Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sebelas Tahun Kerja di Stasiun TV Bikin Saya Punya Tiga Hal Ini

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
8 Agustus 2020
A A
Membayangkan Proses Brainstorming 'Kisah Nyata' Indosiar Episode Tiktok terminal mojok.co

Membayangkan Proses Brainstorming 'Kisah Nyata' Indosiar Episode Tiktok terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah ada masa di mana saya nggak bisa rileks saat nonton TV. Bukan karena lagi sariawan, bisulan, putus cinta, atau mikirin utang, tapi sambil nonton tayangan tersebut saya juga membayangkan bagaimana tingkat kesulitan proses produksinya. Mereka-reka kenapa artis A yang dipilih, mereka-reka perubahan wajah pemain sketsa komedi saat membaca arahan kru, sampai menilai sukses atau tidaknya sebuah gimmick ditampilkan.

Kebayang kan, betapa capeknya saya nonton acara TV kala itu. Bisa jadi ini salah satu efek karena saya bekerja selama sebelas tahun di bagian produksi pada dua stasiun TV.

Komen standar saudara dan kerabat begitu tahu saya kerja di stasiun TV adalah, “Kenal sama artis dong.” Laaah, yang namanya program TV pasti ada artisnya kan. Abang bakso yang lagi disyuting pan artis juga.

Beberapa temen kru malah sering mamerin potonya bareng sang artis kalau lagi syuting. Saya kadang kasihan lho sama temen-temen saya itu. Pasti hidupnya sering direcokin dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Waaah, lagi bareng sama Luma Yan ya? Eh, doski sombong nggak?” atau “Eh, emangnya si Rapi’ih beneran pacaran sama Ning-Ning?”

Selain jadi tahu gimana karakter dan pembuktian gosip masing-masing artis, buat saya bekerja sebagai kru produksi memberikan banyak hal yang mengubah pola pikir saya terhadap dunia TV ini. Bikin acara TV itu tidak mudah. Nggak cuma mikirin gimana supaya acara ini bisa memberikan manfaat, tapi juga gimana tampilan dan kemasan yang menarik bagi pemirsa, bukan cuma menurut tim produksinya.

Hal yang saya dapatkan dari kerja di stasiun TV #1 Dipaksa selalu berpikir kreatif

Dalam memproduksi sebuah program acara, industri ini memaksa saya untuk selalu berpikir kreatif. Hal apa yang bikin orang nengok acara ini? Apa kekuatan yang bisa bikin orang mau tetap nonton dan nggak ganti channel sampai acara ini selesai? Apakah artis yang dipakai cukup bisa mengikat pemirsa, atau perlu ditambah gimmick yang terlihat tidak biasa?

Semua pertanyaan tersebut tidak boleh diabaikan oleh tim produksi. Jangan sampai memikirkan konsep yang sulit, tapi malah gagal pada saat eksekusinya. Yang tujuan awalnya mau ngerjain sang artis, jadi nggak tercapai. Lebih baik mencoba kreatif di hal-hal yang sederhana, namun (kalau bisa) belum pernah dilakukan sebelumnya. Contohnya seperti ini.

Bikin konser musik band God Bless, bisa ditambah gimmick puluhan penonton yang menggunakan wig kribo, sesuai dengan model rambut sang vokalis, Achmad Albar. Unsur surprise bisa lebih dapat jika para personel Godbless sendiri tidak mengetahui hal ini sebelumnya. Jadi nggak cuma music show yang ditampilkan dari acara ini, tapi juga ada unsur reality yang menampilkan ekspresi kaget, tertawa, dan mungkin kekesalan sang vokalis karena gayanya sengaja ditiru.

Baca Juga:

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Salah satu hal yang juga sulit adalah bagaimana berpikir kreatif dengan biaya produksi yang minimal. Kalau acara besar seperti ultah stasiun TV, biasanya nggak mikir biaya. Pihak stasiun TV siap jor-joran untuk acara tahunan ini. Umumnya, sponsor pun banyak. Makanya tidak heran, tampilan acara ultah TV terlihat mewah, melibatkan puluhan artis top, atau menggunakan properti yang susah dan mahal.

Justru karena nggak semua program bermodal besar atau mendapat sponsor itulah dituntut kreativitas dari tim produksi untuk mewujudkan program sederhana yang bisa sukses.

Hal yang saya dapatkan dari kerja di stasiun TV #2 Terbiasa kerja keras nggak kenal waktu

Sejak tanda tangan pertama kali ditorehkan di kertas kontrak, bayangan pekerja kantoran yang datang jam 9 pagi pulang jam 5 sore gugur sudah. Dunia TV ini memaksa produktivitas saya jauh melebihi jam kerja pada umumnya. Datang jam 9 pagi, paling cepat saya pulang jam 7 malam. Itu juga jarang sekali terjadi. Umumnya saya pulang sekitar jam 9 malam. Sesekali saya pulang jam 5 pagi karena adanya syuting yang dilanjutkan dengan proses penyuntingan. Tak terelakkan, kantor pun akhirnya menjadi rumah kedua saya.

