Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

BPJS Naik, Cara Pemerintah Menguji Kesabaran Masyarakat Indonesia

Putra Pandu Dinata Nurdiansyah oleh Putra Pandu Dinata Nurdiansyah
5 Juli 2020
A A
BPJS MOJOK.CO

BPJS MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah sempat dibuat bingung dengan kabar naiknya Premi BPJS, akhirnya kabar itu jadi kenyataan. Saya, sih, tidak kaget membaca pesan seperti ini sebenarnya. Sebelumnya sudah sering ada berita tentang wacana bakal naik. Tapi dalam hati juga sedih membaca ini.

Tidak tahu kenapa, selama saya mengamati pemberitaan mengenai BPJS, apalagi tentang kenaikan premi, terealisasinya cepat banget. Berbanding terbalik jika yang muncul pemberitaan mengenai wacana akan turun premi.

ADVERTISEMENT

Sesuai Perpres no. 64 tahun 2020, semua tingkatan kelas di BPJS dari kelas satu sampai tiga mengalami kenaikan. Saya termasuk salah satu pengguna kelas tiga, a.k.a kelas paling murah, yang kadang mendapat pelayanan kurang memadai dibanding kelas atas dan non-BPJS. Wajar sih, saya tidak mau menuntut lebih juga. Sadar diri saja hehe, karena itu penting.

Mengenai rincian kenaikan tarif premi, kelas satu naik menjadi Rp150.000, kelas dua menjadi Rp100.000, dan kelas tiga menjadi Rp42.000. Nilai kenaikan itu menanjak lumayan tinggi dari tagihan sebelumnya. Dulu, kelas satu Rp80.000, kelas dua Rp51.000, sementara kelas tigaRp 25.500.

Sebelum berita kenaikan ini disahkan, kebijakan ini pernah dibatalkan oleh pihak Mahkamah Agung (MA), yang membatalkan Perpres no 75 tahun 2019. Akan tetapi pemerintah tetap saja menaikkannya, yang kemudian muncul Perpres no. 64 tahun 2020. Katanya sih, tujuan dari kebijakan ini untuk menyeimbangkan antara pendapatan dengan biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan untuk program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Bagi masyarakat seperti saya ini, yang memiliki ekonomi menengah ke bawah. Waktu seperti sekarang menurut saya kurang tepat untuk pemerintah membuat kebijakan menaikkan premi BPJS. Seakan-akan pemerintah terburu-buru untuk menetapkan ini, belum lagi jika ada kebutuhan mendesak untuk pergi keluar kota di saat new normal seperti sekarang. Yang mengharuskan masyarakat melakukan rapid tes atau swab tes sebagai syarat untuk bepergian keluar wilayah. Bayar sendiri pula.

Saya paham jika pandemi membuat perekonomian nasional terpuruk sampai sekarang. Namun, pemerintah juga perlu memerhatikan masyarakat yang sekarang kesulitan memperoleh cuan setelah lockdown, yang memprihatinkan lagi sampai ada yang tidak punya penghasilan sama sekali selama pandemi.

Untung saja sampai sekarang, berita ini tidak sampai trending di jagat Twitter. Biasanya jika ada isu-isu panas, apalagi berkaitan dengan pemerintahan, pasti gercep tuh tangan dingin netizen Indonesia untuk mengomentari seluk beluk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Baca Juga:

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini 

Selain itu, dari yang saya amati sekarang ini. Sepertinya pemerintah mencoba untuk menguji kesabaran kita, ya. Kita ini sudah dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelik yang muncul di tengah pandemi, ditambah lagi sekarang ada kabar seperti itu. Kesabaran kita sebagai bangsa Indonesia yang kuat benar-benar teruji, apakah kuat menghadapi? Ataukah malah jadi ambyar?

Saya jadi ingat, Allah SWT pernah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Kesabaran kita ini yang akan membuahkan hasil yang baik nantinya, kita juga sama-sama tidak tahu kan, apakah tepat atau tidak pemerintah membuat keputusan seperti itu. Bisa saja kita melihat dari perspektif kontra sekarang, siapa tahu keputusan itu tepat untuk mulai memperbaiki perekonomian kita.

Mungkin pemerintah kita lagi “baik”. Pengin menempa atau memberikan kita pelajaran kesabaran. Yahh, walaupun dengan cara yang menurut saya kurang pas waktunya bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Terkahir, segala keputusan seperti ini sebenarnya juga untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat Indonesia sendiri pastinya. Harusnya, sih, begitu. Tidak masalah jika dalam suatu kebijakan ada yang pro dan kontra, keduanya tidak bisa dipisahkan. Semoga saja, semuanya bisa berjalan dengan baik. Termasuk kesabaran kita terkait kenaikan premi BPJS.

Yuk, nangis, bareng-bareng.

BACA JUGA Solusi Defisit BPJS itu Bukan Cuma Naikin Iurannya! dan tulisan-tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2020 oleh

Tags: asuransibpjsbpjs naik
Putra Pandu Dinata Nurdiansyah

Putra Pandu Dinata Nurdiansyah

Penutup bab dalam sebuah keluarga. Lahir sebagai anak kedua dari dua bersaudara, tumbuh menjadi pengamat yang tenang dan pendengar yang baik

ArtikelTerkait

BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS

Respons Luar Biasa Tetangga ketika Saya Curhat Pelayanan BPJS Diskriminatif

21 Juni 2020
Serba-serbi Implan Gigi, Pengobatan Gigi yang Mahalnya Naudzubillah, tapi Kualitasnya Nggak Bisa Diragukan

Serba-serbi Implan Gigi, Pengobatan Gigi yang Mahalnya Naudzubillah, tapi Kualitasnya Nggak Bisa Diragukan

8 Februari 2025
Susahnya Jadi Agen Asuransi, Jadi Musuh Masyarakat karena Dianggap Penipu dan Gila Komisi

Susahnya Jadi Agen Asuransi, Jadi Musuh Masyarakat karena Dianggap Penipu dan Gila Komisi

18 September 2023
bpjs kesehatan negara debt collector tenggelam Nagih-Nagih Sampai Ngancam Denda 30 Juta, Negara dan BPJS Udah Kayak Debt Collector aja

Nagih-Nagih Sampai Ngancam Denda 30 Juta, Negara dan BPJS Udah Kayak Debt Collector aja

31 Mei 2020
Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata (Unsplash)

Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata Dibanding Potongan Gaji Lainnya

8 Juni 2024
Sisi Gelap Bekerja sebagai Sales Asuransi, Tiap Bulan Rungkat karena Ambisi Senior

Sisi Gelap Bekerja sebagai Sales Asuransi, Tiap Bulan Rungkat karena Ambisi Senior

29 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.