Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini 

Tiara Amanda Pramesti Gumay oleh Tiara Amanda Pramesti Gumay
29 Juni 2026
A A
Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini  Terminal

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Mahal banget sih” begitulah isi kolom komentar medsos layanan kesehatan gigi. Ada banyak komentar semacam itu, tidak hanya satu atau dua saja. Latar belakang pengirimnya pun beragam, dari berbagai usia dan daerah. 

Mendapati hal ini, saya berhenti sejenak sambil bertanya-tanya, apakah ini sekadar persepsi? Atau sebenarnya komentar-komentar ini hanyalah pucuk dari gunung es. Ternyata, data yang saya temukan menjawabnya dengan sangat jelas. 

ADVERTISEMENT

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari Kementerian Kesehatan mencatat, sekitar 96% orang Indonesia tidak mengunjungi dokter gigi dalam satu tahun terakhir. Artinya, hampir semua orang tidak ke dokter. Catatan lain menunjukkan, dari 57,6% penduduk yang sudah jelas punya masalah gigi, hanya 10,2% yang akhirnya memilih ke dokter. 

Sisanya? Menunggu. Menahan. Atau minum obat warung sampai reda sendiri. 

Ini bukan soal masyarakat yang tidak peduli kesehatan. Ini soal sistem yang belum benar-benar menjawab kebutuhan mereka. 

Baca juga Nggak Cuma Ngurus Pasien, Dokter Juga Harus Siap Menghadapi Pengalaman di Luar Nalar.

BPJS sudah ada, tapi akses kesehatan gigi masih terasa jauh

Kalian mungkin akan bertanya, “Kan ada BPJS?”

Iya, betul. BPJS Kesehatan memang ada dan menanggung beberapa perawatan gigi dasar. Namun, itu di atas kertas, di lapangan lain cerita. 

Baca Juga:

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa

Scaling hanya ditanggung kalau dokter menyatakan ada indikasi medis. Perawatan saluran akar? Tidak masuk cakupan penuh. Gigi palsu? Hanya sebagian. Behel? Jangan harap. 

Bagi jutaan orang yang tinggal di daerah tanpa fasilitas kesehatan yang punya dokter gigi, kartu BPJS tidak banyak gunanya karena memang tidak ada fasilitas kesehatan yang dituju.  

Sistem jaminan kesehatan memang sudah melangkah maju, tapi untuk kesehatan gigi, jalannya masih panjang. 

Ironi yang jarang dibicarakan

Sekarang saya mau cerita sesuatu yang mungkin belum diketahui banyak orang. 

Pendidikan untuk menjadi dokter gigi di universitas negeri UKT-nya tergolong mahal dibanding fakultas lain, bisa mencapai puluhan juta rupiah. Itu jalur yang biasa, belum mereka yang masuk lewat jalur mandiri, ada tambahan biaya pengembangan institusi yang angkanya fantastis. Selain itu, masih ada biaya untuk alat, bahan praktik, dan koas yang tidak sedikit. 

Artinya, orang-orang yang sedang dididik untuk membuat layanan gigi lebih baik di negeri ini, harus berjuang keras secara finansial hanya untuk bisa lulus. 

Dan setelah lulus? Banyak yang akhirnya membuka praktik di kota besar karena di situlah daya belinya hadir. Bukan karena tidak mau ke daerah, tapi karena sistemnya belum cukup mendukung untuk mereka dapat bertahan di sana. 

Akibatnya, distribusi dokter gigi di Indonesia masih sangat timpang. Menumpuk di Jawa dan kota-kota besar. Di daerah terpencil, distribusinya masih jauh dari merata. Ini isu yang sudah hadir bertahun-tahun, tapi anehnya ini bukan isu yang sering muncul dalam diskusi kebijakan kesehatan. 

Baca juga Dokter Gigi: Profesi (Dianggap) Elite, (padahal) Gaji Sulit.

Periksa ke dokter gigi di Indonesia butuh keberanian sekaligus keberuntungan

Ketika orang membicarakan krisis layanan kesehatan, yang muncul biasanya soal dokter umum, rumah sakit, atau obat-obatan. Kesehatan gigi hampir selalu ada di urutan belakang, dianggap sekunder, bisa ditunda, dan hanya sekadar estetika. 

Padahal infeksi gigi bisa menyebar ke jantung. Bisa bikin kehilangan fokus dalam menjalani rutinitas. Bisa memperburuk kondisi kesehatan lain. Ini bukan soal penampilan, ini soal kesehatan yang sungguh-sungguh. 

Kita tidak bisa mengubah sistem dalam semalam. Tapi kita bisa mulai dari yang kecil, manfaatkan BPJS untuk perawatan dasar. Jangan tunggu sampai sakit baru ke dokter gigi. Satu hal lain yang tak kalah penting,  terus suarakan bahwa kesehatan gigi bukan kemewahan, ini hak dasar seperti akses kesehatan pada umumnya. 

Ingat, kesehatan gigi adalah hak dasar, bukan kemewahan. 

Penulis: Tiara Amanda Pramesti Gumay
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2026 oleh

Tags: akses kesehatanbpjsbpjs kesehatanDokterdokter gigigigiKesehatankesehatan gigi
Tiara Amanda Pramesti Gumay

Tiara Amanda Pramesti Gumay

ArtikelTerkait

RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

20 April 2023
3 Jenis Penyakit Jantung yang Sering Dijumpai Dokter UGD Beserta Gejala dan Penyebabnya Terminal Mojok

3 Jenis Penyakit Jantung yang Sering Dijumpai Dokter UGD Beserta Gejala dan Penyebabnya

27 September 2022
vapers

Cukai Rokok Bikin Naik Harga dan Perokok yang Dibully Vapers

9 Oktober 2019
doktor spesialis

Dokter Spesialis dan Garis Besar Kasus yang Mereka Tangani Bagian 1

4 Oktober 2019
Belumlah AfdStereotip Menyebalkan Masyarakat Awam pada Lulusan Pondok Pesantren terminal mojok.coal Nyantrinya Seseorang Kalau Belum Gudikan santri pondok pesantren gudik terminal mojok.co

Belumlah Afdal Nyantrinya Seseorang Kalau Belum Gudikan

24 September 2020
3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat ramuan obat terminal mojok.co

3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026
Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.