrak, menyeberang di Jalan Raya Kalimalang sudah susah

Waktu SMA, saya tinggal di Pondok Bambu dan bersekolah di dekat Pasar Perumnas Klender. Tapi demi hemat ongkos, saya memilih pulang naik angkot yang ke arah Kalimalang. Jarak tempuh saya memang lebih jauh, tapi saya cukup satu kali naik angkot saja. Nggak seperti rute lain.

Saya SMA dari tahun 2012-2015. Di kisaran tahun tersebut, Tol Becakayu masih mangkrak dan belum dilakukan pelebaran jalan. Saya turun angkot di pinggiran kali yang hanya berbatas pagar besi. Nggak terlalu jauh dari Universitas Borobudur. Tujuan saya adalah gang yang ada di seberang. Rumah saya terletak di dalam gang tersebut. Gang yang menyambungkan antara kawasan Kalimalang dengan Pondok Bambu.

Nggak ada zebra cross, nggak ada yang membantu, saya bisa menunggu sampai 30 menit cuma demi menyeberang. Semua kendaraan di sana ngebut. Saya lebih memilih menunggu sepi, karena takut tertabrak. Apalagi, banyak juga truk yang lewat.

Saat menyeberang di sana, saya pernah terserempet motor pada bagian lengan. Nggak ada cedera serius, tapi tetap saja sakit dan agak syok. Padahal, saya sudah berhati-hati dan menunggu sepi.

Baca Juga:

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

Saking sulitnya menyeberang di Jalan Raya Kalimalang, kalau ada yang membantu, saya suka terharu. Biasanya pengendara sepeda motor yang sering membantu saya. Mereka mengulurkan kakinya, agar para pengendara di belakangnya stop dan memberi saya lewat terlebih dulu.

Jalanan makin lebar, infrastruktur makin oke, tapi nggak tampak pelican crossing

Oleh karena sudah pindah hunian, saya sudah nggak sesering dulu ke area Jalan Raya Kalimalang. Tapi setiap ada keperluan di daerah sana dan harus naik angkot, saya selalu khawatir untuk menyeberang.

Saya nggak pernah menemukan pelican crossing yang mumpuni. Sehingga untuk menyeberang jalan, saya cuma mengandalkan tangan saja sambil selalu awas dengan kendaraan. Padahal Jalan Kalimalang adalah jalan raya yang dekat dengan pemukiman penduduk, tapi fasilitas penyeberangannya minim.

Jalanan yang besar dan terpisah-pisah, malah bikin bingung pejalan kaki sekaligus penyeberang seperti saya. Trotoar ada. Tapi karena banyak toko dan bangunan di pinggir jalan yang berjajar, tingginya sama dengan jalan raya dan nggak memberikan rasa aman.

Di sana, saya nggak pernah lihat ada JPO. Tapi kalau jembatan untuk menyeberang kalinya, ada. Makanya bisa dikatakan, setiap orang yang menyeberang di Kalimalang sana hampir semuanya pasti sembarangan.

Sayang sekali, meski sudah banyak berubahnya, tapi Jalan Raya Kalimalang masih aja nggak ramah bagi pejalan kaki dan penyeberang. Terbukti dengan adanya insiden tabrak lari beberapa waktu lalu itu. Fasilitas penyeberangan yang mumpuni nggak ada. Sedangkan pengendara, banyak yang melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan ugal-ugalan di sana. Yah kita doakan saja, semoga ke depannya bisa lebih baik.

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalur Kalimalang Arah Jakarta Adalah Jalan Paling Absurd di Jakarta, Bikin Bingung dan Sebel

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2026 oleh

Tags: Jakarta Timurjalan raya kalimalangkalimalangPondok Bambu
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Buaran Plaza, Mal Mungil di Jakarta Timur yang Jadi Andalan Warga Mojok.co

Buaran Plaza, Mal Mungil di Jakarta Timur yang Jadi Andalan Warga

10 November 2025
Dua Sisi Jalan Bina Marga Cipayung: Jalur Horor Sekaligus Destinasi Wisata Kuliner Jakarta Timur

Dua Sisi Jalan Bina Marga Cipayung: Jalur Horor Sekaligus Destinasi Kuliner Jakarta Timur

24 April 2025
3 Hal yang Bikin Saya Resah Melewati Underpass Cawang Jakarta Timur

3 Hal yang Bikin Saya Resah Melewati Underpass Cawang Jakarta Timur

1 November 2023
3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

5 November 2023
Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan Mojok.co

Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan

10 Oktober 2024
Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Betapa Konyolnya Tawuran di Bassura Jaktim, Sore-sore Tawuran, Situ Nggak Punya Kegiatan yang Lebih Berguna?

10 Juli 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.