Informasi
ADVERTISEMENT

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Teman sebangku saya bisa jadi adalah CEO yang paginya rapat di SCBD, pengambil kebijakan di kementerian, atau pengusaha yang sedang banting tulang di tengah ketidakpastian ekonomi.

Obrolan di sela-sela kelas bukan lagi soal di mana tempat makan yang bisa bayar pakai QRIS, tapi soal bagaimana pergerakan pasar atau kebijakan pemerintah pusat yang gedungnya cuma sejauh lemparan batu dari kampus. Inilah serunya kuliah di Jakarta, pembelajarannya langsung berdenyut bersama pusat kekuasaan dan ekonomi.

BACA JUGA: 5 Kampus Swasta Terbaik di Jakarta: Panduan untuk Anak Muda yang Masih Bingung Mau Kuliah di Mana

Kuliah di Jakarta artinya menjadi penyintas sebelum terjun ke dunia kerja

Pada akhirnya, kuliah di Jakarta bagi orang daerah adalah latihan singkat menjadi manusia tangguh. Jika di Malang bakal dimanjakan oleh udara sejuk, di Jakarta kita dipaksa bersahabat dengan asap bajaj.

Namun, ketangguhan mental inilah yang tidak akan didapatkan di kota-kota yang terlalu ramah. Mahasiswa Jakarta sudah selesai dengan urusan adaptasi kerasnya hidup bahkan sebelum mereka memegang ijazah.

Jadi, biarlah mereka tetap memuja Jogja dengan segala kenangannya atau Malang dengan kesejukannya. Saya lebih memilih menjadi anomali dengan kuliah di Jakarta. Sebab di balik kemacetan dan kepenatannya, Jakarta menawarkan kedewasaan yang nggak pernah bohong

Menjadi mahasiswa di sini berarti setuju untuk ditempa oleh realitas, bukan sekadar dibuai oleh romantisme kota pelajar yang kadang membuat kita lupa bahwa dunia luar itu sebenarnya liar.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jakarta Tak Segelap yang Ada di Pikiran Kalian, dan Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Kuliah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh .

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.