Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
23 Januari 2024
A A
Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, saya menulis sebuah artikel di Terminal Mojok yang membahas tentang Blok M Square. Bagi saya, Blok M Square—atau kawasan Blok M, secara keseluruhan—merupakan contoh tempat yang potensinya dimaksimalkan sehingga dapat menjadi destinasi wisata. Lantas, bagaimana contoh dari destinasi yang potensi wisatanya cenderung disia-siakan? Menurut saya, jawabannya adalah Pasar 16 Ilir di Palembang.

Apa itu Pasar 16 Ilir Palembang?

Pasar 16 Ilir adalah nama dari sebuah pasar yang sejatinya merupakan salah satu ikon Kota Palembang. Singkatnya, jika ada di antara pembaca tulisan ini yang merupakan orang Palembang tetapi tidak tahu dengan pasar tersebut, maka keaslian statusnya sebagai warga Kota Pempek patut dipertanyakan.

ADVERTISEMENT

Pasar 16 Ilir terdiri dari empat lantai dan beralamat di Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Ada banyak sekali hal yang dijual di sana di antaranya barang elektronik, pakaian, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Bagi saya sendiri, jika berbicara mengenai Pasar 16 Ilir, saya selalu teringat memori saya di masa anak-anak, yaitu ketika saya dan ibu saya berbelanja seragam sekolah di sana.

Kata ibu saya, pakaian sekolah yang dijual di sana dipatok dengan harga yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. Makanya setiap kali pakaian sekolah saya mulai menunjukkan tanda-tanda penyempitan ataupun tidak lagi berada dalam kondisi terbaik, kami pasti akan singgah ke Pasar 16 Ilir. Dan memang, sepertinya bukan hanya saya dan ibu saya yang berpikiran seperti itu. Setiap hari, Pasar 16 Ilir selalu ramai dikunjungi orang dengan kepentingannya masing-masing.

Namun, meskipun ramai dikunjungi, Pasar 16 Ilir Palembang tetap hanya mematuhi tugasnya sebagai pusat perdagangan saja. Sesuatu yang sebenarnya sangat saya sayangkan.

Pasar tradisional sebagai potensi wisata menarik

Pasar 16 Ilir Palembang sesungguhnya memiliki potensi yang besar. Di mata saya, ia semestinya tak cuma menjadi ikon jual-beli barang dagangan semata. Atau, dalam kasus saya, sekadar menjadi tempat yang dituju kalau ingin membeli seragam sekolah dan selebihnya tidak didatangi lagi. Pasalnya, apabila dikelola dengan baik, Pasar 16 Ilir Palembang betul-betul dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata yang menarik.

Pemikiran ini timbul pertama kali saat saya sedang berkunjung ke Bandung. Kala itu, saya sempat mengunjungi sebuah destinasi “nongkrong” kekinian di Kota Kembang yang lucunya berada di dalam area pasar. Ya, tempat itu bernama Pasar Kosambi.

Jadi, Pasar Kosambi sebenarnya hanya pasar tradisional. Jika ditengok dari luar, penampilannya sama sekali tidak terasa spesial. Akan tetapi, bagian dalamnya ternyata menyimpan satu “rahasia” yang jujur saja, membuat saya cukup tersontak kala itu. Mengapa? Ya, karena di area Lantai 2 Pasar Kosambi, terdapat sebuah ruang kreatif yang bernama The Hallway Space.

Baca Juga:

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

The Hallway Space sukses membuat saya terkejut karena diisi oleh hal-hal yang “nggak pasar banget”. Di sana, banyak berdiri toko-toko UMKM yang menjajakan barang-barang kreatif berbau fashion, kuliner, seni, dan sebagainya. Saya tak menyangka bahwa sebuah pasar bisa menjadi tempat yang memperdagangkan sesuatu yang hits semacam itu. Pokoknya, saat itu saya langsung membuang jauh-jauh stigma yang berpikiran bahwa pasar hanyalah tempat yang menjual sayuran, peralatan dapur, dan lain-lain.

Uniknya tenant-tenant dan barang dagangan yang ada di tempat tersebut otomatis membuat para pengunjungnya mayoritas adalah anak-anak muda. Di era sekarang, bukan sesuatu yang mengejutkan jika golongan tersebut menaruh perhatian pada ruang kreatif dan berbagai macam ke-hits-an yang ada di dalamnya.

Oleh karena itu, menurut saya, hal ini cukup patut dibahas karena seketika membuktikan satu hal: pasar tradisional sebenarnya dapat pula disulap menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik jika dikelola dengan baik. Pasar Kosambi, melalui The Hallway Space-nya, adalah contoh konkret dari pernyataan tersebut.

