Alasan Alarm Hape Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang – Terminal Mojok

Alasan Alarm Hape Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang

Artikel

Setiap orang di dunia pasti butuh yang namanya alarm. Entah untuk tanda peringatan kebakaran, sebagai pengingat acara, pengingat ulang tahun orang terkasih, dan tak lupa sebagai pengingat untuk bangun dari tidur. Mungkin mayoritas orang menggunakan alarm sebagai alat pembuat kaget otomatis untuk bisa bangun dari tidur nyenyaknya. Biasanya sih, alat ini ampuh buat anak kos atau yang tinggal sendiri tapi pengen bangun tepat waktu.

Untuk saat ini, anak kos mungkin nggak perlu repot-repot memasang alarm karena kuliah online atau kerja online dari rumah. Pasalnya, jika di rumah bersama keluarga, pasti akan selalu ada alarm terbaik sepanjang masa, yaitu ibu kita. Dengar suaranya sedikit saja pasti langsung ke-trigger bangun seketika. Tapi beda sama yang memang benar-benar kebo. Mau disiram pakai air sekali pun nggak akan bangun-bangun sampai jadwal bangunnya tiba.

Alarm hape atau jam beker adalah alat terbaik untuk membangunkan anak kosan yang harus bangun pagi-pagi. Entah untuk kuliah atau bekerja. Saya sendiri pun demikian. Alarm hape saya sudah di-set satu minggu full di jam yang sama, terkecuali kalau libur saya tambahkan sedikit jamnya.

Tapi, saya mau tanya, emangnya alarm itu ampuh nggak sih buat bangunin tidur seseorang? Saya kira sih alarm hape tuh nggak bener-bener ampuh buat bangunin orang, karena saya merasakannya sendiri. Terus apa alasannya? Yaudah nggak usah lama-lama kita telaah satu-satu alasannya di bawah ini.

Baca Juga:  Anehnya Orang-Orang di Grup WhatsApp yang Nggak Mau Nampilin Nama Aslinya Sendiri

Alarm Itu sebagai Pengingat Tidur (Lagi)

Yap, bagi saya alarm itu bukan alat untuk ngebangunin orang, tapi malah buat mengingatkan orang untuk tidur lagi. Apalagi jika hari itu tidak benar-benar ada acara yang penting. Setiap hari saya mengeset alarm hape saya di jam 05.00 AM dan saya tidak pernah benar-benar selalu terbangun jam segitu. Paling-paling saya bangun jam 5.30-an, please jangan ditiru ya, Gaes.

Pokoknya kalau alarm udah bunyi, saya pasti bangun. Pasti bangun. Iya, saya bangun untuk mematikan alarmnya dan mengeset ulang lagi di jam 5.10 AM, lalu kalau nyala lagi, set lagi jadi jam 5.20 AM , ya gitu terus sampai bosen denger tuh alarm. Intinya sampai tersadar kalau saya harus segera ke kamar mandi untuk siap-siap menyambut hari. Ceilah, wqwq.

Sering Nggak Kedengaran

Tidak semua orang bisa bangun hanya denger alarm berbunyi. Mau bangun gimana, denger aja nggak. Saya yakin, telinga pasti merespons suara, tapi kitanya aja yang nggak sadar. Seperti saya yang memang sering nggak mendengar suara alarm hape meskipun sudah saya setting menggunakan nada yang membuat telinga bising karena mungkin saya terlalu asyik bermimpi.

Kalau begitu, risiko kesiangan pasti menghantui apalagi kalau lagi sendirian. Mending di kosan ada teman yang ikut nginep atau mungkin kita nggak ngekos tapi ngontrak seperti saya. Jujur aja, saya sering terbangun ya gara-gara teman kontrakan saya bangun atau doi bangunin saya kalau saya udah harus bangun. Kalau sendiri, ya siap-siap aja panik kalau kesiangan. Kalau sudah begitu, mandi bukan menjadi hal yang penting.

Baca Juga:  Bukan Ngeyelan, Tidur dengan Lampu Menyala Itu Demi Kewarasan

Ada “Seseorang” yang Menonaktifkan Alarm Kita

Meskipun kita sudah mengeset alarm sedetail mungkin dari angka jam, nada dering, dan letak hape percis di samping telinga, tapi kita kok nggak mendengar alarmnya berbunyi. Ada berbagai penyebabnya. Pertama, mungkin kita memang budek wqwq. Kedua, mungkin kita lupa memencet tombol OK pada alarmnya. Ketiga, salah waktu yang harusnya pagi malah siang atau malah di hari lain.

Tapi kalau ketiga hal itu tidak terjadi, lantas penyebab keempat apa? Boleh jadi, penyebab keempat adalah ada seseorang yang iseng mematikan alarm kita atau mematikan hape kita, misalnya teman. Tapi kalau kita sendirian? Ya bisa saja ada “sesuatu” lain yang memang iseng ingin melihat kita kesiangan, wqwq. Tapi mending kalau “seseorang” itu yang malah membangunkan kita dari tidur. Biasanya sih “doi” ngingetin kita untuk salat malam atau salat subuh.

Nggak Ada Nada Suara Ibu di Nada Dering Alarm

Ini nih, ini. Coba aja kalau nada dering alarm itu di-setting menggunakan suara alarm seorang ibu dari masing-masing penggunanya. Sejauh ini saya belum pernah menemukan suara nada dering alarm yang diisi oleh suara seorang ibu. Jika ada, saya yakin semua pengguna alarm tidak akan pernah kesiangan lagi.

Saya sendiri nggak tahu apakah nada dering alarm bisa di-setting oleh kita sesuai dengan suara yang kita inginkan karena di hape saya memang benar-benar tidak bisa. Atau mungkin di hape tertentu bisa di-setting sedemikian rupa? Maklum hape saya hape kentang.

Baca Juga:  Berdamai dengan Suara Ngorok Meski Tetap Saja Terdengar Mengganggu

Dari alasan-alasan di atas, adakah hal yang kalian pernah alami? Atau mungkin di antara kalian ada yang nggak pernah kesiangan karena selalu terbangun kalau denger alarm? Atau bahkan tanpa alarm, ada yang memang sudah terbiasa bangun di jam yang sama? Saya sih salut buat mereka yang selalu bangun tepat waktu tanpa harus pakai alarm.

Terakhir, saran saya sih kalau kalian pengen langsung bangun ketika mendengar alarm dan tidak tidur lagi, pasang saja alarm hape persis di telinga kalian menggunakan karet atau bahan sejenis. Kaya panitia divisi koordinator lapangan supaya lebih greget. Budek, budek, dah!

BACA JUGA Kebiasaan Orang Kebluk: Sudah Pasang Alarm Berkali-kali, Tetap Saja Susah Bangun Tidur dan tulisan Erfransdo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.