Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

M. Rafikhansa Dzaky Saputra oleh M. Rafikhansa Dzaky Saputra
6 Mei 2026
A A
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga lokal Salatiga, saya sering mendengar teman atau kenalan yang menyayangkan kota ini tidak punya stasiun. Mereka mengira, ketiadaan stasiun membuat akses ke Kota Toleransi ini jadi repot. Tidak hanya mereka, belakangan di Terminal Mojok juga muncul tulisan mengenai hal yang sama. 

Orang bebas berpendapat. Kehadiran stasiun memang terdengar memudahkan bagi siapa saja untuk mengunjungi kota ini. Tapi, sebagai orang yang lahir, besar, dan mungkin bakal menua di sini, saya justru bersyukur Salatiga nggak punya stasiun. Kenapa? Sini saya kasih tahu alasannya. 

Baca juga 6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living.

Kota ini sudah ruwet, jangan malah ditambah ruwet

Pertama, mbok tolong lihat kondisi jalanan Salatiga sekarang. Bedanya aja sudah seperti bumi dan langit dibanding lima tahun yang lalu. Contoh nih, Jalan Jenderal Sudirman. Jalan Ini adalah koridor jalan utama yang membentang di pusat kota Salatiga. Dulu lewat jalan ini tuh rasanya syahdu, sejuk, dan kita bisa santai menikmati bangunan tua di kanan kirinya. Sekarang? Astaghfirullah, macetnya minta ampun! Populasi meledak, kendaraan tumpah ruah, dan parkir makin semrawut karena pelancong berbondong-bondong datang.

Nah, sekarang bayangkan kalau rel kereta membelah pemukiman yang sudah sesak ini. Tiap kereta lewat, lalu lintas pasti juga terkunci total gara-gara palang pintu. Kita juga udah nggak punya lahan lagi buat bikin flyover atau jalan tikus. Belum lagi, kota ini akan semakin dipenuhi orang-orang dari luar daerah yang hanya menambah kepadatan. 

Jadi, tolong simpan aja imajinasi kalian soal stasiun. Kota ini kecil bos! Mau ditaruh mana stasiunnya? 

Membangun stasiun di Salatiga hanya akan merusak estetika kota ini

Buat yang belum tau nih ya, salah dua yang bikin Salatiga ngangenin tuh karena kotanya yang asri dan masih banyaknya bangunan-bangunan kolonial estetik. Jadi bayangkan saja kalau proyek stasiun jalan. Pasti butuh lahan yang luasnya nggak kira-kira. Pilihannya cuma dua, menggusur bangunan bersejarah yang jadi identitas kota, atau nebang pohon-pohon yang selama ini jadi paru-paru kota.

Ingat juga, setiap pohon yang ditebang demi proyek infrastruktur, artinya suhu Salatiga bakal naik satu derajat lagi. Pembukaan lahan masif cuma akan bikin Salatiga makin gersang. Sekarang aja kota ini udah terasa jauh lebih gerah dibanding dulu. Apa mau dibikin sekalian panas seperti Semarang? Rela kalian menukar sejarah dan ketenagan kota ini demi beton stasiun yang kaku? Saya sih ogah banget ya, kota ini nanti jadi nggak bikin kangen.

Baca Juga:

4 Spot Healing Murah Meriah yang Bikin Hidup di Semarang Jadi Mendingan 

Bohong kalau Ada yang Bilang Wisata Alam Salatiga itu Beragam, wong Destinasi Wisata Ini Aja Numpang di Kabupaten Semarang

Biarlah Salatiga tetap sedikit susah untuk dijangkau

Gara-gara internet sering sekali menggoreng narasi “Salatiga Kota Ternyaman”, orang-orang jadi penasaran buat datang ke kota ini. Hasilnya? Pusat kota penuh sesak sama orang luar daerah. 

