Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
23 Juni 2026
A A
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika ditanya apa ujian kesabaran paling berat di dunia, saya tidak akan menjawab meditasi di puncak gunung atau berpuasa seminggu penuh. Jawaban saya cukup satu, naik bus Bekasi-Cikupa saat jam pulang kerja.

Bagi saya, ruas jalan ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan tempat latihan mental yang sesungguhnya. Saya sering merasa hidup saya seperti sedang diuji oleh semesta melalui kemacetan yang tak berujung.

ADVERTISEMENT

Setiap sore, jalur Bekasi-Cikupa ini berubah menjadi labirin kemacetan yang menyesakkan dada dan pikiran. Ribuan kendaraan, mulai dari truk raksasa yang membawa muatan logistik hingga mobil pribadi yang pengemudinya sudah terlihat putus asa, berebut sejengkal demi sejengkal aspal.

Saya, yang hanya penumpang bus, terjebak di tengah kepungan besi dan asap knalpot, hanya bisa menatap kaca jendela dengan perasaan hampa dan letih yang luar biasa.

Perjalanan bus Bekasi-Cikupa yang seharusnya bisa ditempuh dengan waktu yang lebih masuk akal, sering kali melar dan menjadi tiga jam penuh penderitaan. Kami para komuter dipaksa untuk menabung emosi di tengah deru mesin dan asap yang menyesakkan. Ini adalah ritual yang kejam, yang menguras sisa-sisa tenaga dan kewarasan setelah seharian bekerja keras mencari sesuap nasi, yah meskipun saya nggak tiap hari melaluinya.

Wahana orang dewasa mengadu nasib

Sore hari di ruas tol ini adalah sebuah arena bermain yang berantakan, menjadi wahana orang dewasa mengadu nasib di jalanan. Truk-truk besar dengan muatan berat merayap dengan egois, seolah-olah jalanan ini adalah milik mereka sendiri, sementara pengemudi mobil pribadi mencoba menyerobot celah sempit dengan cara yang membahayakan.

Sebagai penumpang bus Bekasi-Cikupa, saya hanya bisa menjadi penonton dari kursi bus yang sudah usang dan lelah. Klakson menjadi bahasa utama, dan umpatan dalam hati menjadi doa paling khusyuk yang saya panjatkan agar selamat sampai tujuan. Di titik Cikupa, hukum lalu lintas seolah hanya dianggap sebagai saran belaka. Semuanya campur aduk di tengah kemacetan yang tidak merdu sama sekali, hanya bising dan menyebalkan.

BACA JUGA: Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Baca Juga:

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

Tiga jam yang terbuang sia-sia di bus Bekasi-Cikupa

Bagi orang awam yang jarang melewati jalur ini, perjalanan naik bus Bekasi-Cikupa tiga jam mungkin terdengar biasa saja atau bahkan terasa mustahil. Namun, bagi kami para pejuang komuter, ini adalah pengabdian yang sangat melelahkan. Bayangkan saja, tiga jam penuh dihabiskan hanya untuk duduk terjebak di atas aspal yang panas.

Waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk beristirahat, rebahan, atau berkumpul dengan keluarga di rumah, justru terpaksa terbuang begitu saja. Saya sering merasa terjebak dalam penjara berjalan yang tak kunjung sampai. Setiap kali melirik jam tangan dan mendapati waktu baru bergeser sedikit, emosi saya perlahan mendidih dan meledak di dalam dada.

Sampai rumah bukan dengan perasaan tenang setelah seharian bekerja, melainkan dengan jiwa yang sudah remuk dan energi yang benar-benar habis.

Baca halaman selanjutnya

Setelah keluar tol Cikupa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: bekasibus bekasi cikupaCikupajalan tol jakarta-merak
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Stasiun Metland Telagamurni, Penyelamat Pekerja Jakarta yang Tinggal di Pinggiran Kota Mojok.co

Stasiun Metland Telagamurni, Penyelamat Pekerja Jakarta yang Tinggal di Pinggiran Kota 

7 Januari 2024
4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta Jakarta

Culture Shock Pemuda Purwokerto Saat Berkunjung ke Bekasi

5 Mei 2023
Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026
Di Bekasi, Ramalan Cuaca Seakan Tak Berguna

Di Bekasi, Ramalan Cuaca Seakan Tak Berguna

18 Agustus 2022
Cibitung Bekasi: Dulu Hijau Sawah, Kini Beton Merajalela

Cibitung Bekasi: Dulu Hijau Sawah, Kini Beton Merajalela

17 April 2025
Margahayu Raya Bandung Lebih Nyaman ketimbang Bekasi (Unsplash)

Margahayu Raya, Perumahan Bertema Planet di Bandung yang Lebih Nyaman Untuk Menetap Dibanding Planet Bekasi

29 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.