Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

6 Beasiswa yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa karena Berpotensi Menjebak

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
28 Agustus 2025
A A
6 Beasiswa yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa karena Berpotensi Menjebak

6 Beasiswa yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa karena Berpotensi Menjebak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi mahasiswa, kata beasiswa terdengar seperti angin surga. Dengan beasiswa, bayar uang kuliah bukan masalah. Tugas beli buku cetak dari dosen juga tak lagi bikin resah. Itu sebabnya banyak mahasiswa yang berburu info beasiswa sebagai penyelamat hidup mereka.

Akan tetapi masalahnya, mendapatkannya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Nggak usah bicara soal proses seleksinya, deh. Sekadar nemu info beasiswa yang bener saja susahnya minta ampun. Masih ingat nggak, di Terminal Mojok pernah ada yang curhat kalau cari beasiswa itu sulit? Saking sulit dan seupritnya, si penulis sampai membandingkan dengan stok mie instan di kosan dia. Dan yah, itulah realitanya.

Realita tersebut makin perih manakala marak sekali info beasiswa abal-abal, yang endingnya cuma akal-akalan untuk mengumpulkan data pribadi. Nah, biar nggak kecele, berikut adalah beasiswa yang sebaiknya dihindari oleh mahasiswa.

#1 Beasiswa yang penyelenggaranya tidak jelas

Sebelum mendaftar beasiswa, cek dulu siapa penyelenggaranya. Kalau penyelenggaranya cuma akun Instagram dengan followers 300, tanpa alamat kantor, tanpa nomor telepon resmi, kolom komentar ditutup, lebih baik mundur pelan-pelan. Jangan biarkan caption kata-kata islami atau motivasi ala Mario Teguh itu membuaimu ya, Adek-adek.

Ingat. Beasiswa yang resmi itu biasanya punya situs web dengan domain jelas, ada nama lembaga, medsosnya aktif, bahkan terkadang ada dokumen legalitas. Kalau cuma bilang “Dikelola oleh komunitas peduli pendidikan Indonesia”, tapi tidak ditemukan jejak digitalnya… waspadalah, waspadalah. Bisa jadi, komunitas yang dimaksud adalah orang jahat yang hobi mengumpulkan data mahasiswa.

#2 Jangan langsung percaya kalau dimintai uang di awal

Beasiswa selanjutnya yang sebaiknya dihindari adalah yang meminta calon penerimanya untuk top up duluan. Katanya, untuk biaya administrasi atau biaya verifikasi berkas. Klise banget. Padahal yang asli nggak pernah minta uang di awal.

Kalau malah bikin kamu keluar duit dulu, ya namanya bukan beasiswa. Itu namanya depo. Nah, kalau setelah dapat terus ujug-ujug ada potongan, itu lain lagi ceritanya.

#3 Syarat terlalu mudah juga patut dicurigai

Umumnya, mahasiswa sudah mundur duluan kalau ada beasiswa yang syaratnya ribet. Tapi percaya atau nggak, syarat yang kelewat gampang juga patut dicurigai.

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

Misalnya, ada yang syaratnya hanya mengisi nama, NIK dan alamat e-mail. Lalu, kamu dijanjikan akan mendapat bantuan uang pendidikan dari mereka. Hadeh, jangan mudah tertipu, ya Dek, ya. Kalau semudah itu caranya, nggak ada cerita mahasiswa sampai terjerat pinjol.

Beasiswa yang kredibel, mungkin syaratnya agak njelimet. Ada seleksi nilai, wawancara, atau minimal surat rekomendasi dosen. Kalau nggak ada satu pun tahap itu, kemungkinan besar itu cuma trik untuk menjaring sebanyak mungkin data pribadi mahasiswa, entah buat apa.

