Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Rumah Makan Padang Bertebaran di Jogja namun Tidak di Mataram

Aliurridha oleh Aliurridha
24 Juni 2020
A A
rumah makan padang mojok.co

rumah makan padang mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Kok di Mataram jarang terlihat rumah makan Padang ya?”

Pertanyaan itu dilontarkan istri saya di suatu sore saat senja lagi indah-indahnya. Saat itu kami sedang menikmati jalan-jalan pertama sejak ketegangan akibat corona mulai surut. Kami berkeliling sepanjang kota Mataram, dan memang benar hampir tidak ada saya temukan rumah makan Padang hari itu. Bahkan beberapa rumah makan Padang yang dulu pernah menghiasi kota Mataram kini sudah berganti dengan warung makan Sasak.

“Beda banget sama di Jogja hampir sepanjang jalan kita temukan Rumah makan Padang.”

Perkataan istri saya mengingatkan saya pada rumah makan Padang yang berdiri dengan gagahnya di sepanjang jalan Kaliurang. Kamu bisa temukan belasan rumah makan Padang di jalan Kaliurang. Akhirnya timbul pertanyaan saya kenapa bisa di Jogja ada begitu banyak rumah makan Padang sedangkan di Mataram yang secara homogenitas masyarakatnya mirip-mirip dengan Jogja jarang ditemukan rumah makan Padang?

Dari riset sederhana saya menemukan beberapa alasan kenapa rumah makan Padang bisa sebegitu menjamurnya di Jogja, sedangkan di Mataram rumah makan Padang yang semakin tenggelam dalam ketiadaan.

Pendatang di Jogja lebih banyak dari pendatang di Mataram

Jogja sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan Mataram sama-sama banyak didatangi Mahasiswa dari berbagai penjuru daerah. Bedanya Jogja dari berbagai penjuru daerah Indonesia, Mataram dari berbagai penjuru NTB. Ada sih beberapa warga yang datang dari luar NTB tapi tidak terlalu banyak jumlahnya.

Selain dari golongan mahasiswa Jogja juga banyak didatangi oleh mereka yang ingin mencari peruntungan dunia kerja serta kehidupan yang lebih baik. Meski kota Jogja tidak lebih besar dari kota Mataram namun imej Jogja di mata orang sudah tertanam, bahwa Jogja adalah kota yang bisa menyajikan romantisme dan ramah terhadap pendatang.

Baca Juga:

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Sebagai orang yang pernah merasakan tinggal di Jogja saya tidak menolak bahwa ada nuansa magis nan romantis, hanya saja saya tidak tahu apakah disebabkan lagu Kla Project atau memang suasana Jogja yang mengundang rindu terkadang sendu. Namun kalau mengenai keramahan warganya sudah tidak usah ditanya, memang benar adanya. Mungkin itu juga alasan pendatang lebih banyak datang ke Jogja dan berbagai jenis makanan juga lebih banyak tersedia, termasuk rumah makan Padang.

Sudah banyaknya makanan pedas di kota Mataram

Makanan asli Lombok sudah dari sananya pedas. Beda dengan makanan asli Jogja yang lebih manis. Dengan banyaknya pendatang dari luar di Jogja, yang mungkin kebanyakan menyukai makanan pedas, makan nasi Padang adalah pilihan yang bijak. Saya saja sebagai orang Lombok begitu gemar makan di rumah makan Padang ketika Jogja karena alasan itu.

Sayangnya di Lombok hampir semua jenis makanan itu pedas. Saya sengaja menyebut hampir untuk membuka peluang jika ada kesalahan data. Mungkin ada makanan khas Lombok yang tidak pedas, atau warung makanan dari daerah lain yang tidak pedas yang tidak saya temukan. Bahkan cemilan di Lombok, wabil khusus Mataram pun lebih banyak jenis cemilan pedas ketimbang manis. Bisa jadi itu menjadi salah alasan mengapa rumah makan Padang susah bertahan di Mataram karena telah banyak jenis makanan pedas di Mataram.

