Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
26 Juli 2026
A A
3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu saya termasuk pengguna setia aplikasi belanja Alfagift untuk memenuhi kebutuhan harian. Tanpa pikir panjang, tanpa menimbang banyak hal, pokoknya Alfagift harga mati. Alasannya sederhana saja, interface aplikasi ini simpel, enak. 

Banyak aplikasi belanja terasa seperti masuk pasar malam digital, bikin mata capek. Banner iklannya di mana-mana, tombol numpuk, promo muter-muter. Alfagift hadir dengan tampilan yang menurut saya lebih santai dan simpel. Rasanya aplikasi ini ngerti kalau orang cuma mau beli sabun, mie instan, dan kopi tanpa harus diajak ikut undian mobil dulu.

Sementara itu, dulu saya merasa Klik Indomaret agak ramai tampilannya. Terlalu banyak warna. Terlalu banyak informasi. Saya bahkan pernah uninstall karena malas lihat tampilannya. 

Akan tetapi, hidup memang suka ngelucu. Kadang yang tampilannya sederhana, lama-lama bikin emosi juga pada akhirnya.

Dan, setelah berkali-kali memakai layanan pesan antar dua aplikasi ini, Alfagift dan Klik Indomaret, saya mulai sadar akan satu hal: untuk urusan pengantaran online, Klik Indomaret ternyata lebih bikin tenang daripada Alfagift.  

#1 Waktu pengiriman Alfagift sungguh menguji kesabaran

Poin pertama sekaligus yang paling sering bikin saya pengen tepok jidat adalah masalah waktu pengiriman.  Saya tahu Alfagift punya opsi pengiriman cepat. Kalau nggak salah ada keterangan pesanan bisa dikirim maksimal sekitar satu jam setelah pemesanan, terutama kalau order sebelum jam tertentu malam hari. Dan yang paling menggoda, itu gratis.

Nah, kata gratis ini memang sering bikin manusia rela memaafkan banyak hal. Masalahnya, pengirimannya sering banget molor.

Dan ini bukan sekali dua kali ya. Bukan kejadian langka yang bisa dimaklumi sambil ngebatin, “Yaudahlah mungkin emang lagi ramai.” Bukan. Ini cukup sering sampai saya hafal pola kecewanya pesan di alfagift. Harus rela digantung dalam kondisi apapun.

Baca Juga:

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

Pernah saya pesan sekitar setengah delapan malam. Dalam kepala saya paling datangnya mentok jam setengah 9 lah ya. Santai. Tapi ternyata barang baru sampai sekitar jam sebelas malam. Iya, jam sebelas malam! Astagfirullahaladzim kata gue teh.

Pada titik itu saya bahkan sudah melewati fase marah dan hanya bisa bengong, “Ini abang kurirnya habis touring dulu apa gimana ya?”

Dan yang bikin capek sebenarnya bukan cuma lamanya. Tapi ketidakpastiannya. Kita digantung. Entahlah, ada apa dengan alfa.

Kalau di Klik Indomaret memang ada opsi pengiriman tercepat yang berbayar. Awalnya saya agak pelit dan mikir, “Ngapain bayar ongkir kalau ada yang gratis?”

Akan tetapi, setelah dicoba, ternyata mereka lebih jelas. Ada pilihan jam pengiriman dengan estimasi yang lebih realistis. Dan, yang paling penting: on time. Untuk kebutuhan mendesak, poin ketepatan waktu dan kejelasan pesan antar adalah kunci. 

Ternyata ketenangan batin memang kadang harus dibayar beberapa ribu rupiah. Daripada gratis tapi saya menua dalam penantian. Sungguh sangat tidak estetik.

#2 Komunikasi yang bikin pembeli frustrasi

Masalah kedua yang bikin saya mulai pindah hati adalah soal komunikasi. Ini penting banget, apalagi kalau belanja online itu bukan buat jajan lucu-lucuan, tapi buat kebutuhan mendesak.

Di Klik Indomaret, biasanya setelah pesanan diproses, ada admin atau CS yang langsung menghubungi lewat WhatsApp. Kedengarannya sepele, tapi ini membantu banget. Kita jadi bisa komunikasi cepat kalau ada barang kosong, alamat kurang jelas, atau titip request tertentu. Responnya juga relatif sat-set.

Sementara di Alfagift, komunikasi lebih mengandalkan fitur chat di aplikasi. Dan jujur saja, kadang rasanya seperti sedang kirim pesan pakai burung merpati. Lama, suka error mendadak, kadang pesan masuknya telat, dan tiba ada pesan otomatis penundaan pengiriman karena penerima tidak di tempat, padahal saya menunggu sampai lumutan.

