Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
26 April 2026
A A
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kuliah kok di Jakarta, yang lain saja pengen ke daerah, kamu malah ke Jakarta”,

Itu adalah salah satu ledekan kawan yang sering ditujukan pada saya, yang memutuskan untuk kuliah di Jakarta. Yah, bagi mayoritas mahasiswa daerah, Jakarta adalah kota untuk mengumpulkan cuan, bukan menimba ilmu pengetahuan.

Ada semacam kesepakatan tak tertulis di kalangan perantau, kalau mau kuliah yang benar-benar kuliah dalam artian menikmati romantisme kampus dan biaya hidup murah, pasti pilihannya kalau bukan Jogja, Malang, Jember, ya Bandung.

Jakarta? sebuah pilihan bagi orang-orang ambisius yang sudah siap tipes demi karier, bukan buat mereka ingin slow living.

Namun, di sinilah saya, memilih Jakarta untuk menempuh jenjang S2. Di saat teman-teman saya memamerkan foto kopi jos atau pemandangan gunung di sela-sela perkuliahan, saya justru memotret kemacetan dari jendela lantai atas kampus.

Saya adalah sebuah anomali, seorang perantau yang memilih berkawan dengan ibu kota lebih awal daripada yang lain. Dan ternyata, Jakarta tidak seburuk ketakutan orang-orang daerah.

Melawan romantisme palsu Kota Pelajar

Jujur saja, kuliah di daerah memang asyik buat kantong, tapi Jakarta punya level keasyikan yang berbeda.

Di Jogja atau Malang, kita bisa merasa menjadi intelektual hanya dengan duduk di angkringan sampai subuh. Di Jakarta, intelektualitas diuji oleh efisiensi. Kuliah di sini mengajarkan bahwa kecepatan adalah kunci.

Kita tidak punya waktu untuk galau berlebihan karena skripsi atau tesis, suara klakson dan desakan penumpang LRT akan memaksa untuk segera menyelesaikan urusan dan lanjut ke agenda berikutnya.

Baca Juga:

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

Dinamika perkuliahan di daerah sering kali terlalu santai hingga membuat terlena. Suasananya begitu mendukung untuk menunda-nunda. Sementara di Jakarta, penuh dengan kompetisi.

Kita tidak sedang dipersiapkan untuk menjadi pemimpi yang hobi melamun di pinggir sawah, tapi menjadi petarung yang tahu caranya bertahan di bawah tekanan tenggat waktu dan hiruk-pikuk ibu kota yang tak kenal ampun.

Jakarta sebagai magnet kekuasaan dan ekonomi

Banyak yang mengasihani saya karena harus berhadapan dengan polusi dan harga kos-kosan Jakarta yang tidak masuk akal jika dibandingkan dengan Jember atau Malang.

Tapi mereka lupa, Jakarta adalah magnet. Kuliah di sini memberikan akses terhadap realitas yang tidak tersedia di kota-kota nyaman tersebut. Di kelas pascasarjana, teman diskusi saya bukan lagi sesama mahasiswa yang sekadar membaca teori dari buku-buku kuno.

Baca halaman selanjutnya

Penyintas sebelum terjun ke dunia kerja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh

Tags: JakartaJogjakuliah di JakartaMalang
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

3 Resep Rahasia yang Bikin Pariwisata Jogja Sukses trotoar

Jogja Istimewa: Ketika Trotoar Lebih Penting dari Rumah Rakyat

11 Januari 2023
Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

14 Juni 2025
Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah Mojok.co

Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah

19 Mei 2025
5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta Mojok.co burjo angkringan

5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta

11 September 2024
Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

Meninggalkan Jogja Itu Tak Mudah dan Memang Tak Akan Pernah Mudah

14 Desember 2022
3 Cara bagi Klaten untuk Mengalahkan Ekonomi Jogja (Pexels)

3 Cara Kabupaten Klaten Mengejar Ekonomi dan Status Kota Jogja

26 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

30 Mei 2026
Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu Mojok.co

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

31 Mei 2026
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.