Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
12 Juni 2026
A A
Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sampai saat ini, Jembatan Suramadu Madura masih jadi jembatan terpanjang di Indonesia. Belum ada yang menandinginya. Jembatan ini bak “gerbang” ke Madura dari salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya. 

Surabaya berbeda Madura. Jalan di Surabaya banyak yang mulus, areanya nyaman, banyak taman, mal sebagai tempat hiburan pun bertebaran. Mendukung sekali untuk sekedar keliling sambil motoran.

Sementara Madura berkebalikan dengan Surabaya. Itu mengapa, saat sampai di Madura dari Surabaya, banyak orang kecewa.

Akan tetapi, di tulisan ini, saya tidak akan menjelaskan Madura dan Surabaya secara keseluruhan. Saya mau bahas di “gerbang” masuk Surabaya saja, alias Jembatan Suramadu saja.

Di gerbang masuk ini, ada beberapa aturan yang sebaiknya kalian patuhi. Nah, aturan-aturan ini hanya disadari oleh pengendara yang sudah rutin melewati Jembatan Suramadu seperti saya. 

#1 Pegangan erat karena jalan di Jembatan Suramadu Madura full rusak

Aturan pertama yang perlu kalian ingat yakni pastikan pegangan dengan erat, baik pengendara motor ataupun mobil. Sebab di Suramadu, saat memasuki wilayah Madura, jalannya bukan lagi mulus, tapi bergelombang. 

Selain itu, jalan bergelombangnya masih disertai area-area yang berlubang. Tentu, hal ini akan membuat tubuh kita tidak bisa diam.

Bergeser ke arah kanan, ke kiri, ke atas, bawah, bahkan jika tiba-tiba ada pengendara lain yang mengerem secara mendadak karena menemukan jalan yang rusak tubuh kita terdorong ke depan.

Baca Juga:

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

Saya menulis hal ini sebab kondisi demikian adalah situasi yang sangat sulit dihindari.

Setelah keluar dari Suramadu yang jalurnya mulus, banyak pengendara masih terbawa suasana untuk tetap menancap gas dengan cepat. Makanya, kalian harus menjaga posisi tetap aman dengan berpegangan dengan erat.

#2 Hafalkan lokasi-lokasi rawan di Jembatan Suramadu Madura

Selanjutnya, aturan yang juga tak boleh dilupakan yakni usahakan kalian menghafal lokasi-lokasi rawan tersebut. Okelah, aturan ini tidak terlalu penting jika kalian hanya berkunjung sekali atau dua kali. 

Akan tetapi, jika kemungkinan kalian akan ke Madura berkali-kali, menghafal lokasi rawan di gerbang masuk Madura merupakan hal penting. Jika tidak, kalian akan terus dibuat kaget oleh jalan berlubang yang kalian sadari secara tiba-tiba.

Ya, saya akui bahwa usaha untuk menghafal lokasi rawan di Jembatan Suramadu Madura cukup sulit. Bahkan, kadang bisa berpindah lokasi. Maksud saya, baru yang satunya diperbaiki, eh yang rusak pindah ke lain lokasi. Tapi, bagi saya, berusaha menghafal lokasi-lokasi ini tetap perlu untuk keselamatan kita bersama.

#3 Pemotor ambil jalur kiri saja

Aturan ini sangat saya sarankan bagi pengendara motor, terutama jika kalian berkendara dengan pelan seperti saya. 

Ya, tidak perlu tergiur untuk pindah ke jalur yang lebih lebar, tetaplah berada di jalur kiri. Sebab, jalur kanan di Jembatan Suramadu ini selalu dipenuhi oleh manusia yang terburu-buru. Mulai dari pemotor yang kecepatannya di atas 80 kilometer per jam, abang-abang truk yang dikejar setoran, sampai pengendara mobil yang lagi belajar kebut-kebutan.

Nah, bagi saya, jalur kiri ini sangat aman untuk pemotor. Pertama, mobil-mobil tidak akan tertarik untuk memilih jalur ini, sehingga kita bisa lebih aman. Pemotor yang kebut-kebutan juga tidak mungkin melewatinya, sebab akan buang-buang waktu bagi yang terburu-buru.

#4 Pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik

Sebetulnya, saya tak perlu menuliskan hal ini. Tapi, beberapa kali saya melewatinya saat malam hari, pasti ada saja kendaraan, terutama motor, yang lampunya tidak menyala sama sekali. Bukan apa, Gaes, tapi hal itu benar-benar mengancam keselamatan semua pengendara.

Bagi diri kita sendiri, kita akan sulit memastikan area mana yang paling aman. Kemudian bagi orang lain, mereka bisa saja tidak sengaja menabrak dari belakang karena tidak melihat posisi kita. 

Apalagi, lampu penerangan di Jembatan Suramadu Madura ini tidak merata. Banyak area yang lampu penerangannya tidak hidup sama sekali. Sehingga, saat petang, areanya benar-benar gelap.

Yah, jangankan motor yang lampunya mati, yang hidup saja beberapa kali sempat tergelincir karena tidak melihat jalan yang rusak.

Yah, demikianlah beberapa aturan tidak tertulis saat kalian memasuki “gerbang” Madura melalui Jembatan Suramadu. Saya berharap dengan saya menulis artikel ini, kita semua bisa lebih berhati-hati. Pemerintah pun bisa tumbuh empati dan mau bekerja untuk membuat jalan ini lebih baik lagi.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2026 oleh

Tags: jembatanjembatan suramadumadurasuramadu
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
Madura Tidak Butuh Kereta Api!

Madura Tidak Butuh Kereta Api!

27 Juni 2023
Mensyukuri Tinggal di Sumenep, Kabupaten Termiskin Ketiga di Jawa Timur

Mensyukuri Tinggal di Sumenep, Kabupaten Termiskin Ketiga di Jawa Timur

26 Juni 2023
Aturan Tidak Tertulis Belanja di Warung Madura yang Beda Jauh dengan Indomaret dan Alfamart Mojok.co

5 Kelakuan Pembeli yang Dibenci Penjaga Warung Madura

1 Juni 2025
Stiker Parkir Madura: Stiker Resmi, tapi Kalah Sakti Melawan Tukang Parkir Liar stiker parkir bangkalan madura

Stiker Parkir Bangkalan Madura, Cara Pemerintah Melakukan Pungli Pada Rakyat Sendiri

15 Desember 2024
5 Rekomendasi Merek Sarung buat Kamu yang Hipster Abiezzz madura

Sejarah dan Alasan Laki-laki Madura Suka Pakai Sarung

31 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

11 Juni 2026
Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

12 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan Tapi Gila

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila

11 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.