Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
25 Juli 2026
A A
MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate Mojok.co

MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian juga salah satu orang yang digantung MagangHub Kemnaker?

Saya fresh graduate yang nggak fresh-fresh amat dalam beberapa bulan lagi. Itu mengapa, saya begitu berharap pada program MagangHub, sebuah kesempatan magang berbayar yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. 

Semenjak rekrutmen Magang Nasional 2025 berakhir, selalu saja muncul desas-desus mengenai kapan gelombang pertama 2026 dibuka. Ada yang bilang April, Mei, Juni, hingga akhirnya program ini benar-benar dibuka pada bulan Juli.

Yah, semestinya saya sudah nggak kaget lagi dengan rentetan masalah yang selalu muncul dari situs resmi pemerintah. Istilah kentang dan bapuk memang rasanya nggak pernah lepas. Namun, tetap saja saya nggak habis pikir. Bukankah ada waktu sekitar setengah tahun bagi Kemnaker untuk membenahi sistem hingga menyinkronkan data dengan PDDikti?

Sejak tahun lalu, sudah banyak orang yang membandingkan proyek Roro Jonggrang ini dengan program MSIB pada era Nadiem Makarim menjabat Mendikbudristek. Saya yang pernah mengikuti MSIB gelombang terakhir pun mau nggak mau ikut membandingkan performa server keduanya. 

Bukannya lebih baik, Magang Nasional Kemnaker tahun ini justru menjadi lebih menyusahkan. Baik bagi ratusan ribu sarjana muda maupun mitra perusahaan yang perbandingan jumlahnya jelas tak setara.

Banyak peserta yang masih belum eligible hingga terjebak pada tahap verifikasi wajah 

Melalui berbagai media sosial, banyak fresh graduate yang mengeluhkan status merah di beranda MagangHub yang belum juga berubah. Padahal, seluruh persyaratan utama mulai dari batas kelulusan satu tahun hingga status WNI sudah tercentang. Walhasil, mereka sampai sekarang belum bisa melamar satu pun lowongan yang tersedia.

Bahkan, status eligible di awal pun bukan jaminan proses bakal berjalan lancar tanpa kendala. Sudah hijau, tiba-tiba berubah merah. Hari ini 4/4, eh paginya mendadak jadi 2/4. Setelah pemeliharaan sistem pada 23 Juli pun, masih ada peserta yang mencemaskan soal status lantaran tak kunjung eligible.

Baca Juga:

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

Masalahnya, batas pendaftaran hanya sampai 28 Juli, sisa kurang dari seminggu terhitung sejak hari ini. Kalau sampai hari penutupan status mereka masih belum eligible, satu-satunya solusi hanyalah berlapang dada menunggu gelombang berikutnya. Padahal, momen ini jadi kesempatan terakhir orang-orang yang lulus pada pertengahan Juli hingga Agustus 2025.

Belum selesai sampai di situ, banyak pula fresh graduate yang terus terjebak pada tahap verifikasi wajah. Sistem ini rasanya bukan cuma memvalidasi keaslian identitas peserta, melainkan semacam fitur buka kunci ponsel yang meminta verifikasi berulang setiap kali layar mati. 

Lolos verifikasi pun nggak gampang. Pencahayaan sudah baik, perangkat memadai, wajah tidak terpotong pun tetap saja gagal berkali-kali.

Banyak lowongan penyelenggara magang yang masih belum muncul di platform MagangHub

Persoalan lain penyelenggara program magang Kemnaker adalah belum semua perusahaan yang mendaftar muncul di basis data platform MagangHub. Asal tahu saja, hingga artikel ini ditulis, terdapat 3.577 mitra perusahaan yang terdaftar sebagai penyelenggara magang di MagangHub. Namun, belum semua perusahaan itu muncul.

Awalnya saya melihat cukup banyak berseliweran akun IG perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka membuka lowongan magang melalui MagangHub. Namun, ketika saya mengecek situsnya, berbagai posisi yang ditawarkan malah nggak muncul sama sekali. Tidak ada perubahan meski terus-terusan mengecek selama beberapa hari.

Situasi ini buat makin dilematis karena setiap peserta hanya diperbolehkan melamar dua perusahaan. Tentu harus benar-benar matang menentukan pilihan. Terlebih lagi, setelah maintenance, kini perbandingan kuota magang dan jumlah pelamar jelas terlihat.

Saya sendiri sampai mengirim DM ke akun IG perusahaan yang belum juga saya dapati lowongannya di MagangHub. Rupanya dari sisi mereka pun merasa kebingungan lantaran Kemnaker sulit dihubungi untuk dimintai kejelasan. Akhirnya, mereka malah menyarankan saya melamar ke perusahaan lain saja daripada terus menunggu yang tidak pasti.

Akhirnya berujung kecewa

Kecewa? Jelas. Namun, bukankah Kementerian Ketenagakerjaan harusnya sudah mengantisipasi lonjakan antusiasme, baik dari sisi pelamar maupun perusahaan? Toh, ini bukan kali pertama MagangHub dijalankan. Berbagai aduan pada tahun sebelumnya lebih dari cukup menjadi bahan evaluasi, bukannya malah jadi acuan untuk diulangi kembali.

Sudahlah sistemnya seperti masih berada di tahap uji coba, berbagai prosesnya pun jadi lebih ribet. Banyak orang yang terpaksa menelan kekecewaan, padahal sudah menanti selama berbulan-bulan.

Saya pun nggak yakin bakal lolos, tetapi sudah pasti lebih menyesakkan dada kalau untuk mendaftar saja nggak dapat kesempatan. Pada akhirnya, kami hanyalah sarjana muda yang juga ingin merasakan 19 juta lapangan pekerjaan. Jangankan bekerja penuh waktu, sekadar melamar magang enam bulan kok ya minta ampun susahnya, huft.

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026 oleh

Tags: Fresh GraduatekemnakermagangMagangHubMagangHub Kemnakerprogram magang
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

fresh graduate

Tagar #LulusanUI dan Polemik Gaji Bagi Fresh Graduate

26 Juli 2019
Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Bikin Sengsara Lulusan S2 (Unsplash) LPDP

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag Tahun Ini Berhasil Membuat Fresh Graduate S2 Patah Hati

27 April 2025
Angkatan 2022 Udah Siap-siap Skripsi, Eh MSIB Tiba-tiba Muncul Lagi: Magang atau Wisuda, Pilihan yang Bikin Galau

Angkatan 2022 Udah Siap-siap Skripsi, Eh MSIB Tiba-tiba Muncul Lagi: Magang atau Wisuda, Pilihan yang Bikin Galau

1 Juli 2025
lanjut s2

Dilema Fresh Graduate: Langsung Kerja, Lanjut S2, atau Daftar CPNS?

21 Oktober 2019
fresh graduate

Galaunya Fresh Graduate Sarjana Pendidikan: Gaji Idealis vs Gaji Realis

13 Agustus 2019
5 Karakter Drakor yang Mahasiswa Banget Terminal Mojok

5 Karakter Drakor yang ‘Mahasiswa Banget’

13 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

23 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.