Mengutip BPS Jawa Tengah, pada Agustus 2025 ada sekitar 179.730 kunjungan perjalanan wisatawan nusantara ke Salatiga. Meningkat 20,82 persen dibanding Agustus 2024 yang sekitar 148.850 kunjungan. Angka ini tergolong impresif untuk kota kecil yang populasinya sekitar 200.000 jiwa. Data ini pun juga membuktikan kalau Salatiga sebenarnya lagi ngalamin ledakan pariwisata domestik.

Nah, dari sini harusnya kita sadar, tanpa adanya stasiun pun perekonomian dan pariwisata kota ini sudah tergolong bagus. Orang-orang yang datang udah banyak. Bagaimana kalau ditambah stasiun? yang ada malah makin membludak karena akses ke kota ini yang makin gampang. Dampaknya cuma akan menambah beban sampah, polusi, dan bikin harga-harga makin mahal buat warga lokal. Jadi, biarlah Salatiga tetap sedikit “susah” dijangkau agar nggak semua orang tumpah ruah di sini. Mempermudah akses secara berlebihan cuma akan membunuh karakter asli kota ini.

Baca juga Bohong kalau Ada yang Bilang Wisata Alam Salatiga itu Beragam, wong Destinasi Wisata Ini Aja Numpang di Kabupaten Semarang.

Jarak ke kota-kota besar terdekat masih terjangkau

Lagi pula, buat apa sih memaksakan ada stasiun di dalam kota? Salatiga itu posisinya sudah strategis karena dihimpit Solo dan Semarang. Mau lewat tol atau tanpa tol, jaraknya dekat. Toh cuma butuh waktu sejam. Kalau emang kebelet pengen naik kereta, ya tinggal melipir sedikit ke kota tetangga. Infrastruktur yang sekarang sudah sangat cukup buat kita yang mau bepergian jauh.

Menghadirkan stasiun di tengah kota kecil ini malah terkesan memaksa. Daripada sibuk mikirin rel, ya mending membenahi angkutan umum lokal yang makin hari makin nggak jelas nasibnya. Biarlah stasiun tetap jadi angan-angan. Nggak usah ada kalau ujung-ujungnya cuma bikin warga lokal makin menderita di tengah kemacetan dan cuaca panas.

Dan, buat orang luar kota yang mau ke sini, ya silakan berusaha pakai kendaraan pribadi atau bus. Kalau semisal kalian dari Jakarta, ya silakan kalau mau naik kereta dengan tujuan Solo, lalu lanjut naik bus sampai terminal Salatiga. Biarlah Salatiga hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang ingin berusaha aja.

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2026 oleh

Tags: Salatigastasiunstasiun salatigawarga lokalwarlokwisata salatigawisatawan
M. Rafikhansa Dzaky Saputra

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"

ArtikelTerkait

5 Dosa Penjual Mangut Lele Jogja yang Bikin Nyesel dan Kecewa Orang Luar Kota

5 Dosa Penjual Mangut Lele Jogja yang Bikin Nyesel dan Kecewa Orang Luar Kota

21 Oktober 2025
Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Terbesar yang Mencerminkan Karakter Orang Surabaya

Stasiun Gubeng, Stasiun Terbesar yang Mencerminkan Karakter Orang Surabaya

1 Juli 2023
4 Rekomendasi Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel

15 September 2025
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik kabupaten semarang

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

12 November 2025
Apa Benar Turis Indonesia Malu-Maluin Terminal Mojok

Katanya Turis Indonesia Malu-maluin, Apa Benar Gitu?

17 Desember 2020
Stasiun Rewulu: Stasiun Khusus Kereta BBM yang Diburu Pencinta Fotografi

Stasiun Rewulu: Stasiun Khusus Kereta BBM di Bantul yang Diburu Pencinta Fotografi

22 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

4 Mei 2026
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

5 Mei 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten
  • 5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita
  • Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi
  • 4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok
  • Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah
  • Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.