Kebiasaan Orang Kebluk: Sudah Pasang Alarm Berkali-kali, Tetap Saja Susah Bangun Tidur

Sebagai orang kebluk, supaya bisa bangun, selain volume alarm yang sudah maksimal, saya kerap kali memasang waktu alarm secara bertubi-tubi pada hape.

Artikel

Seto Wicaksono

Selama menjalani masa kuliah, saya sempat menjadi mahasiswa yang kebluk (kosakata bahasa Sunda, suka tidur atau sering terlihat tidur). Saya menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat jam masuk kuliah yang sangat berbeda dengan jam masuk sekolah. Jika ketika sekolah jam masuk terbilang teratur dan konstan (pukul 7 atau 7.30 pagi), saat kuliah saya bisa masuk pagi, siang, bahkan sore hari mulai dari pukul 17.00. Semua tergantung dan menyesuaikan jadwal yang diberikan oleh kampus atau dosen pengajar.

Ditambah tugas yang batas waktu pengumpulannya singkat. Maka tak heran jika saya juga Mahasiswa lain begadang agar bisa segera menyelesaikan tugas yang diberikan. Entah di kosan atau di rumah sendiri.

Setelah begadang, efeknya mudah ditebak. Jam tidur jadi tidak menentu, mudah mengantuk, atau menjadi orang yang kebluk. Nggak bisa lihat kasur atau sesuatu yang empuk sedikit, bawaannya mau tidur. Jika disederhanakan, itu semua terjadi karena kurangnya durasi tidur juga jam tidur yang tidak menentu. Akibatnya, banyak orang yang kesulitan untuk bangun tidur di pagi hari, apalagi saat ada agenda penting.

Sebetulnya, sih, kesulitan bangun di pagi hari ini bisa diakali dengan beberapa cara, salah satunya memasang alarm. Namun, tentu tidak semudah itu. Bagi orang yang tergolong kebluk, sering kali memasang alarm pun tidak ada gunanya. Selain tidak sadar dengan bunyi alarm meski volume sudah full dan bising, orang yang kebluk juga seringkali secara tidak sadar mematikan alarm lalu tidur kembali tanpa rasa bersalah atau khawatir. Ya, namanya juga nggak sadar, kan. Hehehe.

Sebagai seseorang yang kebluk, saya pun sempat merasakan hal tersebut. Selain volume alarm yang sudah maksimal, saya kerap kali memasang waktu alarm secara bertubi-tubi pada hape. Misal, pukul 05.00, 05.05, 05.10, 05.20, dan seterusnya. Namun hasilnya nihil. Berapa kali pun alarm berbunyi, secara tidak sadar saya akan mematikannya, dan akhirnya kembali tidur. Hasilnya, lagi-lagi kesiangan alias terlambat. Masalahnya, hal ini tidak boleh terus terulang dan menjadi kebiasaan karena akan mengganggu banyak kegiatan. Apalagi saat ada ujian atau bekerja.

Baca Juga:  Kumpul Keluarga, Waktunya Mom Shaming

Sampai akhirnya, saya mencoba cara lain—dengan tetap menggunakan alarm—tapi sedikit berbeda soal posisi hape. Biasanya, selama saya tidur hape ada di dekat saya. Itu kenapa sering kali saya tidak sadar ketika mematikan alarm. Kali ini, saya mencoba memasang alarm dengan volume tinggi seperti biasa, dan meletakan hape jauh dari kasur. Lebih tepatnya di dekat pintu kamar. Sehingga, saya harus berjalan untuk mematikan bunyi alarm yang menganggu, dan akhirnya mau tidak mau mata pun ikut melek—karena kaget, harus berjalan, dan bunyi alarm. Cara ini terbilang ampuh dan berhasil membangunkan saya tanpa harus menyalakan alarm berulang kali.

Saya pun sempat bercerita ke salah satu teman, ternyata dia memiliki cara lain agar bisa bangun ketika alarm berbunyi, atau agar tidak bangun kesiangan. Tips dari dia, sih, minum air mineral yang cukup banyak, sehingga akan terbangun karena ingin buang air kecil di toilet. Meski terbilang ampuh, tapi saya tidak sampai sering menggunakan cara tersebut karena membuat perut kembung dan tidak nyaman.

Pada akhirnya, agar dapat bangun di pagi hari atau di jam yang semestinya, kita semua harus beristirahat secara teratur juga memiliki waktu tidur sesuai dengan porsinya—proporsional. Toh, tubuh juga memiliki alarm sendiri jika dibiasakan—salah satunya untuk jam tidur dan kapan harus bangun.

Dan kini, tanpa perlu memasang alarm saya hampir selalu bangun pada pukul 4.30 pagi, selain sudah menjadi kebiasaan hal itu disebabkan oleh tubuh yang sudah merespons hal tersebut sebagai alarm alami. Selain menjadi hal yang positif, rasanya terkadang alarm alami ini menganggu, utamanya ketika saya libur bekerja. Niat ingin bangun siang hari dan memaksimalkan waktu istirahat di rumah dengan cara tidur dan rebahan, eh, mau tidak mau dengan sendirinya akan tetap terbangun di jam yang sama dan malah sulit untuk tidur kembali.

Baca Juga:  Menjadi Seorang Guru TK

Mau bagaimanapun, terkadang tuntutan pekerjaan atau rutinitas membuat kita sulit untuk mendapatkan waktu yang proporsional juga ideal dalam beristirahat. Jika memang sudah mengantuk dan badan butuh istirahat, cobalah luangkan waktu untuk tidur sejenak, bukan malah mencari promo cashback untuk membeli es kopi susu. Ingat, kesehatanmu itu, lho.

BACA JUGA Jangan Bangun Pagi Biar Kamu Dikira Orang Pintar atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
4

Komentar

Comments are closed.