Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

3 Istilah dalam Dunia Kerja yang Patut Diwaspadai karena Punya Makna Berbeda dari Pikiran Karyawan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
4 November 2025
A A
3 Istilah dalam Dunia Kerja yang Patut Diwaspadai karena Punya Makna Berbeda dari Pikiran Karyawan

3 Istilah dalam Dunia Kerja yang Patut Diwaspadai karena Punya Makna Berbeda dari Pikiran Karyawan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Istilah dalam dunia kerja berikut memang terdengar manis, padahal bisa sangat berbahaya buat karyawan, lho.

Beberapa waktu lalu saya bertukar pesan dengan salah satu murid saya, eh, mantan murid maksudnya. Walaupun, yah, kok nggak enak banget ya nyebut anak-anak itu sebagai “mantan”? Intinya, murid saya itu sekarang sudah kerja. Kepada saya, dia bilang kalau ingin balik ke masa sekolah saja. “Kerja itu ternyata capek banget, Bu.” Begitu katanya.

Sedikit banyak saya bisa mengerti keinginan absurd-nya itu. Kerja, nyatanya memang secapek itu. Awal masuk sih iya, exciting banget. Setelah dijalani, ternyata di luar ekspektasi. Semua berawal dari bahasa korporat atau istilah dalam dunia kerja yang sering kali salah dimengerti.

Supaya nggak salah paham, bahasa korporat yang dimaksud bukan semata soal FU, huhu, punten hingga jump-in, ya. Istilah dunia kerja dalam tulisan ini adalah bahasa halus yang digunakan perusahaan supaya tidak terkesan mengeksploitasi karyawan, meski sebenarnya… yah, begitulah.

#1 “Jam kerja fleksibel”, istilah dalam dunia kerja yang terdengar bak mimpi indah

Bagi orang yang sedang cari kerja, embel-embel “jam kerja fleksibel” terdengar seperti mimpi indah. Kayaknya kok enak banget gitu. Nggak perlu memburu presensi pagi, pulang bisa jam berapa saja, dsb. Dalam benak kebanyakan orang, dengan jam kerja fleksibel ini mereka masih bisa menikmati hal-hal lain diluar pekerjaan rutin. Mau padel kek, ikut kursus bahasa Portugis kek, gas lah!

Tapi nyatanya? Di dunia kerja, “fleksibel” itu bukan berarti bebas. Fleksibel yang dimaksud perusahaan adalah lu bisa kerja kapan aja. Ada e-mail masuk jam 11 malam? Balas dong, kan fleksibel. Disuruh rapat hari Minggu? Datang dong, namanya juga fleksibel~

Jadi kalau kamu pikir istilah dunia kerja “jam kerja fleksibel” bikin hidupmu lebih santai, bersiaplah untuk kecewa. Karena sejatinya, yang fleksibel itu bukan jamnya, tapi kamunya. Gimana caranya kamu selalu available. Dan itu capek.

#2 “Budaya kekeluargaan” kedengaran manis, padahal di baliknya bisa berbahaya buat karyawan

Di medsos pernah ada geger geden karyawan yang nge-spill kelakukan perusahaannya. Bolak-balik tiap meeting si bos bilang, “Kita ini seperti keluarga”, nyatanya kelakuan si bos udah kayak ahli neraka.

Baca Juga:

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

Yah, begitulah. Apa yang terdengar dan terlihat manis, belum tentu benar-benar manis. Budaya kekeluargaan yang digembor-gemborkan tiap rapat, bisa jadi suatu sinyal bahwa perusahaan berhak berbuat semaunya. Jadi kalau ada apa-apa, karyawan dilarang protes. Kan perusahaan ini sudah seperti keluarga? Mau gajiannya telat, dipotong ataupun lembur nggak dibayar, ya ikhlasin saja. Sama keluarga sendiri kok perhitungan~

Istilah “budaya kekeluargaan” dalam dunia kerja ini juga bisa berarti kalau satu lembur, yang lain harus ikut lembur. Apa itu pulang duluan? Nggak, dong. Stay di kantor lah, bantuin divisi lain yang urusannya belum kelar karena dari tadi kebanyakan ngobrol.

#3 “Lingkungan kerja dinamis”, istilah dunia kerja yang juga perlu diwaspadai

“Dinamis” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti penuh semangat dan tenaga; giat bergerak; mudah menyesuaikan diri dengan keadaan. Kedengarannya keren, ya? Membuat siapa pun berpikir bahwa kerja di sana bakal penuh semangat, kolaboratif, dan progresif.

Padahal di dunia kerja, istilah “dinamis” sering kali jadi kode halus dari semuanya bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Hari ini kamu disuruh ngerjain A, besok tiba-tiba diminta ganti ke B. Semua itu demi menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Nanti kalau ditanya alasan kenapa berubah-ubah, jawabannya template: “Kita fleksibel aja, sih.”

Jadi, kalau dalam wawancara HR bilang, “Kita mencari individu yang siap bekerja di lingkungan yang dinamis,”, waspadalah. Kamu sedang diajak naik roller coaster tanpa sabuk pengaman, Nder~

Itulah 3 istilah dunia kerja yang ternyata punya makna berbeda dari apa yang kita pikirkan. Sebenarnya masih ada lagi istilah lainnya dalam dunia kerja yang patut kita waspadai. Tapi itu nanti aja. Yang jelas, tentu tidak semua kantor begitu. Kantor yang beneran punya jam fleksibel, menjunjung tinggi kekeluargaan dan dinamis, seperti apa yang kita bayangkan juga ada.

Eh. Ada, kan?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Panduan Bahasa Korporat bagi Karyawan Baru Jakarta supaya Nggak Syok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2025 oleh

Tags: bekerjadunia kerjaistilah dunia kerjakamus terminalkantorKaryawankerjaperusahaan
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Membayangkan Proses Brainstorming 'Kisah Nyata' Indosiar Episode Tiktok terminal mojok.co

Sebelas Tahun Kerja di Stasiun TV Bikin Saya Punya Tiga Hal Ini

8 Agustus 2020
Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

24 November 2023
Gaji Tidak Dibayar oleh Perusahaan, Apa yang Harus Dilakukan Karyawan Terminal Mojok

Gaji Tidak Dibayar oleh Perusahaan, Apa yang Harus Dilakukan Karyawan?

30 Agustus 2022
4 Hal yang Bikin Kerja di Jakarta Itu Perlu Disyukuri Terminal Mojok.co

4 Hal yang Bikin Kerja di Jakarta Itu Perlu Disyukuri

9 Maret 2022
Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Enak, sih, kecuali Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah

27 Maret 2023
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.