#4 Beasiswa dengan janji berlebihan

Ada beasiswa yang realistis: misalnya menanggung UKT, memberi tunjangan paket data, atau subsidi buku. Itu normal. Tapi mahasiswa harus waspada kalau ada yang bilang: dapat uang kuliah gratis, biaya kos ditanggung, tunjagan paket data, biaya hidup, plus bonus laptop baru, bahkan dijanjikan masuk surga. Wah, itu sih sudah kelewatan bohongnya. Beasiswa besar macam LPDP atau Erasmus saja nggak berlebihan begitu.

Jadi, rumus jangan tergoda janji manis ini nggak cuma berlaku saat memilih pemimpin ya, Dek. Tapi, berlaku juga saat akan mendaftar beasiswa.

#5 Kalau nggak ada jejak alumninya juga jangan langsung percaya 

Beasiswa resmi biasanya punya alumni yang bisa ditemui atau minimal ditestimoni di internet. Entah lewat blog, LinkedIn, atau sekadar postingan di media sosial. Kalau kamu googling nama beasiswanya dan yang muncul hanya akun-akun promosi tanpa pengalaman nyata penerimanya, ya wajar kalau kamu harus curiga.

Karena sejatinya beasiswa itu bukan cuma uang, tapi juga jaringan. Kalau alumni saja nggak jelas siapa, cuma berupa tulisan di postingan, kemungkinan besar itu hanya karangan penyelenggara buat bikin kamu percaya.

#6 Beasiswa yang mencatut nama lembaga resmi

Ini modus yang lumayan sering kejadian. Ada beasiswa abal-abal yang mendompleng nama besar suatu instansi, lembaga ataupun perusahaan. Misalnya seperti yang diberikan oleh Kemendikbud, Bank Indonesia, atau Paragon Group. Tapi link pendaftarannya aneh, seperti beasiswakemdikbudgratis.com atau supportbeasiswa-asia123.netlify.app. Wah, jelas palsu ini.

Solusinya, kamu bisa cek langsung ke website atau medsos instansi atau perusahaan yang dimaksud. Lalu, dicek apakah ada postingan soal beasiswa tersebut. Kalau nggak ada, berarti itu abal-abal. Kalau kurang yakin, bisa kontak langsung ke nomor resmi instansi atau perusahaan yang namanya dicatut.

Singkatnya, dapat beasiswa itu memang indah. Tetapi, jangan sampai rasa haus akan bantuan membuat kita jadi kehilangan akal sehat. Jangan asal klik, apalagi sampai mengisi data diri dan upload file identitas. Bisa-bisa yang tadinya mau meringankan beban, eh, malah nambahi pikiran. Ngeri juga kan kalau data kita disalahgunakan?

Duh. Mahasiswa lho, ya. Masa di kelas bisa kritis membedah teori Marx dan Weber, di lapangan bisa vokal teriak soal isu kampus dan isu terkini, tapi giliran ketemu beasiswa abal-abal malah percaya begitu saja?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Cerita Mahasiswa Beasiswa di Universitas Swasta Elit Jogja: Berkah yang Tetap Berat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2025 oleh

Tags: beasiswabeasiswa kuliahbiaya hidupbiaya kuliahMahasiswauang kuliah
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Pada Akhirnya Mau Kuliah di Mana pun, Jurusan Apa pun, Habis Lulus, Semua Bisa Nelangsa

15 April 2020
divisi konsumsi

Divisi Konsumsi, Dipuji dan Digunjing

20 Agustus 2019
Seandainya Upin Ipin Merantau ke Kediri: Kuliahnya di IAIN, Logatnya Peh-Biuh, dan Jadi Anak Senja Pantai Brantas

Seandainya Upin Ipin Merantau ke Kediri: Kuliahnya di IAIN, Logatnya Peh-Biuh, dan Jadi Anak Senja Pantai Brantas

7 Maret 2024
Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Jurusan Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan  Mojok.co

Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan 

22 April 2024
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

9 Desember 2023
4 Keunikan UIN SAIZU Purwokerto yang Nggak Ada di Kampus Lain purwasera uin saizu

4 Keunikan UIN SAIZU Purwokerto yang Nggak Ada di Kampus Lain

11 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.