Pasar 16 Ilir Palembang punya potensi wisata besar, tapi disia-siakan

Nahasnya, Pasar 16 Ilir Palembang belum mengalami nasib yang sama. Hingga saat ini, statusnya masihlah potensial semata. Padahal tempat tersebut mempunyai segala yang diperlukan untuk mengubahnya menjadi satu destinasi wisata yang ampuh menarik pengunjung.

Jadi, Pasar 16 Ilir berada di lokasi yang strategis, tak jauh dari Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang merupakan ikon Palembang. Fakta itu saja tentu membuat pasar tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Bayangkan betapa serunya mengunjungi sebuah tempat wisata yang berdekatan dengan objek wisata lainnya. Sayangnya, pemikiran tersebut tampaknya belum dilihat oleh orang-orang yang bekepentingan.

Akhir bulan lalu, saya sempat mengunjungi Pasar 16 Ilir. Tak cuma mengunjungi, saya juga meluangkan waktu untuk ngopi tipis-tipis di sebuah warung kopi yang berlokasi di lantai atas pasar.

Nah, pada kunjungan saya sebelumnya ke warkop tersebut, saya ingat bahwa di sana saya dapat ngopi sambil melihat pemandangan di sekitar Pasar 16 Ilir Palembang. Jadi, sembari menyesap segelas kopi, saya dapat melihat-lihat Ampera dan Sungai Musi. Sungguh view yang sangat indah!

Akan tetapi, pada kunjungan saya yang terbaru, segalanya sirna. Warung kopinya masih ada, tetapi pemandangan indah tersebut lenyap karena proyek pekerjaan di sekitar sana. Saya tidak begitu mengerti proyek macam apa yang dikerjakan dan berapa lama waktu pengerjannya.

Hal ini tentunya sangat disayangkan oleh wisatawan seperti saya. Keinginan untuk menikmati keindahan Palembang hilang. Tak hanya itu, masih ada masalah lain seperti lahan parkir yang belum begitu teratur dan akses yang masih cenderung membingungkan.

Kalau dipandang dari kacamata yang lebih besar, saya juga menyayangkan kurangnya promosi mengenai destinasi tersebut. Semua isu ini membuat saya semakin berharap pihak berwenang dapat lebih menaruh kepekaan pada potensi besar dari Pasar 16 Ilir Palembang. Jika dikelola dengan baik, Pasar 16 Ilir Palembang dapat menjadi destinasi wisata yang menarik. Bahkan dapat menjadi lebih menarik dari Pasar Kosambi Bandung.

Kesimpulan

Pada intinya, jika melihat dari fungsinya semata sebagai pusat perdagangan, maka Pasar 16 Ilir Palembang memang telah menjadi itu. Akan tetapi, seharusnya lokasi tersebut dapat dimaksimalkan dan diubah menjadi lebih dari sekadar itu.

Berkacalah pada Pasar Kosambi Bandung dan kepiawaian orang-orang di sana untuk mengubah pasar tradisional menjadi satu objek wisata menarik yang digandrungi orang. Ketahuilah, warga Palembang pasti akan sangat senang jika kota tercintanya memiliki destinasi wisata dan ruang kreatif semacam itu.

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Senjakala International Plaza, Mall Tertua di Palembang: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Mulai Ditinggalkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2024 oleh

Tags: Objek WisatapalembangpariwisataPasar 16 Ilirpasar tradisionalSumatra Selatantempat wisata Palembang
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Pasar Tanah Merah, Pasar Terbesar di Bangkalan Madura yang Penuh Masalah

Pasar Tanah Merah, Pasar Terbesar di Bangkalan Madura yang Penuh Masalah

14 Mei 2024
Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan Mojok.co

Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan

26 Maret 2024
5 Tempat Beli Pempek di Palembang yang Paling Direkomendasikan Terminal Mojok

5 Tempat Beli Pempek di Palembang yang Paling Direkomendasikan

23 Agustus 2022
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Jurusan Hospitality, Jurusan yang Sering Dianggap Hanya Jadi Pelayan Hotel dan Pemandu Wisata

Jurusan Hospitality, Jurusan yang Sering Dianggap Hanya Jadi Pelayan Hotel dan Pemandu Wisata

18 September 2023
Di Binjai, Pasar Tradisional Lebih Diminati daripada Pasar Modern karena Bisa Drive Thru

Di Binjai, Pasar Tradisional Lebih Diminati daripada Pasar Modern karena Bisa Drive Thru

23 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

3 Pengalaman Menyebalkan yang Pasti Terjadi di KKN, Begini Cara Mengatasinya biar Tetap Waras

1 Juli 2026
8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

28 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.