Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Dokter Gigi: Profesi (Dianggap) Elite, (padahal) Gaji Sulit

Endola Tantono oleh Endola Tantono
28 Maret 2024
A A
Dokter Gigi: Profesi (Dianggap) Elite, (padahal) Gaji Sulit

Dokter Gigi: Profesi (Dianggap) Elite, (padahal) Gaji Sulit (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kamu keliru bila berasumsi profesi dokter gigi membawa kekayaan. Sebaliknya, untuk menjadi dokter gigi ada baiknya miliki hak istimewa/privilege agar sedikit memudahkan langkah mencapai cita-cita.

Di kolom pencarian Indeed, rata-rata penghasilan dokter gigi di Indonesia adalah Rp7.000.000/ bulan, dengan pengalaman kerja 2-3 tahun, terdengar menggiurkan bukan? Tapi apa sebanding dengan lama kuliah lebih dari 6 tahun dan biaya pendidikan yang fantastis? Jurusan sarjana lain bahkan bisa mendapat lebih dari itu kalau beruntung diterima oleh perusahaan besar di ibukota provinsi.

Sangat mungkin seorang dokter gigi memperoleh nominal lebih jika menangani kasus estetika, prostetik, bedah dan kasus dengan tingkat kerumitan tinggi. Tetapi yang tidak diketahui orang banyak adalah sering kali klinik gigi yang sudah dibangun bertahun-tahun, sepi akan pasien. Kadang dalam satu bulan hanya dikunjungi 2 pasien bahkan tidak sama sekali.

Cukup sulit menemukan cerita jujur dari pelaku profesi ini, khususnya di Indonesia, yang berbagi pengalaman tentang alasan mereka berhenti memikul profesi itu. Karena, orang berlomba-lomba menunjukkan kesuksesan, dan enggan berbagi hal yang tidak/ belum berhasil dilakukan.

Berasal dari keluarga sosial ekonomi menengah (atas)

Di Indonesia, Universitas Trisakti contohnya, tempat saya dulu menimba ilmu di tahun 2008. Biaya pendidikan sarjana kedokteran gigi sekarang, 2023/2024 membutuhkan Rp503.000.00-550.000.000. Jika kamu berencana menjadi dokter gigi klinisi, perlu melanjutkan hingga pendidikan profesi (co-ass). Kisaran biaya yang diperlukan dari masuk kuliah hingga lulus berkisar Rp800.000.000.

Sistem co-ass dokter gigi berbeda dengan dokter umum yang pasiennya telah tersedia tanpa dicari. Calon dokter harus rajin mencari pasien secara mandiri agar dapat mengerjakan kasus sesuai dengan syarat kelulusan. Simbiosis mutualisme adalah kunci penting, yaitu calon dokter gigi bisa menyelesaikan tugas persyaratan, dan pasien mendapat perawatan gigi gratis beserta kompensasi dalam bentuk uang atau materiil lain. Lagi-lagi soal uang.

Orang tua dokter gigi

Teman-teman jurusan lain, di usia 22 tahun mulai mencari kerja sebagai fresh graduate, sedangkan calon dokter gigi belum kompeten berpraktik sebagai klinisi. Maka, perlu melanjutkan ke pendidikan profesi (co-ass) yang akan diselesaikan dalam waktu 2 tahun atau lebih.

Katakan, usia 24 tahun menyandang gelar, lalu ingin melamar kerja di klinik gigi yang ramai dan ternama. Jelas bukan hal mudah karena diutamakan dokter gigi berpengalaman atau spesialis. Maka berdasarkan pengalaman pribadi, saya dan beberapa teman melamar kerja di klinik gigi “less premium”.

Baca Juga:

6 Beasiswa yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa karena Berpotensi Menjebak

Kuliah di Jurusan Sosial Humaniora di Kampus Negeri Tak Seharusnya Mahal!

Kalau tidak ada pasien, kami mendapat uang duduk sebesar Rp20.000-50.000 (tahun 2016, 2017). Kalau orang tuamu adalah dokter gigi, ini adalah salah satu hak istimewa untuk langsung bisa bekerja di klinik, tidak perlu investasi membangun klinik gigi dari awal, dan pasien pasti rutin datang.

Pekerjaan lain yang mencukupi, dokter hanya sampingan

Mendapat penghasilan Rp5.000.000/ bulan bagi beberapa dokter gigi adalah hal yang sangat menantang. Hal ini dipicu beberapa faktor, seperti perilaku pasien cenderung menunda perawatan karena rasa takut/ rasa cemas terhadap perawatan gigi, rendahnya rasa peduli terhadap kesehatan gigi, dan khawatir biaya mahal.

Teman sejawat yang saya kenal akhirnya menjadikan bisnis keluarga atau bisnis pasangan sebagai mata pencaharian utama dan dokter gigi sebagai profesi sambilan. Di sinilah orang awam terkecoh, pikirnya hidup dokter gigi terjamin kemakmurannya, padahal bisnis keluarga lah yang menyokong. Ya, daripada gelar bagus terbuang sia-sia, yang penting jas dokternya terpakai.

Genuine passion, keterampilan istimewa

Passion (ketertarikan yang dalam) dan keterampilan yang tidak biasa-biasa, adalah faktor terbesar yang menentukan keberhasilan karier. Menjadi dokter gigi yang sukses, kamu harus punya hard skill (keterampilan motorik tangan dan mata, keterampilan memadukan ilmu seni dan sains) dan soft skill (cara komunikasi yang baik dengan pasien, mencari solusi secara cepat, kemampuan memperhatikan hal-hal kecil secara detail dan cermat).

Setiap industri pekerjaan punya sisi cerita yang ingin ditunjukkan untuk membentuk persepsi, dan sisi cerita lain yang hanya diketahui sekelompok orang yang bergiat di dalamnya. Seperti, profesi ini, yang kerap dianggap menjanjikan. Padahal kenyataannya ya… kalian putuskan sendiri saja.

Penulis: Endola Tantono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Istilah Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Menggambarkan Beratnya Kuliah di Sana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2024 oleh

Tags: biaya kuliahdokter gigigaji dokter gigispesialis
Endola Tantono

Endola Tantono

Masih mencoba memahami soal hidup.

ArtikelTerkait

Sakit Gigi ya ke Dokter Gigi, Bukan Beli Obat doang, Masak Gini Aja Nggak Paham?

Sakit Gigi ya ke Dokter Gigi, Bukan Beli Obat doang, Masak Gini Aja Nggak Paham?

8 Desember 2023
Kuliah di Jurusan Sosial Humaniora di Kampus Negeri Tak Seharusnya Mahal!

Kuliah di Jurusan Sosial Humaniora di Kampus Negeri Tak Seharusnya Mahal!

26 Agustus 2024
Subsidi Silang Dunia Pendidikan: Niat Baik yang Berakhir Begitu Buruk

Subsidi Silang Dunia Pendidikan: Niat Baik yang Berakhir Begitu Buruk

12 Januari 2023
Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

17 September 2022
Fakultas Kedokteran, Fakultas Paling Terhormat Melebihi Semuanya (Unsplash)

Fakultas Kedokteran, Fakultas Paling Terhormat Melebihi Fakultas Lainnya di Indonesia

8 November 2023
Scaling Gigi: Perawatan Gigi Paling Penting, tapi Kerap Diabaikan

Scaling Gigi: Perawatan Gigi Paling Penting, tapi Kerap Diabaikan

12 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.