Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
9 Juni 2022
A A
10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong Terminal Mojok

10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidur menjadi salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di muka bumi. Konon, orang yang kurang tidur rentan menderita berbagai macam penyakit seperti diabetes, stroke, hingga terkena gangguan mental. Sebagai orang yang sangat peduli dengan kesehatan, tentu saja saya sangat menyukai aktivitas satu ini.

Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Umumnya orang dewasa butuh tidur selama 7 hingga 9 jam setiap harinya, sementara anak-anak biasanya memerlukan waktu tidur lebih banyak, yakni kurang lebih 8 sampai 10 jam setiap hari.

ADVERTISEMENT

Terlepas dari durasi tidur tiap orang yang berbeda, ada beberapa istilah dalam bahasa Jawa untuk menyebut orang yang sedang tidur. Istilah dalam bahasa Jawa ini berkaitan erat dengan gaya tidur, posisi tidur, dan kondisi tidur yang dialami seseorang. Berikut istilah tidur dalam bahasa Jawa yang perlu kalian ketahui.

#1 Pelor

Salah satu istilah dalam dunia tidur yang cukup populer di kalangan masyarakat Jawa adalah pelor. Ya, pelor merupakan singkatan dari nempel molor. Biasanya, istilah ini digunakan untuk menyebut yang mereka gampang banget tidur.

Contoh: O, dasar pelor. Ketemu bantal langsung molor!

#2 Ngebo

Ngebo merupakan istilah dalam dunia tidur untuk menyebut mereka yang tidurnya terlalu lama. Ada yang menyebutkan bahwa ngebo berasal dari kata kebo alias kebanyakan bobo. Namun, tidak sedikit orang yang kemudian menafsirkan bahwa ngebo berarti seperti hewan kebo (kerbau) yang suka tidur.

Contoh: Oalah, jam segini masih ngebo aja. Bangun, bangun!

#3 Liyer-liyer

Istilah dalam dunia tidur yang cukup familier di masyarakat Jawa adalah liyer-liyer. Istilah ini dipakai ketika seseorang sudah ngantuk berat, tetapi dipaksa untuk melek. Akibatnya, dia akan mengalami setengah tidur dan setengah melek (sistem buka tutup).

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Contoh: Mataku wis liyer-liyer, ora kuat melek (Mataku sudah buka tutup, tidak kuat melek).

#4 Ngglimpung

Istilah ngglimpung dipakai untuk menyebut mereka yang tidur dengan posisi tingkat kemiringan sekitar 45 derajat. Biasanya ngglimpung dipakai untuk menyebut mereka yang tidur di sembarang tempat seperti di pinggir jalan, kursi panjang, atau di pinggir pantai.

Contoh: Diajak ning pasar malah wis ngglimpung (Diajak ke pasar malah sudah tidur).

#5 Ngakar-akar

Berbeda dengan ngglimpung yang memiliki tingkat kemiringan 45 derajat, ngakar-akar adalah posisi tidur yang tidak beraturan, berantakan, dan suka-suka. Orang yang tidur dengan gaya ini biasanya posisi kedua kaki tidak rapi atau cenderung terbuka. Selain itu, posisi tangan juga terbuka sehingga kedua ketiak akan terlihat.

Dalam kehidupan sehari-hari, posisi ini sering dilakukan oleh anak kos yang tak jarang meletakkan kedua kakinya di atas benda-benda sekitar seperti meja, keranjang baju, hingga galon. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa ngakar-akar adalah posisi tidur yang paling arogan.

Contoh: Gusti, wong turu kok polahe kaya ngono, ngasi ngakar-akar (Ya Tuhan, tidur kok tingkah lakunya seperti itu, sungguh berantakan).

#6 Ngliker

Ngliker adalah posisi tidur dengan tingkat kemiringan nyaris 90 derajat. Sederhananya, istilah dalam bahasa Jawa ini dipakai untuk menyebut gaya tidur seseorang yang membentuk huruf C, dengan posisi kedua tangan diapit oleh kedua dengkul. Penyebab orang menggunakan model tidur seperti ini biasanya karena kedinginan dan tidak ada guling di sampingnya.

#7 Angrem

Dalam bahasa Jawa, istilah angrem dipakai untuk menyebut ayam betina yang sedang bertelur (babon angrem). Biasanya, induk ayam akan mengerami telurnya selama 22 hari. Nah, istilah ini juga dipakai untuk menyembut perempuan yang tidurnya terlalu lama atau waktu sudah siang, tetapi masih tidur.

Contoh: Biyutalah, jam semene gek isih angrem, gek tangi, Nduk (Duh, jam segini masih tidur, bangun, Nduk).

#8 Micek

Salah satu istilah tidur yang cukup kasar adalah micek. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu picek atau buta. Biasanya, orang menggunakan istilah ini untuk menyebut mereka yang tiba-tiba tertidur padahal pada saat itu tengah ada acara penting seperti rapat warga, nonton bola, atau kenduri.

Contoh: Ojo micek sek lho, dilit meneh rapat RW diiwiti (Jangan tidur dulu, sebentar lagi rapat RW mau dimulai).

#9 Mbangkong

Mbangkong berasal dari kata bangkong yang memiliki arti katak besar. Namun, bagi mereka yang tidur sangat lama dan ngoweh-oweh atau keluar air liurnya disebut mbangkong (mirip katak). Untuk itu, mbangkong identik dengan orang yang tidur berjam-jam dan air liurnya menetes hingga ke bantal.

Contoh: Oalah, bocah kon nyambut gawe malah mbangkong (Oalah, anak disuruh kerja malah tidur).

#10 Mbathang

Mbhatang dalam bahasa Jawa memiliki arti bangkai. Istilah ini mirip dengan mbangkong, tetapi mbhatang cenderung lebih kasar karena identik dengan bau busuk. Orang yang tidurnya terlalu lama, susah dibangunkan, pulas, dan mengeluarkan bau tidak sedap yang berasal dari air liur disebut mbathang.

Contoh: Lha layak dibeluki ora nyauri, terangane wis mbhatang (Pantesan dipanggil tidak menjawab, ternyata sudah tidur).

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Panggilan Sayang dalam Bahasa Jawa buat Pasangan selain Mas dan Dhik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2022 oleh

Tags: Bahasa Jawaistilahpilihan redaksiTidur
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

3 Kuliner Malang yang Gagal Total dan Tidak Laku di Jogja

3 Kuliner Malang yang Gagal Total dan Tidak Laku di Jogja

23 Juli 2024
Alun-Alun Temanggung Sekarang Seperti Kuburan di Tengah Kota (Unsplash)

Alun-Alun Temanggung Sekarang seperti Kuburan di Tengah Kota

8 Agustus 2023
Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

16 Juni 2023
Rekomendasi 5 Varian Rokok Sukun, Beda Jenis Beda Pula Sensasinya Terminal Mojok

Rekomendasi 5 Varian Rokok Sukun, Beda Jenis Beda Pula Sensasinya

15 Mei 2022
8 Nama Desa di Banyuwangi yang Unik dan Nyeleneh Mojok.co

8 Nama Desa di Banyuwangi yang Unik dan Nyeleneh

22 Februari 2025
Karnaval Sound System di Malang, Hiburan yang Sama Sekali Nggak Menghibur. Hiburan kok Bikin Budek dan Merusak Fasilitas!

Karnaval Sound System di Malang, Hiburan yang Sama Sekali Nggak Menghibur. Hiburan kok Bikin Budek dan Merusak Fasilitas!

9 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.