Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Gara-gara UU ITE, Saya Akhirnya Berteman dengan Pengacara

Iqbal AR oleh Iqbal AR
30 Oktober 2021
A A
bung jebret coach justin UU ITE antikritik mojok

bung jebret coach justin UU ITE antikritik mojok

Share on FacebookShare on Twitter

UU ITE membawa saya ke takdir yang tak diduga: berkawan dengan pengacara.

Ungkapan “manusia yang berencana, Tuhan yang menentukan” itu memang benar adanya. Sematang apa pun rencananya, kalau Tuhan belum mengiyakan ya tidak akan terjadi. Itulah yang terjadi dengan hidup saya. Sepanjang 24 tahun hidup, tidak pernah terpikirkan dalam benak saya untuk berteman atau menjalin relasi dengan pengacara.

Dalam benak saya, di usia yang masih muda ini, saya akan lebih banyak berteman dengan musisi, penulis, atau dengan orang-orang yang berkutat di bidang seni. Ya sesuai dengan tongkrongan dan apa yang saya geluti, lah.

Sudah terbayang di benak bagaimana pertemanan saya dengan banyak sekali musisi. Maklum, saya punya band dan akan bagus kalau saya punya teman banyak musisi. Saya juga membayangkan akan berteman dengan banyak penulis, secara saya juga seorang penulis. Hingga takdir, dalam bentuk UU ITE, menentukan hal lain, di mana saya harus berteman dengan selain musisi dan penulis. Iya, gara-gara UU ITE saya akhirnya harus berteman dengan pengacara.

Begini cerita singkatnya. Tahun kemarin, saya terperosok ke dalam lubang iblis bernama jerat UU ITE. Waktu itu, momennya adalah demo mahasiswa menolak Omnibus Law pada Oktober 2020. Nah, di kota tempat saya tinggal, ada salah satu anggota dewan yang “menuduh” para pendemo yang mayoritas adalah mahasiswa sebagai pengguna narkoba melalui media sosialnya. Saya yang saat itu berstatus sebagai mahasiswa (walaupun tidak ikut demo karena harus menyelesaikan skripsi), merasa sakit hati atas ucapan beliau.

Sakit hati saya berujung pada tindakan mengomentari unggahan beliau (dengan mengunggah tangkapan layar unggahan anggota dewan itu di media sosial saya) dengan mempertanyakan, kok bisa seorang anggota dewan menuduh seperti ini. Unggahan saya ramai dan banyak dikomentari orang. Hampir semua yang mengomentari unggahan saya sependapat dengan saya dan sama-sama jengkel dengan si anggota dewan itu. Dan tidak hanya saya, ada beberapa orang juga yang melakukan hal serupa dengan apa yang saya lakukan.

Imbas dari ramainya unggahan saya (dan beberapa orang lainnya), ternyata si anggota dewan tidak terima. Beliau malah melaporkan saya dan beberapa orang lainnya dengan tuduhan mencemarkan nama baik (UU ITE). Jadilah beberapa hari kemudian saya mendapatkan surat panggilan pemeriksaan dari kantor polisi. Nah, di sini lah momen di mana saya akhirnya bertemu dengan pengacara yang akhirnya jadi teman saya.

Ada salah satu teman yang tahu kasus saya, mencoba membantu dengan mengenalkan saya dengan pengacara yang dia kenal. Pengacara ini berasal dari firma hukum semacam LBH, yang punya semangat membantu pendampingan hukum bagi masyarakat kecil. Maka jadilah kami berkenalan, ngobrol, dan bercerita soal bagaimana awal mula kok saya sampai bisa dilaporkan oleh anggota dewan, sekaligus “menyusun strategi” untuk nanti ketika dimintai keterangan oleh polisi.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Langsung Sound Horeg: Bikin Pusing, Mual, dan Telinga Berdengung Berhari-Hari

Pengalaman Menjalani Operasi Otak Akibat Tak Sudi Pakai Helm, Sakitnya Luar Biasa, Hidup Serasa Dijilat Api Neraka

Tidak hanya saya, tapi beberapa orang lain yang dilaporkan juga dibantu oleh pengacara dari firma hukum yang sama. Mereka membantu dengan cuma-cuma, sebab tahu bahwa kami ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah dan yang kami lawan adalah orang yang cukup berkuasa.

Kami didampingi dari awal hingga pemeriksaan selesai. Untungnya si anggota dewan tidak memperpanjang kasus ini, alias mencabut laporannya. Setelah melakukan mediasi, kasus ini akhirnya berhenti sampai tahap pemeriksaan saja, tidak perlu diperpanjang, dan kami batal jadi tersangka. Alhamdulillah, puji Tuhan.

Di sini saya baru sadar, bahwa selain harus berteman dengan orang yang punya ketertarikan/hobi yang sama, berteman dengan pengacara adalah hal yang juga penting. Sudah hampir setahun sejak kasus itu, saya masih berkomunikasi dengan pengacara yang membantu saya. Kami juga masih bertemu sesekali, ngobrol-ngobrol, dan saling sharing. Ya, intinya menjaga silaturahmi, lah, supaya siapa tahu suatu saat masing-masing dari kita butuh bantuan. Intinya, kami akhirnya berteman cukup baik.

Itulah kisah bagaimana UU ITE membawa saya berteman dengan pengacara di usia yang masih sangat muda. Meskipun jengkel, saya juga harus berterima kasih dengan UU ITE sudah mempertemukan saya dengan seorang pengacara yang akhirnya jadi teman saya. Ternyata, punya teman seorang ahli hukum seperti pengacara ini penting, supaya nanti kalau amit-amit kita kena kasus (apalagi kalau terjerat UU ITE seperti saya), kita tidak terlalu bingung. Tapi amit-amit, lah, jangan sampai kena kasus, apa pun itu. Main yang aman-aman saja, lah.

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2021 oleh

Tags: pengacaraPengalamanUU ITE
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Pegawai Alfamart vs Pengutil Cokelat- Orang Kecil vs Kleptomania (Unsplash.com)

Pegawai Alfamart vs Pengutil Cokelat: Orang Kecil vs Kleptomania

15 Agustus 2022
Tipe-tipe Pengunjung yang Menyebalkan ketika Berada Di Hadapan Kasir Terminal Mojok

Suka Duka Kasir Retail, Profesi yang Dianggap Remeh

6 Februari 2023
Memotret Tanpa Izin Itu Norak!

Memotret Tanpa Izin Itu Norak!

6 November 2022
Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung Terminal Mojok

Pengalaman KKN di Gunungkidul: Warung Tutup Jam 7 Malam dan Menyaksikan Kemenangan Jokowi di Desa Pro Prabowo

4 Agustus 2023
afrika

Kisah Orang Indonesia yang Mengabdi Hingga ke Afrika

20 Juli 2019
jaksa hukum novel baswedan mojok.co restorative justice keadilan restoratif

Penjelasan Kenapa Jaksa Tak Memihak Novel Baswedan

16 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.