Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati oleh Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
1 April 2026
A A
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang bermimpi bisa merantau ke Kota Malang. Selain fasilitasnya, kuliner menjadi alasan lain kota ini begitu disukai. Di sana ada berbagai macam makanan dengan rasa yang menarik, tapi masih ramah di kantong.  Setidaknya itulah yang saya tangkap dari berbagai konten yang berseliweran. 

Sebagai perantau, saya sudah menyusun rapi daftar warung makanan Malang yang hendak saya cicipi. Setiap melihat konten soal kuliner Malang, saya selalu mencatatnya. Bahkan, kadang saya meng-update daftar itu dan mengirimkan ke kawan, saking semangatnya. 

Akan tetapi, kenyataan tidak seindah bayangan saya. Mungkin ekspektasi saya pada makanan Malang terlanjur ketinggian. Pengalaman ini jadi culture shock awal saat beberapa hari menginjakkan kaki di Malang. 

#1 Bakso Malang, makanan  primadona yang tidak sesuai dengan bayangan saya. 

Di kampung halaman saya, bakso disajikan oleh penjual langsung dalam satu mangkok. Kuahnya kaya akan rasa rempah-rempah yang “nendang”. Itulah standar kuah bakso di lidah saya. 

Akan tetapi, pengalaman menyantap bakso Malang berbeda. Kebetulan waktu itu saya datang ke warung yang mengharuskan pembelinya memilih sendiri bakso dan topping-nya. Baru kemudian penjual yang menghitungnya di kasir. Selain bikin bingung karena banyak pilihan, pengalaman jajan macam ini rentan kalap. Bukan tidak mungkin semangkok bakso harganya jadi sangat mahal. 

Dari segi rasa, kuah bakso Malang itu cenderung bening dengan cita rasa gurih yang dominan. Enak memang, tapi lidah saya syok dan tetap “protes” menginginkan rasa yang lebih “nendang” seperti kuah bakso di kampung halaman. 

#2 Ceker mercon yang sangat sopan

Sebuah keberuntungan besar bagi saya karena tinggal di kos yang letaknya dekat dengan bazar bulan Ramadan. Di tengah banyaknya penjaja makanan, mata saya langsung tertuju pada ceker mercon di dekat pertigaan. Seketika terbayang sensasi menyantap ceker mercon yang gurih dan pedas. Belum lagi teksturnya yang cenderung lembut dan lumat dalam mulut. 

Sayangnya, itu hanya bayangan semata. Kenyataannya, rasa manis justru dominan dibanding rasa pedas dan gurih. Kekecewaan akan ceker mercon Malang bikin saya rindu makanan kampung halaman saat Ramadan. 

Baca Juga:

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

#3 Nasi Padang yang terasa asing di lidah saya

Puncak kegalauan lidah menjadi-jadi ketika menyantap nasi Padang di Malang. Makanan biasanya jadi penyelamat dan andalan para perantau di berbagai daerah. Tentu saja karena rasanya yang cenderung mirip dari satu daerah dan daerah lain. Kenyataannya, nasi padang di Malang benar-benar jauh dari bayangan saya. 

Rasa nasi Padang di sini tuh kurang kuat dan kurang berani sehingga terkesan tanggung di lidah. Tidak hanya satu atau dua warung Padang, hampir semua daftar warung yang diberikan kawan saya benar-benar jauh dari ekspektasi. 

Selama ini, saya pikir, saya yang kurang eksplore warung nasi padang yang ada di Malang. Saya selalu membatin, di luar sana pasti ada nasi padang yang enak. Namun, ternyata, kawan-kawan kampus juga mengeluhkan hal serupa. Mereka juga mencari-cari nasi Padang dengan rasa yang lebih kuat dan berani. 

Bukan bermaksud menjelek-jelekan makanan atau penjual di Malang ya. Tulisan ini hanya ingin menyadarkan kembali para perantau bahwa makanan Malang mungkin berbeda dengan yang ada di kampung halaman kalian. Makanan di sini sudah ada penyesuaian rasa dengan lidah warlok sehingga bisa saja beda dengan bayangan. Itu mengapa, jangan pasang ekspektasi ketinggian ketika merantau ke Malang. 

Penulis: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: Kulinerkuliner malangmakanan MalangMalangmerantauperantau
Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Mahasiswa semester 2 Universitas Negeri Malang. Memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan.

ArtikelTerkait

Terminal Hamid Rusdi Kota Malang Mati Suri: Nyaris Terbengkalai dan Sering Dipertanyakan Manfaatnya

Mati Surinya Terminal Hamid Rusdi Kota Malang: Nyaris Terbengkalai dan Sering Dipertanyakan Manfaatnya

11 Mei 2023
4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

12 Februari 2025
culture shock merantau MOJOK.CO

Culture Shock Orang Cirebon yang Merantau ke Yogyakarta Diselamatkan oleh Magelangan Warmindo

8 Juli 2020
Revitalisasi Tugu Malang, Satu Lagi Tempat di Malang yang (Dipaksa) Mirip Malioboro

Tugu Malang, Satu Lagi Tempat di Malang yang (Dipaksa) Mirip Malioboro

21 Oktober 2023
Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

29 Agustus 2023
sempol

Tidak Ada Sempol Hari Ini

15 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan Hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS/ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal
  • Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya
  • Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.