Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul Dibanding Stasiun Solo Balapan di Mata Saya

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
22 Juni 2026
A A
4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya Mojok.co

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya lebih senang Stasiun Purwosari daripada Stasiun Solo Balapan.

Stasiun Solo Balapan itu megah. Stasiun kebanggaan warga Solo yang punya arsitektur gagah ini memang pantas jadi wajah pertama yang menyapa para pendatang.

ADVERTISEMENT

Lalu-lalang penumpang dengan bumbu pertemuan dan perpisahan jadi pemandangan sehari-hari di sana. Stasiun Solo Balapan memang gemilang menjalankan tugasnya sebagai gerbang utama kota.

Akan tetapi, buat mereka yang lebih suka suasana tenang, ada kalanya stasiun sebesar itu terasa terlalu ramai buat sekadar menikmati momen pulang atau berangkat. Nah, di saat suasana syahdu lebih dirindukan, Stasiun Purwosari hadir sebagai penyelamat.

#1 Stasiun Purwosari punya skala yang lebih manusiawi, terutama bagi jiwa yang nggak muda lagi

Berlarian mengejar kereta di stasiun yang terlalu luas kadang bikin napas tersengal dan lutut gemetar. Apalagi kalau sudah mulai memasuki usia kepala empat. Drama menggeret koper ke sana-sini, ditambah harus naik-turun eskalator, rasanya benar-benar menguras tenaga dan bikin pundak encok seketika.

Untungnya, semua adegan menyebalkan tersebut nggak pernah terjadi kala menginjakkan kaki di Stasiun Purwosari. Memang, ukurannya jauh lebih mungil dibanding Stasiun Solo Balapan yang namanya legendaris berkat lagu Didi Kempot itu. Tapi, justru karena kecil itulah, banyak orang yang malah makin sayang pada Stasiun Purwosari.

Luasnya jauh dari kata mengintimidasi, membuat setiap langkah terasa lebih tenang dan nggak terburu-buru. Jarak dari parkiran sampai ke pintu masuk pun selemparan batu saja. Jadi, jangan heran apabila turun kereta dari stasiun ini serasa sedang berjalan di koridor rumah sendiri.

#2 Kepadatan Stasiun Purwosari lebih terukur, cocok dengan citra Solo sebagai kota yang tentram

Kalau Stasiun Solo Balapan adalah pusat keramaian yang terkadang bikin panik, Stasiun Purwosari adalah antitesis yang sangat dibutuhkan. Kepadatan di sini jauh lebih bisa ditoleransi. Penumpang nggak akan terjebak dalam arus manusia yang saling sikut demi mengejar gerbong kereta.

Baca Juga:

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Ditambah, suasananya jauh lebih slow-paced. Ini sangat selaras dengan citra Solo sebagai kota yang tentram dan nggak neko-neko. Antrean masuknya nggak mengular seperti antre bantuan sembako. Pun, ruang tunggu selalu punya cukup sisa kursi bagi mereka yang ingin duduk diam tanpa diganggu bisingnya hiruk-pikuk kota besar.

#3 Kenangan historis hangat yang lebih intim di Stasiun Purwosari

Meski lokasinya masih satu kota, Stasiun Purwosari punya aroma sejarah yang jauh lebih intim. Usianya memang sudah sepuh. Namun, stasiun ini nggak sok pamer atau mentereng. Sebaliknya, setiap sudut bangunannya justru terasa hangat.

Tempat ini seolah-olah sedang menyimpan banyak cerita yang enggan diumbar ke orang asing. Apalagi, kehadiran Sepur Kluthuk Jaladara di sini bikin pengalaman visualnya jadi lebih personal. Keunikan tersebut jelas merupakan sesuatu yang sulit ditemukan di tengah keriuhan stasiun manapun.

