Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

Nurul Fauziah oleh Nurul Fauziah
21 Juni 2026
A A
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi salah satu kesempatan penting bagi siswa maupun mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Lewat PKL peserta bisa belajar skill baru hingga mengenal lingkungan kerja dan budaya profesional. 

Dahulu saya dan teman-teman pun sempat ikut PKL. Kami datang dengan semangat menggebu, rasa ingin tahu yang besar, dan harapan memperoleh banyak pengalaman dari orang-orang yang telah lebih dahulu bekerja.

Akan tetapi, kenyataannya, karyawan atau pekerja di tempat kerja terlihat kurang peduli, sulit diajak berdiskusi, atau bahkan dianggap pelit ilmu. Ketika peserta PKL bertanya, terkadang jawaban yang diberikan singkat. 

Saat ingin belajar lebih banyak, tidak jarang mereka justru diminta menunggu atau diarahkan untuk mencari informasi sendiri terlebih dahulu. 

Jujur, situasi ini buat saya dan teman-teman PKL kikuk akhirnya hanya duduk diam dan datang setiap pagi, istirahat, pulang. Jarang ada banyak ilmu yang terserap. Kecewa tapi semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Saya kemudian paham setelah jadi karyawan

Setelah jadi karyawan atau pekerja  saya paham betul mengapa karyawan tidak membagi pekerjaan kepada anak PKL. Karyawan bukan pelit ilmu tapi kita benar-benar nggak ada waktu. 

Dunia kerja memiliki ritme yang berbeda dengan lingkungan sekolah atau kampus. Setiap pekerjaan memiliki target, tenggat waktu, tanggung jawab, serta beban pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu.

Bahkan, setiap pekerjaan yang datang banyak saya benar-benar harus fokus agar tepat, cermat dan cepat. Ketika fokus terbagi, risiko kesalahan menjadi lebih besar. 

Baca Juga:

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

Sementara itu, jika harus membimbing anak PKL secara detail, waktu yang dibutuhkan tentu tidak sedikit. Menjelaskan alur pekerjaan, memberikan arahan, mengawasi proses, hingga memastikan bahwa setiap langkah dipahami membutuhkan waktu tambahan, sedangkan pekerjaan yang sedang berjalan sering kali tidak dapat menunggu. 

Sebagai seorang staff, saya masih punya atasan yang seringkali mengomel ketika ada typo ataupun kesalahan kecil. Setahun bekerja tentu typo sekecil apapun harus diminimalisir. Oleh karena itu, saya lebih baik mengerjakan sendiri daripada menyuruh adik PKL lalu malah menyalahkan karena kesalahan kecil.

Peserta PKL tidak boleh diberi beban kerja berlebihan 

Selain persoalan waktu, terdapat kebijakan perusahaan yang juga perlu diperhatikan peserta PKL. Tidak semua perusahaan memperbolehkan karyawan memberikan beban kerja besar kepada peserta PKL. 

Hal ini dilakukan karena peserta PKL masih berada dalam tahap belajar, sehingga tanggung jawab utama mereka adalah memahami proses kerja, bukan menggantikan tugas karyawan secara penuh. 

Fokus utamanya disini juga datang ketika anak PKL tidak dibayar untuk melakukan pekerjaan ini. Sehingga tidak diperbolehkan untuk memberikan pekerjaan berat. Jadi, ya itu yang bisa diberikan karyawan pada anak PKL hanya fotocopy, scan, merapikan file, dan pekerjaan ringan lainnya.

Ada data rahasia

Risiko pekerjaan juga menjadi pertimbangan yang penting. Beberapa pekerjaan berkaitan dengan data perusahaan, informasi pelanggan, laporan internal, maupun dokumen yang bersifat sensitif. Kesalahan kecil saja dapat menimbulkan dampak yang cukup besar. 

Perusahaan tentu memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan informasi dan mengurangi kemungkinan terjadinya kebocoran data. Oleh karena itu, tidak semua pekerjaan dapat diberikan atau diakses secara bebas, terutama kepada peserta PKL yang masih dalam proses pembelajaran.

Bagi saya, masa PKL yang relatif singkat juga menjadi masalah. Sebagian besar peserta PKL hanya menjalani program selama sekitar dua hingga tiga bulan. Waktu tersebut tentu terlalu singkat apabila harus mengajarkan seluruh proses pekerjaan dari awal hingga akhir secara mendalam. 

Bahkan, untuk karyawan baru sekalipun, proses adaptasi dan pembelajaran dapat membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, mengajarkan seluruh proses kerja dari A sampai Z kepada peserta PKL dalam waktu singkat bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Jadi, bukannya pelit ilmu, karyawan terlihat ogah-ogahan bimbing PKL ya. Saya tahu, pada dasarnya ilmu tidak akan berkurang ketika dibagikan. Namun, kenyataannya di lapangan tidak sesederhana itu membimbing peserta PKL.

Penulis: Nurul Fauziah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Alasan Kantor Pemerintahan Adalah Tempat Magang Terbaik bagi Mahasiswa yang Ingin Coba Dunia Kerja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2026 oleh

Tags: KaryawankerjalapanganmagangPKLPraktik Kerja Lapangan
Nurul Fauziah

Nurul Fauziah

Anak rumahan yang suka dengan isu sosial.

ArtikelTerkait

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama "Dihajar" oleh Keadaan

Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama “Dihajar” oleh Keadaan

19 November 2024
Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi

Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi

29 November 2023
5 Pekerjaan Sampingan Karyawan yang Bisa Dikerjakan dari Kasur, Modalnya Receh tapi Hasilnya Bikin Senyum

5 Pekerjaan Sampingan Karyawan yang Bisa Dikerjakan dari Kasur, Modalnya Receh tapi Hasilnya Bikin Senyum

8 November 2025
Kartu Nama Apakah Simbol Bangsawan Ini Masih Berguna Terminal Mojok

Kartu Nama: Apakah Simbol Bangsawan Ini Masih Berguna?

9 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sidang Skripsi Mahasiswa UNY: Ribetnya Mirip Hajatan, Pantas Saja Disebut “Kondangan Akademik” Mojok.co

Sidang Skripsi Itu Hal yang Gampang, yang Lebih Susah Itu Mengurus Berkas Penjajakan dan Yudisium

5 Juli 2026
Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

9 Juli 2026
4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah Mojok.co

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

6 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.