Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
30 Juni 2026
A A
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

KTP saya memang tertulis Kota Bandar Lampung, tapi saya aslinya orang Sumatera Selatan (Sumsel). Ayah saya asli Palembang, sementara Ibu berasal dari Lahat, Sumatera Selatan. Oleh karena itu, Sumsel menjadi provinsi yang selalu saya tuju ketika pulang kampung.

Orang tua Ibuk punya dua rumah, yakni di Kikim Timur, Lahat, dan satu lagi di Gandus, Palembang. Namun, saya lebih sering pulkam ke Gandus ketika liburan semester atau momen Lebaran karena jaraknya lebih dekat dari Bandar Lampung. Selain itu, semenjak tak lagi berkebun, Nenek lebih sering tinggal bersama bibi saya di sana dan hanya kembali ke dusun sesekali ketika musim durian.

ADVERTISEMENT

Artikel ini dibuat bukan lantaran saya tidak suka bertemu Nenek, tentunya. Namun, apabila membicarakan Kecamatan Gandus, ada beberapa hal yang membuat saya kurang betah hingga mau tak mau merindukan Bandar Lampung dengan segala bobroknya.

Bau pabrik karet yang menyengat di Gandus

Ibu saya pernah bilang, awalnya pabrik-pabrik karet itu yang lebih dahulu membangun usahanya di pinggir kota. Eh, masyarakat malah beramai-ramai membangun permukiman di sana juga. Itu katanya sih, mohon jangan gebukin saya kalau informasinya keliru.

Sebenarnya, poin ini tidak terlalu mengganggu karena saya jarang bermobilitas ketika berada di Gandus, Palembang. Jangankan keliling kecamatan, jalan kaki ke Alfamart saja sering dilarang oleh Nenek. Jadi, kesempatan saya untuk mencium aroma pabrik juga tidak sebanyak itu. Di sisi lain, sejumlah pabrik di Sumsel juga saya ketahui sudah gulung tikar dari berita. Entah bagaimana kabar terbarunya.

Sebagai cucu petani karet, saya sudah cukup familier dengan aroma pohon karet, getah yang baru disadap, maupun lateks yang sedang mengalami proses pembekuan atau penggumpalan (koagulasi). Bahkan, bau bokar ketika ditimbang oleh tengkulak pun masih bisa saya toleransi. Namun, aroma pabrik karet itu benar-benar berbeda level.

Saya sulit mendeskripsikannya selain bau busuk yang menyengat, apalagi saat tertiup semilir angin. Memang, aromanya nggak tercium lagi ketika saya berada di rumah Nenek. Namun, setiap kali memasuki Jalan Lettu Karim Kadir, mulailah aroma tersebut semerbak dari kendaraan.

Kalau keluhan saya mengenai selokan di Kebayoran Baru muncul lantaran jaraknya yang sangat dekat, bau pabrik ini berbeda kasusnya. Dibilang mengganggu tidak sepenuhnya betul, tetapi cukup untuk membuat saya merasa kurang betah. 

Baca Juga:

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Betah Tinggal di Kota Bandar Lampung

Mungkin orang yang sudah lama tinggal di sana terbiasa, tetapi setelah beberapa kali bolak-balik Gandus, jujur, saya masih belum mampu berdamai dengan baunya.

Lokasi Gandus Palembang jauh dari pusat kota

Poin ini sebenarnya wajar lantaran wilayah Gandus memang terbentang di sepanjang tepi aliran Sungai Musi. Setiap kali ingin berkunjung ke rumah saudara, jarak tempuhnya minimal sekitar 12 kilometer. Bahkan, ada yang mencapai 23 kilometer. Padahal, masih sama-sama di Kota Palembang.

Bukan rumah saudara saya yang terlalu jauh, melainkan rumah Nenek memang terletak di pinggir kota. Pergi ke Ramayana di Bukit Kecil untuk sekadar melihat-lihat saja sudah cukup membuat bokong saya pegal di atas motor.