Harga makanan jauh lebih murah di Mataram

Sebenarnya bukan hanya makanan, harga properti, sewa kos, dan harga-harga lain Mataram memang jauh lebih murah. Makanya saya rada heran ketika mendengar orang mengatakan bahwa di Jogja itu enak murah-murah. Murah gundulmu. Mungkin benar jika perbandingannya adalah Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Tapi kalau dengan daerah lain belum tentu.

Misalnya di Mataram dengan sewa kos 4000-600ribu kamu sudah dapat kos-kosan dengan fasilitas kamar mandi di dalam ditambah lemari, kasur, dan dapur yang sudah tersedia. Di Jogja jangan harap bisa dapat yang seperti ini. Belum lagi ada kos-kosan dengan fasilitas ramah terhadap pasangan tanpa buku nikah dari penggrebekan ormas, warga yang suka ikut campur, bahkan dari Pol PP. Datangi saja kos-kosan yang dimiliki orang bernama Made, Ngurah, atau Putu dijamin aman dari penggerebekan. Ups, lupa “Mataram kota ibadah” adalah jargon kota Mataram. Bagian ini boleh dilupakan.

Soal makanan tentu jauh lebih menggoda, jika burjo seharga 7,500-8,000 rupiah hanya dapat nasi telur maka di Mataram 4,000-6,000 sudah dapat nasi balap lauknya ayam, tempe, mie dengan tambahan sayur. Itu saya membandingkan dengan burjo, warung makan paling murah bagi anak kosan di Jogja.

Nasi balap jika dibandingkan dengan nasi kucing yang harganya mirip juga tidak akan kalah. Sudah namanya lebih keren, nasi balap atau akrab disapa Racing Race ini tidak kalah dari segi porsi mau isi. Sudah isi memiliki lauk yang lebih banyak, porsinya juga lebih banyak dari nasi kucing. Bayangkan perut gembul mahasiswa kelaparan yang butuh tiga bungkus nasi kucing untuk kenyang. Segembul-gembulnya kamu hanya butuh dua bungkus nasi balap untuk kemudian nyenyak berhibernasi.

Jika kamu mau yang lebih wah lagi agak ke utara sedikit dari pusat kota maka kamu akan menemukan nasi belut seharga lima ribu rupiah dengan menu yang luar biasa dan porsi yang menggoda mahasiswa. Setelah kamu memakannya mungkin kamu bisa seperti Gusti Aditya membanggakan diri pernah makan belut dan mengisinya dalam kolom atribusi.

Jika di Jogja rumah makan Padang sudah masuk kategori makanan murah, maka di Mataram makanan tersebut masuk kategori makan rada mewah. Bagaimana mungkin ia bisa bertahan di tengah gempuran makanan murah kota Mataram.

Jadi wajar jika di Jogja rumah makan Padang sukses mengkoloni warung makan Jogja dan gagal mengkoloni warung makan di Mataram. Secara makanan di Mataram sudah berdikari dari segi rasa maupun citra.

BACA JUGA Riset Saya untuk Membuktikan Apakah Penjual Nasi Padang Memang ‘Bias Gender’ dan tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2020 oleh

Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Film 'Stand By Me Doraemon 2' Menunjukkan Semua Orang Pasti akan Berubah terminal mojok.co

Film ‘Stand By Me Doraemon 2’ Menunjukkan Semua Orang Pasti akan Berubah

29 Januari 2021
Saat Belanja Bersama Anak Kecil, Orang Tua Perlu Perhatikan Aturan Tidak Tertulis Ini Mojok.co

Saat Belanja Bersama Anak Kecil, Orang Tua Perlu Perhatikan Aturan Tidak Tertulis Ini

5 Januari 2024
Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

30 Mei 2025
Anak Sekolah di Rumah, Emak Berkeluh Kesah MOJOK.CO

Anak Sekolah di Rumah, Emak Berkeluh Kesah

30 Juli 2020
Alasan KA Pandanwangi Harus Tambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP

Alasan KA Pandanwangi Harus Menambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP

6 Januari 2025
5 Rekomendasi Hotel Murah Dekat Alun-alun Malang di Bawah 500 Ribuan

5 Rekomendasi Hotel Murah Dekat Alun-alun Malang di Bawah 500 Ribuan

6 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.