Saya dengan tegas mengatakan bahwa Indomie kalau dimasakin orang lain kayak di warkop belum tentu lebih enak. Ya, saya menentang pendapat yang biasa orang katakan.
Jujur saja sampai sekarang saya belum bisa memahami orang-orang yang berpendapat demikian. Tentunya selain alasan kalau dimasakin orang lain kita nggak perlu mengeluarkan tenaga lebih.
Dan, saya yakin juga orang yang mengatakan Indomie lebih enak kalau dimasakin orang lain itu juga nggak tahu alasannya. Coba saja tanya teman-teman di sekitarmu yang bilang begitu. Pasti argumennya nggak jelas dan nggak kuat.
Saya sendiri berpendapat bahwa Indomie ya lebih enak dimasak sendiri di rumah. Dan, tentunya saya punya alasan yang jelas dan juga rasional untuk mempertanggungjawabkan posisi saya. Mohon disimak.
Memasak Indomie sesuai selera
Biasanya, ketika saya memesan Indomie di warkop, sering kali rasanya nggak senikmat itu. Terkadang mienya terlalu lembek. Terkadang mienya terlalu basah hingga bumbunya menjadi kurang berasa. Mungkin pihak warkop memang sengaja memasaknya hingga seperti itu karena memang itulah yang banyak disukai orang.
Namun, saya memiliki selera sendiri dalam memasak Indomie. Buat saya tekstur mie itu wajib tidak boleh lembek dan masih kenyal. Lalu, kalau varian goreng, mie tidak boleh basah atau ditambahkan rebusan air. Hal tersebut agar bumbu dan saus tidak kekurangan kekuatan rasanya.
Nah, enaknya kalau masak sendiri adalah saya bisa menyesuaikan sendiri hal-hal tersebut. Saya bisa mengondisikan sendiri tekstur mienya gimana. Apakah bumbu dan sausnya dipakai semua atau ditambah dengan kondimen lain. Telurnya matang atau setengah matang. Saya bisa bebas bereksperimen. Nggak seperti membeli di warkop yang sudah punya standar tersendiri, tetapi belum tentu cocok untuk semua orang.
BACA JUGA: Indomie Bukan Makanan Legendaris, Ia Cuma Simbol Krisis dan Kemiskinan Kolektif
Masak sendiri di rumah lebih murah
Sekarang, kita berbicara soal harga. Masak Indomie di rumah jauh lebih murah daripada membeli di warkop atau warung lainnya. Kalau masak sendiri kita cukup mengeluarkan uang Rp4000 untuk sebungkus Indomie, meskipun harga tersebut sudah mengalami inflasi. Setelah itu, kita tinggal memanfaatkan air, kompor, dan gas yang ada di rumah.
Lha, sedangkan di warkop satu porsi Indomie bisa mencapai Rp10.000, bahkan lebih. Belum lagi kalau kita nambah telur, ya lebih mahal lagi. Karena mahal lah pengalaman makan kita jadi kurang menyenangkan. Dalam keadaan ekonomi yang serba susah seperti ini, mengeluarkan uang sebesar itu untuk Indomie sepertinya agak memberatkan.
Mitos yang terlanjur dipercaya
Menurut keyakinan saya, rasa Indomie ketika dimasakin orang lain yang lebih enak hanyalah mitos yang terlanjur tersebar dan diamini oleh masyarakat. Hal ini membentuk sugesti di kepala orang sehingga ketika mereka membeli Indomie di warkop mereka sudah berasumsi terlebih dulu bahwa Indomienya akan lebih enak. Hal tersebut pun berpengaruh ke bagaimana mereka menerima rasa Indomie buatan orang lain tersebut.
Padahal mah rasanya ya gitu-gitu aja dan nggak jauh berbeda dibanding dengan saat masak sendiri. Lha, bumbu dan sausnya aja sama. Porsi mienya sama. Nggak mungkin kan Indofood menyediakan Indomie edisi spesial yang memang hanya dijual di warkop?
Oleh karena itu saya berani berpendapat bahwa orang yang mengatakan Indomie lebih enak dibuat orang lain adalah aneh. Itu adalah hal yang berlebihan dan dibalut dengan argumen-argumen yang tidak memuaskan dan tidak berdasar. Kalau menurut kalian bagaimana? Tidak setuju? Mari berdebat.
Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 6 Saat Terbaik untuk Menikmati Indomie
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