Kalau bagian pemberitaan (news) mungkin masih bisa dimaklumi karena yang namanya breaking news kan bisa terjadi kapan saja ya. Tapi kalau orang produksi, masak sih kerjanya nggak kenal waktu juga?

Umumnya persiapan syuting itu dilakukan antara 2-6 jam sebelumnya, tergantung tingkat kesulitan produksinya. Beberapa kali saya mengerjakan program kuis sahur yang tayang live 3 menit setiap jam 4 pagi. Rutinitas saya kala itu adalah berangkat ke kantor jam 1 pagi untuk persiapan kuis, pulang dari kantor jam 5 pagi, jam 11 siang kembali ke kantor bekerja sampai jam 7 atau 8 malam. Nonstop seperti itu selama sebulan Ramadan.

Bulan Ramadan biasanya emang bikin orang produksi lebih sibuk dari biasanya. Berbagai program Ramadan mulai dari spesial sahur, kultum, tablig akbar, sampai menjelang berbuka, biasanya benar-benar menguras tenaga. Ditambah siangnya harus menjalani ibadah puasa. Alhasil, sahur bareng keluarga atau bukber bareng konco jadi cuma impian.

Terbiasa bekerja tanpa kenal waktu ini ternyata menjadi “modal” di kehidupan saya kemudian hari. Hal ini membuat saya tidak mudah lelah dalam menyelesaikan pekerjaan, karena fisik saya sudah terbiasa untuk bekerja dan berpikir sampai larut malam.

Hal yang saya dapatkan dari kerja di stasiun TV #3 Tahu kesalahan-kesalahan teknis saat jadi pemirsa

Sebagai pemirsa yang mantan kru TV, saya tidak hanya mengetahui kesalahan-kesalahan teknis acara TV yang saya tonton, tapi juga gimmick yang tidak sesuai dengan rencana. Misalnya, tayangan yang tiba-tiba nge-black alias ilang di tengah program, audio talent yang mati, atau host yang mengulur-ulur waktu karena artis yang akan tampil belum siap, dll.

Selain itu saya juga bisa tahu kalau ada eksekusi gimmick yang gagal atau tidak sesuai yang diharapkan. Misalnya, skrip pengantar host yang nggak sinkron dengan tayangan videonya, ekspresi bintang tamu yang nggak nyaman dengan surprise dari host sehingga di segmen berikutnya sang bintang tamu tiba-tiba ilang tanpa say goodbye. Hahaha….

Dunia TV sendiri sebenarnya sudah saya tinggalkan tujuh tahun ini. Saya juga udah nggak terlalu bawel kalau nonton acara TV. “Kok begini?”, “Kok begitu?”, “Waduh, nggak nyambung!”, “Yaaah, garing”, “Laah artisnya kok ngilang?”, “Ah, nggak kontinyuiti. Tadi kan antingnya di kuping kanan, kok sekarang di kuping kiri?”. Itu adalah sederet kalimat yang sudah saya tinggalin jauh-jauh dari benak saya setiap kali saya nonton TV. Gantian sekarang saya yang ngetawain gimmick-gimmick yang gagal di TV. Pan sekarang saya pemirsa. Bebas aja dong. Hahaha.

BACA JUGA Cerita Pensiunan Penonton Bayaran tentang Profesi Penonton Bayaran Televisi dan tulisan Dessy Liestiyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2020 oleh

Tags: kerjaPengalamanstasiun tvtelevisi
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

‘Selingkuh atau Diselingkuhi?’ Adalah Pertanyaan Sinting

20 Desember 2020
Suzuki Satria 120 R dan Kenangan Cinta Pertama yang Sulit Dilupakan suzuki gsx r150 Suzuki GSX-S150 Touring Edition suzuki smash titan suzuki lets

Suzuki Satria 120 R dan Kenangan Cinta Pertama yang Sulit Dilupakan

18 Juni 2023
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

5 Januari 2026
net tv

Net TV: Dulu Dipuja Sekarang Dicerca

10 Agustus 2019
ciri karyawan yang rentan kena phk mojok.co

5 Ciri Karyawan yang Rentan Kena PHK

24 Juli 2020
Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung Terminal Mojok

Pengalaman KKN di Gunungkidul: Warung Tutup Jam 7 Malam dan Menyaksikan Kemenangan Jokowi di Desa Pro Prabowo

4 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.