Bandingkan dengan kehidupan saya di Bandar Lampung. Saya terbiasa bepergian ke berbagai tempat dengan rerata radius 5 kilometer, rumah saudara pun lokasinya relatif berdekatan. Waktu kali pertama ke UIN Raden Intan Lampung saja saya mengeluh karena rasanya seperti pergi ke kota lain saking jauhnya.

Selain itu, jalanan di Bandar Lampung yang berkelok-kelok serta penuh tanjakan dan turunan lebih mudah saya hafalkan. Sebaliknya, ruas jalan di Palembang rata-rata lurus, datar, dan lebar. Entah mengapa, kondisi itu membuat saya sukar mengingat rute. Perjalanan pun terasa lebih lama lantaran pemandangannya seperti tidak banyak berubah.

Akibatnya, selama 23 tahun hidup dan beberapa kali bolak-balik Palembang, jumlah tempat yang pernah saya eksplorasi rasanya bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki. Foto di Jembatan Ampera tidak pernah, ke Benteng Kuto Besak pun hanya lewat.

Lebih parahnya lagi, saya baru tahu belakangan ini bahwa di Gandus terdapat Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar dari IG story teman kuliah. Sampai sekarang pun saya belum kesampaian berkunjung ke sana. Bayangkan, sudah berkali-kali pulkam, tetapi objek wisata religi yang berada di kecamatan yang sama saja belum pernah saya datangi. Hiks.

Berasa dipanggang matahari selama di Gandus karena cuaca panas bedengkang

Bukannya Bandar Lampung nggak panas ya. Malah, hari-hari saya sering menyalakan tiga kipas sekaligus sampai bunyi kipas itu membuat orang-orang mengira saya sedang berada di perjalanan ketika mengirim VN WhatsApp. Yah, maklum, nggak punya duit beli AC.

Akan tetapi, panas di Gandus ini lain nian. Saya tidak berani menggeneralisasi bahwa seluruh Palembang sama panasnya karena saya sendiri belum observasi. Jadi, anggap saja poin ini murni kesan pribadi saya terhadap Gandus dan sekitarnya.

Kalau dibandingkan dengan rumah saya di Bandar Lampung, hawa panas di Gandus terasa jauh, jauh lebih menyiksa. Lingkungan rumah saya masih memiliki cukup banyak pohon dan lokasinya dekat area perbukitan sehingga panasnya pun masih bisa ditoleransi. Siang hari paling-paling hanya membuat saya sedikit berkeringat.

Sementara itu, panas matahari di Gandus benar-benar bedengkang kalau istilah orang Melayu. Panas menyengat, panas sekali, panas terik, ah, panas betul pokoknya Wak. Berasa dipanggang perlahan sampai ke tulang-tulang, apalagi saya memang tidur di lantai dua yang beratap seng. Auto berubah jadi pempek panggang siang-siang.

Belum lagi kalau keluar rumah. Beh, sudahlah terpanggang, bermandikan debu pula. Lengkap.

Itulah beberapa hal yang nggak saya sukai dari Kecamatan Gandus, Palembang. Kendati demikian, tentu ada juga hal yang saya suka lantaran tidak ada tempat yang sepenuhnya hitam atau putih. Ihwal itu barangkali akan saya bahas di lain kesempatan.

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor:  Kenia Intan

BACA JUGA Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2026 oleh

Tags: bandar lampungGandusGandus Palembanglampungpalembang
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

23 Januari 2024
4 Makanan Khas Palembang yang Hanya Muncul di Bulan Agustus

4 Makanan Khas Palembang yang Hanya Muncul di Bulan Agustus

10 Agustus 2023
Palembang Tanpa Pempek Cuma Kota Biasa, Nggak Ada Istimewanya

Palembang Tanpa Pempek Cuma Kota Biasa, Nggak Ada Istimewanya

4 Februari 2024
4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang loker palembang tukang parkir

4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang

14 Oktober 2023
Kuliner Palembang Memang Sedap, tapi Nggak Semua Lidah Orang Cocok Mojok.co

Kuliner Palembang Memang Sedap, tapi Nggak Semua Lidah Orang Cocok

16 November 2024
bandar lampung flyover dinasti politik mojok

Bandar Lampung Terbuat dari Flyover, Pulang, dan Pasangan

5 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.