Berbeda jauh dengan stasiun-stasiun modern yang arsitekturnya sering kali terasa dingin dan kaku, Stasiun Purwosari benar-benar punya nyawa. Duduk tenang di sini sambil menunggu kereta datang saja sudah bikin perasaan jadi beda. Penumpang bukan lagi sekadar objek transit yang cuma dicatat dalam sistem. Tapi, benar-benar merasa sedang menjadi bagian dari sejarah kota ini.

#4 Memanjakan telinga penumpang dengan live music dari seniman lokal

Menunggu kereta sambil ditemani petikan gitar akustik dari seniman lokal itu definisi kemewahan yang sederhana tapi mengena di Stasiun Purwosari. Rasanya, waktu tunggu yang biasanya membosankan jadi terasa lebih hidup. Dibanding harus menahan telinga mendengar jingle iklan berulang-ulang dari pengeras suara, alunan musik langsung ini jauh lebih menenangkan. Bahkan terasa seperti hadiah istimewa buat mereka yang mau bepergian.

Serunya lagi, pengunjung bisa request lagu favorit tanpa dipatok bayaran tertentu. Plus, dimanjakan dengan performa mereka yang asyik dilihat khas pemusik vintage. Jujur, suasana di peron jadi berubah total. Rasanya bukan lagi seperti sedang di stasiun buat menanti transportasi umum, lebih seperti lagi nongkrong santai di kafe terbuka yang nyaman.

Buat tipe pelancong yang ingin merasakan riuhnya kota besar sebagai penyambut kedatangan, Stasiun Solo Balapan tentu nggak akan pernah tergantikan. Namun, buat mereka yang mendambakan aroma kearifan lokal yang lebih kental, Stasiun Purwosari adalah pelabuhan yang paling masuk akal.

Jadi, sesekali bolehlah turun di Stasiun Purwosari dan duduk sedikit lebih lama di peronnya. Niscaya, stasiun kecil itu akan memberi perspektif baru pada setiap mata yang memandang tentang arti kata pulang.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Stasiun Lempuyangan Jogja, Stasiun Sederhana Saksi Pertemuan yang Manis dan Perpisahan yang Tragis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2026 oleh

Tags: purwosarisolostasiun balapanstasiun purwosaristasiun solostasiun solo balapan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Rekomendasi 5 Tempat di Sekitar Stasiun Solo Balapan yang Bisa Dikunjungi Ketika Mencoba Naik KRL Jogja-Solo

Rekomendasi 5 Tempat di Sekitar Stasiun Solo Balapan yang Bisa Dikunjungi Ketika Mencoba Naik KRL Jogja-Solo

28 Mei 2023
Angkringan Solo, Kota Sukoharjo, Surakarta. (Unsplash.com)

Kota Sukoharjo Terbuat dari Kehangatan Temu di Sebalik Tenda Angkringan Solo

27 Juni 2022
Kuliah di UNS Memang Murah, tapi Panas dan Bau Sampah

Kuliah di UNS Memang Murah, tapi Panas dan Bau Sampah

2 Agustus 2024
Anak Muda Solo Terancam "Terusir" dari Daerannya Sendiri, Nggak Mampu Beli Rumah karena Gaji Tak Seberapa dan Harus Bersaing dengan Pendatang Mojok.co

Anak Muda Solo Terancam “Terusir” dari Daerahnya Sendiri, Nggak Mampu Beli Rumah karena Gaji Tak Seberapa dan Harus Bersaing dengan Pendatang

17 April 2024
Cara Mudah Mencari Teh Enak di Solo terminal mojok

Cara Mudah Mencari Teh Enak di Solo

20 Oktober 2021
KRL Jogja Solo, Karanganyar-Stasiun Tugu, Punya Banyak Masalah (Unsplash)

KRL Jogja Solo, dari Karanganyar ke Stasiun Tugu, Menyimpan Banyak Masalah dan Ini Bukan Pekerjaan Rumah bagi PT KAI Saja!

20 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menikmati hari Minggu di Sewon Alternatif wisata underrated Jogja (Unsplash)

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

12 Juli 2026
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

8 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain Mojok.co

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

9 Juli 2026
Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya Mojok.co

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

10 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.