Yang bikin gemas, kadang yang balas admin, kadang yang antar, kadang dua-duanya beda orang dan informasinya bikin saya harus mengulang penjelasan dari awal. Capek deh, 

Pengalaman paling bikin saya frustasi terjadi waktu saya rawat inap sendirian di rumah sakit. Saat itu saya benar-benar mengandalkan layanan online untuk beli kebutuhan pribadi. Saya pesan beberapa barang dan request supaya pengantaran bisa langsung ke ruang pasien karena memang diperbolehkan pihak rumah sakit.

Masalahnya, komunikasi di aplikasi Alfagift itu lambat sekali. Saya bolak-balik menjelaskan posisi ruangan, tapi responnya lama dan tidak sinkron. Ujung-ujungnya barang tidak bisa sampai ke kamar pasien seperti yang saya harapkan. Dan, dalam kondisi sakit, percayalah, hal beginian tuh terasa jauh lebih melelahkan daripada biasanya.

Setelahnya saya mencoba beralih pakai Klik Indomaret, dan mereka cenderung lebih update. Kurirnya juga lebih gampang dihubungi karena ada jalur WhatsApp tadi. Jadi koordinasi kecil seperti “langsung ke ruang pasien ya pak” atau “titip ke nurse station” bisa cepat beres.

#3 Stok barang fresh yang sering kosong 

Hal ketiga yang sebenarnya receh tapi lama-lama terasa juga adalah stok barang fresh.  Entah kenapa, setiap saya cari buah-buahan di Alfagift, sering kosong. Atau malah memang jarang tersedia. Sangat disayangkan. Entah stok produk-produk fresh memang terbatas atau bagaimana, saya cukup sering gagal beli buah di sana.

Sementara di Klik Indomaret, pilihan barang fresh menurut pengalaman saya sedikit lebih aman. Nggak selalu lengkap juga sih, tapi setidaknya peluang menemukan buah potong atau stok makanan segar terasa lebih besar. Kalau ada stok buah yg sudah terbayar ternyata tidak fresh, admin langsung chat untuk pembatalan.

Dan di usia sekarang, ketika niat makan buah itu sudah termasuk pencapaian hidup, melihat tulisan “stok habis” rasanya cukup menyakitkan.

Pada akhirnya saya sadar, ternyata aplikasi bagus itu bukan cuma soal tampilan yang enak dilihat. Karena kalau cuma mengandalkan interface cantik tapi bikin orang nunggu tiga jam sambil mantengin notifikasi, ya lama-lama kalah juga sama aplikasi yang mungkin tampilannya biasa saja tapi kerjanya jelas.

Saya tetap mengakui Alfagift punya banyak kelebihan. Apalagi soal desain aplikasi yang menurut saya masih lebih nyaman dipakai. Tapi, untuk urusan layanan lainnya, saya mulai lebih sering membuka Klik Indomaret. Karena semakin dewasa, saya sadar satu hal, kalau yang dicari manusia ternyata bukan sekadar gratis ongkir, tapi kepastian.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Hal Enaknya Belanja Pakai Alfagift.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2026 oleh

Tags: alfagiftalfamartaplikasiaplikasi belanjaBelanja onlineindomaretKlik IndomaretOnline
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

22 November 2024
Pegawai Alfamart vs Pengutil Cokelat- Orang Kecil vs Kleptomania (Unsplash.com)

Pegawai Alfamart vs Pengutil Cokelat: Orang Kecil vs Kleptomania

15 Agustus 2022
belanja di Alfamart dan Indomaret minimarket pilih yang mana mojok.co

6 Hal yang Memengaruhi Saya Mau Belanja di Alfamart atau Indomaret

26 Juni 2020
4 Aturan Tidak Tertulis Belanja di Facebook Marketplace supaya Tidak Kena Tipu Mojok.co

4 Aturan Tidak Tertulis Belanja di Facebook Marketplace supaya Tidak Kena Tipu

9 Januari 2025
Kasir Indomaret, Psikolog Gratis Bikin Nyaman Pembeli (Unsplash)

Kursi Indomaret Masih Nyaman, tapi Indomaret Core Saat Ini Adalah Kasir yang Berperan Ganda Layaknya “Psikolog Gratis”

19 Maret 2025
5 Biskuit Paling Meresahkan di Indomaret Terminal Mojok

5 Biskuit Paling Meresahkan di Indomaret

8 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

12 Agustus 2026
Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya Mojok.co

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

11 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.